Wednesday, January 29, 2020

Ini Yang Menyebabkan Anies Baswedan Terancam Dipolisikan dan Diseret ke KPK

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Anies Baswedan kini terancam berurusan dengan hukum terkait proyek-proyek yang telah dilakukannya.

Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) telah diminta dihentikan untuk sementara setelah menuai berbagai polemik. Jika tetap dilanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terancam dipolisikan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melayani wawancara para wartawan usai menghadiri Rakerda Partai Gerindra DKI Jakarta, Minggu 26 Januari 2020

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, proyek ini belum mendapatkan persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Padahal, kata Prasetio, untuk merevitalisasi Monas, persetujuan dari Kemensetneg selaku Ketua Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka adalah syarat utama.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Pasal 5 ayat (1) dalam Keppres itu mengatakan tugas dari Komisi Pengarah ialah memberikan persetujuan terhadap perencanaan dan pembiayaan pembangunan Taman Medan Merdeka yang disusun oleh Badan Pelaksana.

Prasetio mengatakan aturan ini harus ditaati oleh Anies. Jika kembali dilanggar, ia akan laporkan Anies ke penegak hukum.

Ketua DPRD DKI Jakarta saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek revitalisasi Monas

"Kalau (peraturan) ini terus ditabrak, kami akan jalankan langkah ke depan, mungkin kami bisa melaporkan sesuatu kepada pihak kepolisian atau KPK," jelas Prasetio pada Selasa 27 Januari 2020.

Prasetio menyayangkan sebelum proyek berjalan, Anies tidak meminta izin dulu dari Kemensetneg. Menurut Prasetio, seharusnya Anies meminta anak buahnya untuk melakukan koordinasi dengan Kemensetneg. "Eksekutif khususnya Pemda melaksanakan ini tanpa seizin Ketua Komisi Pengarahan. Kan harusnya koordinasi, buka komunikasi," jelasnya.

Sebelumnya, proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) menuai berbagai polemik di tengah masyarakat. Kekinian, proyek ini akhirnya diputuskan untuk dihentikan sementara.

DPRD DKI kemudian menggelar rapat yang terdiri dari para pimpinan parlemen DKI ini. Setelah itu mereka melakukan sidak langsung ke sisi selatan Monas yang menuai kontroversi itu.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan proyek ini memiliki sejumlah hal yang patut disoroti. Mulai dari pengalihan fungsi sebagai daerah resapan air, penebangan pohon, hingga proses lelangnya.

Ia menyatakan berdasarkan hasil rapat dan sidak, DPRD merekomendasi untuk menghentikan proyek untuk sementara.

“Jadi hari ini kami meminta kepada Eksekutif untuk merekomendasikan dihentikan sementara,” ujar Prasetio di lokasi usai sidak pada Selasa 28 Januari 2020.
(Sumber: Suara)

Terkait Pemecatannya, Helmy Yahya Habis-habisan Bongkar Fakta Liga Inggris vs Liga Indonesia

Mantan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya akhirnya buka-bukaan mengenai sumbangsih yang telah dilakukannya untuk membangkitkan TVRI.

Helmy buka-bukaan mengungkap alasan TVRI tidak menayangkan Liga Indonesia (yang dianggap sebagai konten lokal) dan memilih menayangkan Liga Inggris. Menurut dia, pembelian hak siar Liga Indonesia lebih mahal 4-5 kali lipat jika dibandingkan dengan Liga Inggris.

Mantan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi 1 DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa 28 Januari 2020

"Ada yang tanya kenapa (TVRI) tidak beli Liga Indonesia? Liga Indonesia harganya 4-5 kali lipat dari Liga Inggris," kata Helmy dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

Helmy menjelaskan bahwa TVRI mendapatkan harga yang sangat murah untuk membeli hak siar Liga Inggris. TVRI hanya membayar sekitar 2 juta dollar AS per sesi tayang. "Katakan rezeki anak saleh, mendapatkan kesempatan tayangkan Liga Inggris dengan harga yang sangat murah. Harganya cuma 3 juta dollar AS, 1 juta dollar AS itu komitmen diambil iklannya. Kami cuma bayar 2 juta dollar AS," jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Helmy kesempatan tersebut tak mungkin disia-siakannya. Ia yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama TVRI pun memutuskan membeli hak siar Liga Inggris. Menurut dia, setiap stasiun televisi membutuhkan "killer content" untuk menarik penonton.

Helmy mengatakan, Liga Inggris merupakan "killer content" bagi TVRI. "Liga Inggris bagi kami adalah killer content, sebuah showcase, sebuah etalase, orang melihatnya dan dia akan masuk, lalu dia akan belanja program-program yang lain, yaitu sosialisasi kami, pendidikan kami, dan sebagainya," tutur Helmy.

Ia pun menegaskan, TVRI sangat sanggup membeli hak siar Liga Inggris. Sebab, pembelian Liga Inggris bisa menggunakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) TVRI.

"Apakah konyol kami dengan PNBP, tidak. PNBP TVRI itu sekitar Rp 150 miliar, kami boleh ambil Rp 120 miliar. Kalau hanya akan bayar Liga Inggris seharga 2 juta dollar AS atau Rp 28 miliar, kecil, itu pasti kami bisa bayar," kata dia.

Berdasarkan hal itu, Helmy menyatakan bahwa pihaknya tak terima jika pembelian hak siar Liga Inggris disebutkan berpotensi gagal bayar seperti kasus di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Menurut dia, kasus antara pembayaran Liga Inggris dan polis nasabah Jiwasraya merupakan hal yang berbeda. "Kalau dianggap kami gagal bayar seperti Jiwasraya, masya Allah sungguh dua perbandingan yang sangat berbeda," ujar Helmy.

Sebelumnya, Dewan Pengawas TVRI mengatakan, hak siar penayangan Liga Inggris yang dibeli saat Helmy Yahya menjabat Direktur Utama berpotensi menimbulkan gagal bayar atau utang. Anggota Dewas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko (Moko) bahkan menyatakan potensi utang tersebut mirip dengan krisis keuangan di PT Asuransi Jiwasraya.

"Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya," kata Moko dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.

Moko menyampaikan, Helmy sempat mengatakan bahwa program Liga Inggris ditayangkan tanpa biaya. Nyatanya, kata dia, penayangan Liga Inggris berbiaya senilai Rp 126 miliar untuk kontrak tiga sesi, yaitu selama 2019-2022. "Setiap sesi berbiaya 3 juta USD untuk 76 match atau senilai lebih dari Rp 552 juta per pertandingan," ujar dia.

Sumber: Kompas

Tuesday, January 28, 2020

Penyebab Warga Israel Kini Boleh Masuk (Secara Resmi) ke Arab Saudi

Sebuah kabar mengejutkan berhembus dari kawasan Timur Tengah yang selama ini selalu sarat dengan konflik.

Untuk pertama kalinya Israel mengumumkan akan mengizinkan warga negaranya bepergian ke Arab Saudi, khususnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah menyusul menghangatnya hubungan antara Arab Saudi dan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Raja Salman dari Arab Saudi

Namun Arab Saudi belum mengeluarkan pengumuman serupa terkait warga negaranya.

Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri, pada Minggu 26 Januari 2020 mengatakan bahwa warga Muslim Israel secara resmi akan diperbolehkan bepergian ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.

Kunjungan secara diam-diam ke Arab Saudi
Selain perjalanan ibadah, mereka juga diizinkan melakukan perjalanan bisnis dengan syarat mendapat undangan dari instansi resmi Arab Saudi serta memiliki semua dokumen yang diperlukan.

Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Dalam Negeri, izin masuk warga Israel ke Arab Saudi berlaku selama sembilan hari, tetapi pernyataan itu kemudian diklarifikasi bahwa izin berlaku selama 90 hari.

Hingga sekarang, undang-undang Israel melarang warga negaranya bepergian ke banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi, tanpa izin dari Kementerian Dalam Negeri. Perjalanan bisnis pengusaha Israel biasanya dilakukan secara diam-diam, biasanya menggunakan dokumen sementara yang dikeluarkan oleh pemerintah Yordania.

Israel dan Arab Saudi tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi, tetapi selama beberapa tahun terakhir kedua negara dilaporkan semakin sering menjalan kerja sama dalam menghadapi Iran, yang dianggap sebagai musuh bersama.

Sumber: BBC Indonesia

Viralnya Video Para Siswa SMK di Aceh Mengamuk Menghancurkan Kursi dan Meja Belajar di Kelas

Masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) khususnya di Kabupaten Pidie dihebohkan oleh beredarnya video sejumlah siswa SMK mengamuk di ruang kelas dengan menghancurkan kursi dan meja belajar.

Dalam video tersebut terlihat jelas sejumlah siswa laki-laki berseragam sekolah mengamuk. Mereka satu per satu menghancurkan kursi dan meja belajar dengan membantingnya sehingga hancur lebur dan tidak bisa digunakan lagi.

STM Barbar
Screenshot rekaman video mengamuknya siswa SMKN 2 Sigli dengan menghancurkan meja dan kursi di kelas

Salah seorang dari para siswa tersbut terlihat memegang palu. Ia juga menghantam kursi dan meja belajar yang ada di ruang kelas tersebut hingga hancur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perilaku barbar para siswa dalam video tersebut terjadi di SMKN 2 Sigli pada Selasa, 21 Januari 2020 sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Kejadian tersebut berawal ketika 5 orang siswa dalam video tersebut terlambat datang ke sekolah, dimana seharusnya pada hari tersebut mereka masuk bengkel sekolah untuk melakukan praktikum. Namun karena mereka terlambat, maka mereka ditolak untuk mengikuti kegiatan.

Saat dihubungi pada Senin, 27 Januari 2020, Kepala SMKN 2 Sigli, Iskandar, menyatakan bahwa pihak sekolah khususnya dirinya tidak mengetahui adanya perusakan fasilitas belajar mengajar di sekolahnya oleh siswa.

Ia baru mengetahui setelah video perusakan tersebut viral di dunia maya.

Akibat perbuatannya, kelima siswa tersebut bersama orang tua mereka telah dipanggil oleh pihak sekolah dan mereka dinasehati serta menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Berikut ini adalah rekaman video ketika para siswa mengamuk:



Sungguh amat disayangkan.

Friday, January 24, 2020

Bukti Rekaman CCTV Detik-detik Para Begal Payudara Beraksi Terhadap Dua Bule Cantik

Baru-baru ini viral sebuah video di media sosial yang memperlihatkan peristiwa seorang turis asing atau bule menjadi korban begal payudara.

Dalam sebuah rekaman CCTV yang diunggah akun @indozone.id dalam Instagram itu menunjukkan seorang bule yang diketahui berada di Jalan Prawirotaman 1, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta mendapat aksi begal payudara dari seorang pengendara.

Screenshot rekaman CCTV saat seorang turis bule menjadi korban begal payudara dan pelakunya belum tertangkap

Dalam rekaman CCTV tersebut awalnya dua orang turis wanita sedang berjalan sembari mengobrol di malam hari.

Ketika asyik berbincang, tiba-tiba dari arah depan muncul seorang pengendara dengan kecepatan tinggi.

Saat sudah dekat dengan dua bule itu, pengendara ini langsung menjalankan aksi tak senonohnya dengan meremas payudara salah seorang turis wanita bule tersebut.

Sontak saja bule yang menjadi korban begal payudara tersebut kaget mendapatkan perlakuan itu. Dia bersama temannya tampak menoleh ke belakang untuk melihat pelaku. Namun setelah melakukan aksinya, pelaku begal payudara tersebut langsung tancap gas.

Dua hari setelah kejadian ini, pemilik hotel melaporkan ke kepolisian. Lokasi kejadian pun didatangi untuk mencari informasi lebih mengenai pelaku.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, hingga detik ini pelakunya masih belum tertangkap.

Aksi begal tersebut terekam dalam rekaman CCTV berikut ini:



Namun setahun kemudian yaitu pada Juli 2019, kembali terjadi pembegalan terhadap payudara seorang turis bule, yang ironisnya dilakukan oleh seorang guru yang berstatus honorer di sebuah sekolah swasta.

Guru SD pembegal payudara turis bule yang ternyata sebelumnya sudah dua kali beraksi

Video aksi guru cabul yang memalukan ini bisa dilihat dalam rekaman CCTV berikut ini:



Dalam video tersebut tampak seorang turis mancanegara perempuan yang sedang berjalan seorang diri di sebuah gang.

Tak begitu lama, dari arah belakang tampak pengendara motor berjaket hitam tengah melaju dan mendekati turis tersebut.

Saat berada tepat di sampingnya, pengendara motor itu menjulurkan tangan hingga mengenai bagian payudara sang turis.

Dari rekaman CCTV tersebut tampak dengan jelas nomor kendaraan yang dikendari pelaku.

Berbekal identitas nomor plat motor tersebutlah, sang pelaku begal payudara turis di kampung turis Yogyakarta itu berhasil diringkus polisi.

Yang membuat ironis adalah pengakuan sang pelaku berinisal SP (37 tahun) yang merupakan seorang guru SD yang sudah punya dua anak ini ternyata sebelumnya sudah melakukan aksi begal payudara terhadap turis wanita bule sebanyak dua kali.

Saat ditanya oleh penyidik mengenai motif perbuatannya, SP mengaku hanya iseng dan khilaf.

Thursday, January 23, 2020

Keheranan Polisi Dengar Pengakuan Cucu Soeharto Soal Investasi Bodong

Cucu Presiden ke-2 RI Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau lebih dikenal dengan nama Ari Sigit telah diperiksa oleh Kepolisian terkait kasus investasi bodong MeMiles selama 6 jam. Ada Ari Sigit yang sempat membuat polisi terheran-heran.

Ari Sigit (tengah), memberikan keterangan pers setelah menjalani pemeriksaan

Pemeriksaan terhadap ari ini berawal saat penyidik Polda Jawa Timur menjadwalkan akan meminta keterangan dari Keluarga Cendana terkait kasus MeMiles. Penyidik lalu memanggil 3 orang anggota Keluarga Cendana yakni Ari Sigit bersama istrinya, Frederica Francisca Callebaut serta Ibunda Ari Sigit, Ilsye A Rahmawati.

Namun pada Rabu 22 Januari 2020, hanya Ari Sigit yang memenuhi panggilan polisi. Sementara istri dan ibu Ari Sigit berhalangan hadir dan meminta dijadwal ulang pemanggilannya. Ari kemudian menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Rabu 22 Januari 2020 sejak pukul 10.25 WIB hingga 16.00 WIB.

Rasa keheranan penyidik terhadap pengakuan Ari Sigit mulanya sempat diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. Luki mengaku penyidik heran Ari Sigit menerima aliran dana MeMiles. Padahal, Ari Sigit bukanlah member MeMiles dan tidak top up. "Kami lihat, dari hasil pemeriksaan ini, yang jelas masih ada penambahan, karena ada aliran dana masuk, ada reward yang diterima," kata Luki yang enggan merinci besar aliran dana tersebut.

"Nah, inilah yang kami tangani berapa aliran dana yang diterima dan sebagai apa. Namun di dalam ini (Ari Sigit) tidak ada sebagai member, tidak top up, tapi ada aliran dana masuk. Kalau istrinya itu memang top up, member," ungkap Luki.

Selama pemeriksaan oleh penyidik, pria kelahiran 3 November 1970 ini dicecar dengan 39 pertanyaan seputar investasi bodong dengan 264.000 nasabah ini. Dan selama pemeriksaan yang berlangsung selama 6 jam ini, penyidik menemukan fakta-fakta baru yang membuat kasus ini semakin terang benderang.

Ari Sigit pun akhirnya buka suara setelah menjalani pemeriksaan.. Dia mengaku menjadi member MeMiles. "Iya member," kata Ari seraya tertawa.

Ari Sigit mengatakan bahwa pihaknya telah mengembalikan 2 mobil reward dari MeMiles. "(Kalau mobil) sudah, sudah kami serahkan. Ada dua. (Punya) ada di keluargalah, pokoknya nanti akan kami serahkan," kata Ari.

Saat disinggung dirinya menerima apa saja dari MeMiles, Ari mengaku hanya mobil. "Sementara ini, itu saja (mobil)," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ari Sigit juga mengutarakan harapan Keluarga Cendana. "Ya pihak keluarga menginginkan ini cepat kelar," kata Ari. Menurut Ari, kehadirannya ini merupakan salah satu bentuk ketaatannya pada hukum.

Pernyataan Ari sebagai member MeMiles ini cukup bertolak belakang. Sebab, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya sempat menyebut Ari bukanlah member. Namun, Ari menerima sejumlah reward dan aliran dana.

Atas perbedaan penyataan itu, Kabid Humas Polda Jatim Trunoyudo Wisnu Andiko angkat bicara. Truno menjelaskan Ari Sigit akhirnya mengaku bergabung menjadi member MeMiles sejak dua bulan lalu. Ari Sigit juga diperkirakan belum menerima reward. "Sekira 2 bulan, dari bulan November dan Desember, (untuk reward) saya kira belum diterima," kata Truno.

Tentang 2 unit mobil yang diserahkan Ari Sigit kepada polisi, Truno memastikan kendaraan mewah itu bukan milik Ari Sigit. "Bukan, mobil ini kan dari pihak keluarga ada dua. Nah ini belum juga pemeriksaan karena berhalangan dia kondisinya, tapi mendapatkan reward karena member dan top up, dapatlah dua unit milik istri dan ibu," ujarnya.

Menurut Truno, 2 mobil Toyota Alphard keluarga Cendana yang merupakan reward dari investasi bodong MeMiles kini telah disita polisi.

Soal dugaan aliran dana yang masuk ke rekening Ari Sigit, Truno membenarkan hal ini. "Iya, nanti ini masih dalam proses penyidikan, maka itu lebih lanjut kami akan sampaikan pada press conference berikutnya," pungkas Truno.

Sumber: Detik

Wednesday, January 22, 2020

Ini Fakta-fakta Sebenarnya Mengenai Kasus Muslim Uighur

Akhir-akhir ini bangsa kita sangat suka memaki-maki dan mengkafirkan apa saja yang "berbau" China. Khususnya gara-gara kasus (Muslim) Uighur.

Salah satu foto hoax mengenai wanita Uighur yang beredar luas dan digunakan untuk memprovokasi sentimen anti China dan anti Pemerintah di Tanah Air 

Faktanya, para pembenci tersebut tidak ada yang tahu latar belakang masalah yang terjadi disana. Oleh karena itu mereka menjadi "zombie" hoax dan hasutan.

Memahami sejarah China bisa menjadi awal yang baik untuk mencari solusi permanen masalah Uighur. Kalau cuma latah, kasihan muslim di sana.

Isu Muslim Uighur ramai lagi menyusul tweet pesepakbola Mesut Oezil. Tapi permasalahan Uighur di Xinjiang bukan perkara 1-2 tahun atau sejak kerusuhan 2009, melainkan sudah mulai sejak tahun 60 SM, seumur Jalur Sutra.

Saya berani bilang begini karena pernah melihat langsung ke Xinjiang bulan Mei 2018 silam. Dari Kota Urumqi, saya ke Changji, Korla, Yanqi, dan Bohu. Saya berjumpa pihak-pihak yang bertikai dan dijelaskan benang kusut perkaranya.

Daerah Xinjiang membawa beban sejarah yang tidak kita dipahami dengan utuh. Izinkan saya jelaskan dalam beberapa poin:

1. Xinjiang terpinggirkan selama ratusan tahun
Tahu cerita Kera Sakti Sun Go Kong, Journey To The West? Daerah barat yang dimaksud adalah Xinjiang. Inilah Wild Wild West versi Negeri Tirai Bambu, tanah tidak bertuan yang dihuni bandit dan siluman. Dulu namanya Xi Yu artinya Daerah Barat.

Jalur Sutera yang dibuka tahun 60 SM di Zaman Dinasti Han mengubah segalanya. China terhubung dengan India, Timur Tengah, dan Romawi. Namun kemudian Xinjiang tercabik-cabik aneka peperangan antar-klan dan invasi Mongol sampai Kekaisaran China menguasai daerah ini. Tapi setelah itu Xinjiang dibiarkan begitu saja selama ratusan tahun.

2. Konflik identitas
Faktanya, Uighur bukan satu-satunya etnis di Xinjiang. Di sana ada terdapat 56 etnis minoritas. 46% adalah etnis Uyghur, 40% adalah etnis Han, kemudian etnis Kazakhs 6,5%, etnis Hui 4,5% dan etnis lain-lain 3%. Berapa yang ribut dengan Beijing? Cuma Uighur.

Uighur secara fisik agak bule, secara bangsa lebih dekat dengan Turki. Tapi 92% penduduk China adalah etnis Han. Kecuali di Xinjiang saja etnis Han cuma separuh populasi. China yang sentralistis tidak mengenal konsep Bhinneka Tunggal Ika. China adalah Beijing, China adalah Han. Uighur mesti ikut identitas tunggal itu.

3. Bedanya Muslim Uighur dan Muslim Hui
Di Urumqi saya melihat kawat berduri di gerbang masuk pemukiman Muslim Uighur. Tapi di Changji, saya melihat etnis Muslim Hui hidupnya nyaman-nyaman saja. Apa bedanya Muslim Uighur dan Muslim Hui?

Muslim Uighur rupanya punya sejarah panjang soal separatisme sejak tahun 1960 yang dimotori beberapa kelompok, seperti East Turkistan Islamic Movement (ETIM) dan yang terakhir Turkistan Islamic Party (TIP). Uighur juga dimanipulasi kelompok teror seperti Al Qaeda sampai ISIS yang membuat urusan separatisme Uighur ini makin keruh.

Inilah bedanya dengan Muslim Hui. Muslim Hui tidak pernah minta merdeka. Dalam kerusuhan Xinjiang tahun 2009 etnis muslim Hui tidak mau menjadi bagian dari konflik.

Muslim Hui berbagi sejarah romantis dengan etnis Han. Secara fisik sama-sama sipit, sementara Uighur agak bule. Muslim Hui punya Laksamana Cheng Ho yang diakui sebagai pahlawan China. Para jago kungfu Muslim Hui bersatu dengan jago kungfu Han dalam Boxer Rebellion di awal abad ke-20. Berjuang bersama melawan penjajah Jepang dan di era modern mereka menjadi pejabat di pemerintahan China, atlet, seniman dan lain-lain.

Muslim Hui mendapatkan pengakuan politik dan budaya, tapi Muslim Uighur tidak.

4. Jadi, apakah benar Muslim ditindas di China?
Kalau Uighur ditindas dan Hui tidak, berarti masalahnya bukan soal agama Islam. Beberapa kenalan mahasiswa Indonesia yang kuliah di China berbagi cerita pengalaman Ramadan yang syahdu, tidak ada larangan puasa.

Akar masalah Muslim Uighur adalah separatisme, minta merdeka, dan diperkeruh lagi aksi teror yang dipengaruhi Al Qaeda dan ISIS. Di sisi lain, China bersikap sangat represif terhadap gerakan semacam itu.

Apakah kamp konsentrasi itu ada? Saya yakin ada, walaupun tidak menjumpainya saat berputar-putar di Provinsi Xinjiang. Pemerintah China mengakui, dan menyebutnya tempat edukasi. Tempat rakyat belajar 'disiplin'.

5. Politisasi agama, percuma!
Memakai isu agama untuk masalah politik Uighur tidak akan efektif. Fa Lun Gong sudah mencobanya. Foto-foto korban kekerasan di medsos, itu banyak foto Fa Lun Gong, bukan Muslim Uighur. Di mata Beijing, itu adalah pembangkangan politik, titik.

Tapi di Indonesia, aksi simpatik bela muslim terzalimi memang laku. Tidak bisa menutup mata, isu Uighur jadi jualan politik beberapa ormas Tanah Air. Sekadar megaphone diplomacy oke. Tapi kalau hari ini bela Uighur, besok menawarkan khilafah, itu namanya memboncengi penderitaan muslim Uighur, kurang etis.

6. Memahami posisi China
Sikap China sebenarnya melunak pasca kerusuhan yang terjadi Xinjiang tahun 2009. Mereka ternyata mencoba beberapa cara non kekerasan sampai 2019.

Pertama dengan demografi. Sejak 2009 sampai 2019, China membuat perimbangan populasi di Xinjiang. Etnis Han kini naik jadi 40% dan etnis Uighur 46%. Warga Han di Kota Korla bercerita kepada saya, ada insentif menarik untuk etnis Han yang mau pindah ke Xinjiang.

Kedua, ekonomi. Akhirnya China 'bertobat' dan membangun infrastruktur Xinjiang dengan serius dari sekolah, rumah sakit, apartemen dan lain-lain. Tinggal pertanyaan kritisnya, pembangunan ini untuk etnis Han atau untuk Muslim Uighur?

Ketiga, pendidikan. Saya berkunjung ke sekolah asrama, isinya anak-anak Uighur dari pedalaman disekolahkan gratis sampai SMA. Nantinya mereka dikuliahkan di kota-kota besar China lainnya. Ini pun masih menuai protes. Sekolah ini dianggap membuat anak-anak Uighur lebih pro China.

Keempat, merangkul muslim moderat. Saya di Urumqi mampir ke Xinjiang Islamic Institute dan berjumpa Presiden Xinjiang Islamic Institute, Abdurakib Bin Tumurniyaz. Ini adalah sekolah tinggi agama Islam. Institusi ini jadi jembatan komunikasi antara umat Muslim di Xinjiang dengan pemerintah Beijing.

7. Para pemain isu Uighur
Xinjiang alamnya gunung batu dan gunung pasir. Tapi di bawah tanahnya ada salah satu cadangan gas terbesar di China. Kalau Xinjiang merdeka, yang untung adalah Kazakhstan dan Rusia. Turki ikut untung karena kalau Xinjiang merdeka, namanya akan menjadi East Turkistan, sudah jelas dia akan berpatron ke mana. Ketika negara-negara itu menyuarakan Uighur, apakah itu tulus atau ada kepentingan ekonominya?

Amerika dan sekutunya juga akan selalu mengangkat isu Uighur secara reguler. Di tengah perang dagang AS-China, Uighur menjadi titik lemah Beijing. Banyak juga organisasi yang mengangkat isu Uighur untuk kepentingan masing-masing. Tapi siapa sebenarnya representasi Uighur di dunia internasional?

8. Kalau serius mau bantu Uighur? Ini caranya!
Pertama, kalau Muslim Hui bisa punya hubungan baik dengan pemerintah China, kenapa Uighur tidak? Ternyata Uighur tidak semua minta merdeka. Dunia perlu mendengar suara kelompok Uighur yang tetap mau jadi bagian dari China.

Kedua, pemerintah Beijing perlu melihat representasi Islam yang damai. Xinjiang Islamic Institute adalah contoh lembaga yang memainkan peran itu. Sebab, kalau membungkus terorisme dan separatisme dengan isu agama, akhirnya yang rusak nama Islamnya. Semua bentuk kebudayaan Islam akhirnya dianggap bagian separatisme.

Ketiga, dunia perlu mendorong Muslim Hui untuk menjadi mediator antara Uighur dan pemerintah China. Bagaimanapun, Uighur adalah masalah dalam negeri China, aktor-aktor dalam negeri mereka harus berperan aktif.

Keempat, dunia perlu mendesak China menghentikan cara-cara kekerasan dan diskriminatif pada kamp-kamp re-edukasi. Serta mendorong China mengedepankan cara-cara damai dan terus membangun Xinjiang. China harus merangkul Uighur, minimal dari mengakui kebudayaan mereka.

Kelima, Indonesia bisa berperan aktif. China bisa belajar bagaimana Indonesia menyelesaikan masalah di Aceh dengan damai. NU dan Muhammadiyah sedang dan bisa terus melakukan pendampingan di Xinjiang.

9. Kesimpulan dan pelajaran untuk Indonesia
Jika disimpulkan, solusi masalah Uighur ada tiga: China mesti stop diskriminasi, Uighur mesti stop minta merdeka, dan bangun komunikasi serta sikap saling percaya di kedua pihak.

Jadikan Uighur pelajaran bagi Indonesia, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama. Isu Uighur adalah kasus di mana kelompok minoritas hidup dalam tekanan. Kalau kita teriak-teriak bela Uighur, tapi menindas kelompok minoritas di Indonesia, apa bedanya kita dengan China?

Sumber: Detik

Tuesday, January 21, 2020

Bukti Jejak Digital Keterlibatan Raja Keraton Agung Sejagat Pada Kelompok Sunda Empire

Belum lama heboh kemunculan Kerajaan Agung Sejagat yang membuat gaduh publik, kini muncul Sunda Empire yang diduga berafiliasi dengan Kerajaan Agung Sejagat.

Totok Santoso Hadiningrat yang mengklaim dirinya sebagai raja di Kerajaan Agung Sejagat diduga terlibat dalam Sunda Empire karena jejak digitalnya terendus.

Klaim Sunda Empire dan Kerajaan Agung Sejagat juga dinilai hampir sama, yakni sama-sama menyebut bila pemerintahan dunia akan segera berakhir.

Kerajaan Agung Sejagat mengklaim mereka sebagai penerus Kerajaan Majapahit dan menjadi penguasa dunia.

Kerajaan yang berada di bawah kepemimpinan Totok dan pasangannya Fanni Aminadia sebagai kanjeng ratu menjanjikan kesejahteraan bagi para pengikutnya.

Sementara itu, Sunda Empire memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Setelah itu, kehidupan masyarakat dunia akan menjadi lebih baik dan sejahtera.

Berdasarkan penelusuran, salah satu pengikut Sunda Empire pada akun Facebook Renny Khairani Miller membagikan sejumlah foto kegiatan Sunda Empire. Ia tampak mengenakan pakaian seragam layaknya angkatan militer lengkap dengan baret berwarna biru di kepala.

Kehebohan Sunda Empire yang mengklaim pemerintahan dunia akan berakhir pada bulan Agustus 2020

Tak sendiri, ia bersama ratusan orang tampak mengenakan seragam yang sama dan mengikuti sebuah kegiatan. Pada foto yang diposting 9 Juli 2019 itu terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire - Earth Empire.

Kami pun mencoba menelusuri aktivitas yang dilakukan oleh para pengikut Sunda Empire tersebut. Didapat sebuah akun Instagram bernama @youspesbar juga mengunggah kegiatan yang sama.

Dalam sebuah foto yang diposting pada 27 Maret 2018, terlihat ratusan orang berkumpul di sebuah lahan luas yang merupakan halaman Villa Isola di kawasan Setiabudhi, Bandung, dengan mengenakan seragam hitam dan membawa spanduk besar bertuliskan Sunda Empire - Earth Empire.

Anggota Sunda Empire berfoto di Isola

Pada spanduk tersebut tertulis "The First Anniversary World Development Bank Commemorating The 76th Years The Lost Nederlandsch Indie, March 8 1942 - March 8 2017 - March 8 2018 Bandung (Atlantic)".

Pada foto-foto lainnya, tampak pula mereka berada di Gedung Sate Bandung untuk berfoto.

Tak hanya mengunggah kegiatan Sunda Empire saja, akun Instagram @youspesbar juga memposting kegiatan Kerajaan Agung Sejagat. Dari beberapa foto yang diposting, ia mengenakan seragam abdi dalem Kerajaan Agung Sejagat dan mengikuti pengukuhan Totok Santoso sebagai raja.

Suara.com mencoba untuk menelusuri lebih jauh keterlibatan Kerajaan Agung Sejagat dengan Sunda Empire. Dalam akun Instagram milik Totok Santoso @hrhtoto, Totok sempat mengunggah sebuah foto diduga menghadiri kegiatan Sunda Empire.

Sunda Empire
Totok (kiri) berfoto dalam sebuah acara Sunda Empire

Dalam foto yang diunggah pada 9 Maret 2017 itu, tampak Totok berada di ruangan serba guna dengan mengenakan seragam mirip militer berwarna abu-abu. Di sekitar Totok juga mengenakan seragam yang sama.

Waktu unggahan foto tersebut juga hanya berselang sehari dengan perhelatan aktivitas Sunda Empire, yakni pada 8 Maret 2018 silam.

Dari temuan bukti foto-foto yang berhasil didapatkan itu, diduga ada keterkaitan antara Sunda Empire dengan Kerajaan Agung Sejaga. Hingga berita ini disusun, Suara.com masih melakukan konfirmasi dengan pihak kepolisian Polda Jawa Tengah.


Monday, January 20, 2020

Bukti Rekaman CCTV Detik-detik Begal Payudara Beraksi Terhadap Seorang Ibu Berhijab di Bekasi

Aksi begal payudara kembali marak. Kali ini menimpa warga di Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Rabu 15 Januari 2020 pagi.

Makmur, Ketua RT di lokasi kejadian, mengatakan mulanya tak ada yang aneh pagi itu di lingkungan permukimannya. Setiap pagi, aktivitas ibu-ibu di sana belanja ke warung maupun ke pasar untuk keperluan memasak bagi keluarga.

rekaman begal payudara bekasi
Pelaku begal payudara (kanan) sesaat sebelum melakukan aksinya terhadap korban (kiri) di Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada hari Rabu 15 Januari 2010 (Sumber: Rekaman CCTV dari lokasi kejadian)

"Kebetulan ibu (yang menjadi korban) ini habis dari belanja di depan. Enggak ada indikasi kejadian, setelah masuk ke gang kita ke arah rumahnya, ada satu motor mengikuti, putar balik melakukan aksi (begal payudara) tersebut," kata Makmur.

Makmur yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian sempat mendengar teriakan korban. Karena itu, Makmur segera keluar untuk mengkonfirmasi peristiwa yang menimpa warganya tersebut.

"Jadi setelah pagi itu, kita koordinasi ke keluarga dan keluarga minta dilaporkan ke polisi, akhirnya malam lapor ke Polres Bekasi karena menunggu suaminya pulang kerja," kata dia.

Makmur juga segera buru-buru memback-up file rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian tak senonoh tersebut sebagai bukti pendukung laporan ke Polres Metro Bekasi Kota.

"Baru kali ini kejadian seperti ini," ujarnya.

Sudirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menangkap seorang pelakunya pada Jumat 17 Januari 2020 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku begal payudara bernama Denny Hendrianto (22) dibekuk sebuah warung pecel lele di Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara.

Denny Hendrianto bukan kali ini saja beraksi melecehkan perempuan. Aksinya yang kerap membegal payudara wanita membuat resah warga Bekasi, Jawa Barat. Bahkan, aksi bejatnya itu terekam CCTV dan viral di media sosial.

"Ya benar, penyidik menangkap 1 orang yang diduga melakukan tindak pidana dengan kekerasan asusila di muka umum modus begal payudara," kata Kombes Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya lewat keterangan tertulisnya.

Yusri menjelaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, sang pelaku seringkalI mengendarai sepeda motor. Aksinya itu dilakukan di Kaliabang, Bekasi. Ketika itu, pelaku mendekati korban yang tengah berjalan sendiri di sekitar lokasi.

"Jadi saat pelaku melihat korban, dia putar balik. Dia mendekat dan langsung meremas payudara korban, kemudian pelaku langsung kabur," terang Yusri.

Bukti rekaman CCTV aksi begal payudara di Bekasi


Akibat perbuatannya, Denny Hendrianto dijerat dengan Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 281 KUHP tentang pelecehan seksual atau perbuatan cabul. Denny terancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun.

sumber: Liputan 6

Friday, January 17, 2020

Ternyata Keraton Agung Sejagat Sudah Punya Banyak Wilayah Kerajaan dan Rakyat Dari Berbagai Macam Profesi

Kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat terus didalami polisi. Terungkap tidak hanya di Purworejo saja sang 'raja', Toto Santoso, punya wilayah kerajaan di beberapa daerah. Bukan hanya di Jawa, tapi hingga di luar Jawa contohnya di Lampung.

Kolam di dalam Tembok Keraton Agung sejagat yang dianggap sebagai Tamansari (pemandian Raja dan Ratu)


Dari pengakuan Toto, wilayah kerajaannya selain di Purworejo juga ada di Klaten, Yogyakarta, dan Lampung. Nama kerajaannya sama yaitu Agung Sejagat.

"Tempat lain dari hasil interogasi tidak di Purworejo saja, salah satunya di Klaten, Yogya, Lampung. Kerajaannya sama, Agung Sejagat, raja juga sama," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Iskandar Fitriana Sutisna.

Di Klaten polisi sudah menemukan lokasi kerajaan yang dimaksud Toto dengan pengikutnya sebanyak 28 orang. Iskandar menjelaskan cabang tersebut ada di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Di lokasi tersebut ditemukan batu prasasti, sendang (sumur) kecil bertulisan 'Sendang Panguripane Jagad' dan tempat pertemuan. Seragam kerajaan juga ditemukan.

"Sudah ditemukan cabang kerajaan Agung Sejagat di beberapa kecamatan di Kabupaten Klaten, dipimpin oleh seorang mahamenteri Keraton Agung Sejagat, Saudari Wiwik," paparnya.

Sementara itu jumlah saksi yang diperiksa juga terus bertambah. Bahkan diketahui ada saksi yang juga korban sudah menyetor Rp 110 juta kepada kerajaan itu namun tidak mendapatkan gaji dolar seperti yang dijanjikan.

"Kami dalami dan lihat bahwa ada saksi yang katakan dia sudah keluarkan uang Rp 110 juta. Kemarin baru sebatas Rp 30 juta," katanya. "Mereka belum pernah menerima gaji yang dijanjikan," lanjutnya.

Fakta lainnya, Toto pernah tinggal di Jl Mangga Dua VII RT 012/005 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara dan dia memiliki utang Rp 1,3 miliar kepada bank.

"Yang bersangkutan memiliki permasalahan utang dari Bank sebanyak Rp 1,3 miliar yang sudah ditagih ke rumah Bapak Manaf (ketua RT setempat)," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes (Pol) Budhi Herdi Susianto, kepada para wartawan.

Saat ini Toto dan permaisurinya, Fanni Aminadia, sudah ditahan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah. Toto dan Fanni bertemu 2015 dan dikenalkan oleh seseorang.

Mereka bukan pasangan sah menurut negara, namun mereka meyakini sah sebagai Raja dan Ratu menurut keyakinan mereka. Dalam kartu identitas, Toto berstatus belum kawin sedangkan Fanni merupakan ibu dari dua anak.

"Terus (pernikahan) mereka disahkan bukan secara agama atau negara ya, secara adat yang diakui mereka, itu baru 2 tahun yang lalu. Saya tanya kepada mereka, surat kawinnya ada? Nggak ada. Pokoknya mereka menganggap sah, lah. Karena kan namanya kepercayaan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes (Pol) Budhi Haryanto.

Keduanya dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan mereka juga dituduh meresahkan masyarakat di sekitar Keraton yang mereka bangun.

Selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus mendata warga yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat. Terungkap, para pengikut keraton itu berasal dari berbagai latar belakang profesi.

"Ada ASN yang terlibat, besok Februari sudah purna," ujar Asisten Sekda III Bidang Administrasi dan Kesra Pemkab Purworejo, Pram Prasetyo Achmad saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Rabu (16/1/2019).

"Ada juga guru swasta dan perangkat desa di sana," imbuhnya.

Sejauh ini, kata Pram, para pengikut Keraton Agung Sejagat mengaku hanya ikut-ikutan. Sehingga saat ditanya apa makna kegiatan mereka, para pengikut mengaku tak paham.

"Dia tidak paham dengan langkah yang menyimpang," tutur Pram.

Pram menegaskan Pemkab Purworejo akan terus mendata dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tim yang terdiri dari psikolog dan psikiater juga sudah diturunkan untuk mendampingi para pengikut keraton tersebut.

"Sudah kita siapkan psikolog dan psikiater dari RSUD," jelasnya.

Walau saat ini "Raja" dan "Ratu" Keraton Agung Sejagat sudah mendekam di sel tahanan Mapolda Jawa Tengah, Polda Jateng terus mendalami kegiatan keraton itu. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitirana Sutisna mengatakan, setoran para pengikut kerajaan itu bervariasi bahkan ada yang sebesar Rp 110 juta. Ternyata mereka tidak mendapatkan gaji seperti apa yang dijanjikan saat perekrutan anggota keraton.

"Kami dalami dan lihat bahwa ada saksi yang katakan dia sudah keluarkan uang Rp 110 juta. Kemarin baru sebatas Rp 30 juta," kata Iskandar pada Kamis 16 Januari 2020.
(dari berbagai sumber)

Janji Manis "Raja" Keraton Agung Sejagat Sehingga Banyak Orang yang Menjadi Rakyatnya

Raja Keraton Agung Sejagat (KAS), Toto Santoso, benar-benar bisa dikata sebagai ahli "berdiplomasi" sehingga ia bisa menjaring banyak orang untuk menjadi rakyatnya.

Bagaimana caranya? Ia mengobral janji-janji manis kepada khalayak, mulai dari pengikutnya di keraton hingga anggota lembaga bentukannya yakni Yogyakarta Development Committee (DEC). Namun, semua janjinya tidak pernah terealisasi.

Seperti halnya warga Dusun Tumpak, Desa Ngawu, Kecamatan Playen bernama Hadi Suroso (74). Hadi pernah dijanjikan tunjungan sebesar 500 dolar per bulan jika mau menjadi koordinator lembaga bentukan Toto, yakni Gunungkidul Development Committee (DEC).

Totok Santoso
Totok Santoso, "Sang Raja" Keraton Agung Sejagat

Pria yang kerap disapa Roso ini menjelaskan awal mula perkenalannya dengan Toto Santoso. Menurutnya, ia mengenal Toto dari Sekretaris Gunungkidul DEC bernama Retno pada tahun 2016.

"Saat itu saya tanya untuk apa, dia jawab karena saya salah satu tokoh karena pernah jadi Komandan Koramil Wonosari dan kenal banyak orang," imbuh Roso.

Saat perkenalan itu, Roso menyebut jika Toto adalah pendiri Yogyakarta (DEC) dan ingin membentuk lembaga itu di Gunungkidul. Karena itu, Toto ia meminta dirinya untuk menjadi koordinator dan mencari anggota Gunungkidul DEC.

"Ikut Pak Toto itu katanya itu ada dana sosial yang dari luar, dari Turki. Katanya dana itu lewat dia (Toto)," katanya.

"Terus saja dijanjikan 500 dolar perbulan, itu tunjangan dari Pak Toto terkait jabatan (sebagai koordinator Gunungkidul DEC) saya. Kalau sudah keluar (dana dari Turki) nanti dijanjikan sebulan dapat segitu (500 dollar)," imbuh Roso.

Roso lalu menjadi koordinator Gunungkidul DEC, tahun 2016-2018. Selama itu, ia bersama anggotanya kerap menghadiri rapat di Yogyakarta. "Selama 2 tahun saya ke sana kemari, tiap Rabu rapat di Jogja dan pakai biaya sendiri. Rapatnya itu hanya diyakinkan sama dia (Toto terkait DEC)," ucapnya.

Seragam Keraton Agung Sejagat
"Pembesar" dan "aparat" Keraton Agung Sejagat dengan pakaian kebesarannya 


Roso semakin curiga dengan lembaga bentukan Toto. Mengingat ia harus menanggung semua biaya operasional anggota selama 2 tahun, padahal anggotanya mencapai ratusan orang.

"Lha wong saya bisa dikatakan habis-habisan, karena mobil bawa sendiri, terus anggota ikut saya dan jajan saya yang bayari, bensin juga. Akhirnya saya keluar tahun 2018 karena ternyata hanya ngayawara (mengada-ada) itu," katanya.

Hal itu karena Roso terpaksa menutup semua biaya operasional Gunungkidul DEC. Bahkan, untuk menutup biaya tersebut ia terpaksa menjual lahan pertaniannya di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kini Toto sudah ditangkap polisi dan dijadikan tersangka penipuan. Pintu masuk polisi adalah ketika pria 42 tahun itu mendirikan apa yang dia sebut sebagai Keraton Agung Sejagat di Purworejo.

Di 'keratonnya' itu, ternyata Toto juga melakukan pengumpulan dana dari warga dengan modus pendaftaran anggota. "Mendaftar itu menyerahkan uang. Ada Rp 3 juta, Rp 20 juta, bahkan Rp 30 juta," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Iskandar Fitriana Sutisna.

"Mereka diiming-imingi jabatan tinggi dan gaji besar dalam dolar. Ini penipuan publik," lanjut Iskandar.

Sebelumnya setelah ditelusuri, "Sang Raja" yang merupakan penipu ini diketahui berjualan angkringan di rumah kontrakannya di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

"Iya (rumah kontrakannya) untuk angkringan. Mulainya sudah hampir satu tahunan ini," jelas tetangga Toto, Deki Rinawan (31), kepada wartawan.

Deki sebenarnya telah lama menaruh curiga terhadap sosok Toto. Apalagi pribadi Toto dikenal tertutup dan tidak pernah berkegiatan dengan warga, termasuk tak pernah mengikuti gotong royong bersama.

"Jadi masyarakat tahunya juga baru kemarin, belum lama ini setelah heboh di Purworejo. Orangnya sering di dalam rumah, di lingkup (rumah kontrakan yang ditinggalinya)," tutupnya.

Toto dan teman perempuannya, Fanni, yang menjadi permaisuri Keraton Agung Sejagat dijerat dengan Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
(dari berbagai sumber)

Monday, January 13, 2020

Rusia Sebut Negara-negara yang Ancam Indonesia Jika Beli Jet Tempur Sukhoi Su-35

Rusia secara terang-terangan mengatakan bahwa ada sejumlah negara yang tidak menyukai rencana Indonesia membeli 11 jet tempur super canggih Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Jet Tempur Su-35 yang lebih canggih dan andal daripada jet-jet tempur terbaru bikinan Amerika Serikat

Wakil Duta Besar Rusia di Jakarta, Oleg V Kopylov, menuturkan beberapa negara itu bahkan mencoba mengancam agar Indonesia tak jadi membeli pesawat perang buatan Negeri Beruang Merah tersebut.

"Indonesia tetap berkeinginan untuk melanjutkan kontrak pembelian Sukhoi meski beberapa negara mencoba mengancam Indonesia. Tapi Indonesia tak merasa terancam, ini sangat bagus," kata Kopylov dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (18/12).

Namun, Kopylov enggan menjabarkan negara-negara yang mengancam Indonesia itu. Meski begitu, ia menyatakan kontrak pembelian jet tempur senilai Rp16,75 triliun itu masih terus berlanjut.

Kopylov juga mengatakan Moskow siap mengirimkan pesawat-pesawat itu ke Indonesia. Ia menuturkan

Selain itu, Kopylov menuturkan banyak dokumen dan hal ain yang perlu disiapkan Indonesia sebelum memiliki dan mengoperasikan Su-35 menjadi salah satu alasan proses pembelian memakan waktu panjang.

Dia juga tak menampik kemungkinan penjatuhan sanksi Amerika Serikat terhadap Indonesia menghambat proses pembelian Sukhoi ini.

"AS mencoba mencegah negara-negara sahabat kami untuk bekerja sama dengan Rusia, terutama dalam bidang militer. Semua orang tahu itu, namun kami berharap ini tidak akan mengganggu jalannya kontrak," kata Kopylov.

"Tapi, perundingan kontrak masih berjalan. Kami tidak dalam situasi tergesa-gesa, mendorong, apalagi mendikte Indonesia dalam kontrak pembelian ini. Kami terus terbuka untuk berunding soal ini," kata Kopylov.

Rencana Indonesia membeli 11 Su-35 ini sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun terakhir.

Sejumlah pihak menuturkan jet-jet tersebut akan tiba di Indonesia pada 2019. Namun, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah Indonesia apakah pembelian belasan pesawat itu dilanjutkan.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada akhir November 2019 lalu menuturkan akan mengkaji ulang rencana pembelian Sukhoi tersebut terutama dari sisi efisiensi anggaran dan keuntungan yang diperoleh Indonesia.

Sumber: CNN

(Foto & Bukti Jejak Digital) Selebgram Indonesia yang Suka Foya-foya Ini Dihujat Netizen Karena Minta Donasi Untuk Keperluan Pribadi

Jagat online Indonesia dihebohkan oleh kelakuan seorang selebgram cantik yang selalu memamerkan kehidupannya yang hedonis di media sosialnya, namun tanpa malu-malu meminta sumbangan (donasi) untuk keperluan pribadinya.

Selebgram cantik tersebut adalah Laura Anna. Ia merupakan selebgram yang beken. Hal tersebut bisa dilihat dari laman Instagram pribadinya @edlnlaura yang kini diprivate karena banjir bully-an.

Selebgram Laura Anna


Ia sering mengunggah momen-momen kesehariannya, mulai dari gaya, makeup, makanan, liburan, saat bersama sang kekasih, dan ketika menghabiskan waktu mencari hiburan.

Nah, Laura ini baru saja mengalami kecelakaan mobil bersama sang kekasih, Gaung Sabda Alam Muhammad alias Gaga.

Melalui tangkapan layar yang tersebar, Gaga menggalang dana di kitabisa.com untuk biaya pengobatan pasangannya, Laura.



Screenshot unggahan permintaan donasi di Kitabisa

Gaga menjelaskan bahwa Laura mengalami syaraf terjepit. Hal tersebut membuat Laura tidak bisa bergerak secara normal. Laura pun harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Umum Mayapada, Jakarta Selatan.

Pada awalnya Gaga meminta donasi sebanyak Rp 200 juta, namun tak lama kemudian turun menjadi Rp 50 juta. Karuan saja unggahan donasi tersebut menimbulkan kontroversi di tengah-tengah warganet.

Laura Anna sering memposting "petualangannya" bersama Gaga di akun media sosial miliknya


"Sehat foya-foya, sakit minta dibayarin netizen," demikian salah satu makian netizen.

Banyak warganet yang menghujat tindakan penggalangan donasi tersebut. Akibatnya, Gaga kemudian diketahui memutuskan untuk takedown laman dan membatalakan donasi di Kitabisa. Namun walau demikian, seperti dilansir Detikcom, mereka sudah sempat menerima donasi sebanyak Rp 49 juta.

Kebanyakan warganet sangat menyayangkan tindakan meminta donasi itu. Hal tersebut dianggap tidak patut dengan kehidupan mewah yang mereka sajikan di Instagram selama ini.

"Sekolah di luar negeri, hobi keliling dunia, masih bisa party, pesen kamar VIP, iPhone 11, Mobil? Punya. Rumah? Punya. Harus banget ya bikin galang dana?" komentar dari akun @moodieeyyyy.

"Nggak malu sama yang kondisinya jauh-jauh lebih susah?" lanjutnya





Beberapa postingan di akun IG @edlnlaura ysng sempat tertangkap sebelum diorivate

Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak hujatan netizen yang dirangkum dari laman chirpstory:







Bagaimana menurut pendapat pembaca yang budiman?

sumber: