Thursday, December 30, 2021

Gaya Hidup Gembong Kartel Narkoba di Meksiko: Barter Seks dengan Bedah Plastik

Negara bagian Sinaloa di bagian barat Meksiko adalah pusat kartel narkoba paling kuat dan kejam di negara itu.

Uang yang dihasilkan para gembong narkoba, atau lazim disebut narco, telah menyisakan jejak dalam hubungan antara narkoba dan perempuan muda. Hasil perdagangan obat-obat terlarang itu memicu obsesi terhadap operasi plastik.

Di atas meja kliniknya di Kota Culiacan, dokter Rafaela Martinez Terrazas meletakkan setumpuk permohonan dari sejumlah perempuan yang berharap menjadi pasiennya.

Kebanyakan dari perempuan itu mendambakan prosedur yang dikenal sebagai 'estetika narkotik'.

"Pinggang yang lebih kecil dan terlihat. Pinggul yang lebih lebar dan bokong lebih besar. Dan jika kita berbicara tentang payudara, mereka umumnya ingin yang berukuran besar," kata Martinez.

Perempuan dengan penampilan hiper-feminis seperti ini sering disebut dengan istilah la buchona di Meksiko.

Bukan cuma secara fisik, terminologi ini juga dikaitkan pada perempuan yang menyukai produk fashion mencolok dan kekasih bandar narkotik.

"Pasien saya rata-rata berumur 30-40 tahun. Tapi sangat sering perempuan yang lebih muda juga datang. Bahkan ada di antara mereka yang di bawah umur, di bawah 18 tahun," ujar Martinez.

"Mereka bersaing satu sama lain, siapa yang memiliki tubuh terbaik atau pinggang terkecil," tuturnya.

Para perempuan dan remaja itu datang berkonsultasi bersama ibu atau teman mereka. Namun ada pula yang datang dengan seorang laki-laki atau sendirian.

"Seringkali mereka datang bersama pacar yang membayar biaya operasi. Ada sejumlah laki-laki yang menelepon saya dan berkata, 'Hai dokter, saya akan mengirim seorang gadis untuk Anda operasi.'

"Seorang laki-laki menelepon saya dan berkata, 'Salah satu gadis saya akan datang menemui Anda. Sekarang dokter, Anda tahu apa yang saya suka. Jangan perhatikan yang dia katakan, untuk itulah saya membayar Anda'," kata Martinez.

"Saya berkata kepada laki-laki itu untuk menyelesaikan perdebatan itu dengan kekasihnya karena ketika pasien di ruang operasi saya, dia adalah orang yang akan membuat keputusan."

Apa itu "La Buchona"?

Asal usul istilah ini masih diperdebatkan, tapi digunakan untuk merujuk penampilan fisik serupa jam pasir yang disempurnakan lewat bedah plastik, pakaian mencolok, dan aksesori mahal.

Para bandar narkotik di Meksiko yang dikenal dengan sebutan narcos menyukai perempuan yang masuk kategori la buchona. Namun banyak juga perempuan yang mengadopsi gaya ini karena alasan tren, bukan karena berhubungan dengan bandar narkotik.




Penampilan seperti Kim Kardashian (foto di atas) terkadang disebut buchona.

Seorang laki-laki telah mengirim sekitar 30 perempuan ke dokter Rafaela Martinez untuk menjalani operasi plastik.

Dengan harga sekitar US$6.500 atau Rp94 juta untuk lipo-sculpture atau tindakan menghilangkan lemak tertentu, prosedur ini jelas tidak murah.

Namun seringkali Martinez menerima bayaran secara tunai. "Jelas, dalam kasus ini, uangnya berasal dari perdagangan narkotik," kata Martinez.

"Dulu saya bilang, 'Ini jelas tidak baik.' Sekarang, bukannya saya berubah pikiran, tapi saya tidak lagi terlalu memikirkannya sebelum mengoperasi.

"Perekonomian di Sinaloa, dari bisnis restoran, bar, hingga rumah sakit, bergantung pada perdagangan narkotik," ujarnya.

Martinez mencoba menasihati perempuan yang operasinya dibayarkan oleh seorang kekasih.

"Saya bertanya kepada pasien apakah dia baik-baik saja tentang operasi yang dia inginkan. Terkadang mereka berkata, 'Tidak apa-apa, apa pun yang dia inginkan.'

"Dan saya menjelaskan kepada mereka bahwa setelah beberapa saat, mereka tidak akan menjadi pacar mereka lagi, tapi tubuh itu akan adalah milik mereka selama sisa hidup mereka.

"Jadi mereka harus memilih apa yang mereka inginkan, bukan apa yang kekasih mereka kehendaki," ucapnya.

Di ruang konsultasinya, Martinez melihat bukti hubungan semi-kontrak, seringkali bersifat sementara antara seorang laki-laki dan perempuan. Ini adalah hubungan pribadi yang terbentuk di Sinaloa. Beberapa kalangan menilai ini adalah dampak buruk perdagangan narkotik.

"Untuk seorang bandar narkotik, memiliki perempuan cantik sangat penting. Ini seperti ciri khas setiap bandar," kata Pedro, bukan nama sebenarnya.

Pedro adalah pria bertubuh kekar berusia 30-an tahun yang tidak ingin diidentifikasi. Dia mengaku berprofesi sebagai pelatih olahraga yang memliki klien lingkaran perdagangan narkotik di Sinaloa.

"Laki-laki bersaing satu sama lain untuk perempuan. Istri Anda adalah seseorang yang akan berada di rumah menjaga anak-anak Anda. Perempuan lain yang Anda miliki lebih seperti piala," ujarnya.

Istri bandar narkotik
Emma Coronel Aispuro adalah istri Joaqun 'El Chapo' Guzman. Suaminya adalah mantan pemimpin kartel Sinaloa yang terkenal.

Juni lalu dalam proses persidangan di Washington DC, Amerika Serikat, Emma mengaku bersalah atas konspirasi mendistribusikan narkotik dan berbagai tuduhan lainnya.

Emma dikabarkan pertama kali bertemu Guzman saat masih remaja, di sebuah kontes kecantikan di Durango, Meksiko, pada tahun 2007. Pada pertemuan itu, Emma setuju untuk menikah dengan Guzman.

Emma Coronel Aispuro, istri pemimpin kartel narkoba Sinaloa


Dan menurut Pedro, ada sesuatu yang lebih mendasar di ketimbang keharusan dalam urusan jual-beli narkotik.

"Laki-laki dimotivasi oleh nafsu terhadap bokong dan payudara besar. Lebih dari apa pun, dasarnya adalah itu nafsu," ujarnya..

Pedro telah membayar biaya operasi plastik untuk dua perempuan.

"Mungkin orang yang Anda kenal memberitahu Anda, 'Teman saya ingin payudaranya dioperasi atau pantat dan hidungnya diperbaiki. Dia mencari sponsor.'

"Dan jika laki-laki itu tertarik pada perempuan tersebut, dia akan menjadi sponsor atau ayah baptisnya," kata Pedro.

Sebuah kesepakatan pun dilakukan.

"Jadi seorang perempuan mungkin berkata, 'Oke, tubuh saya milik Anda selama enam bulan jika Anda membayarkan biaya operasi saya'," kata Pedro.

Dan kontrak informal ini mungkin tidak hanya untuk berlaku operasi.

"Seringkali jika seorang perempuan bukan dari keluarga kaya, mereka mencari pacar yang bisa mendukung keinginan mereka," ucap Pedro.

"Jadi perjanjian itu mungkin untuk hal-hal seperti pembelian mobil, rumah, barang mewah atau memberi sejumlah uang."

Di Sinaloa, daerah dengan kemiskinan akut dan ancaman kematian yang besar akibat begitu banyak kelompok bersenjata, seorang 'ayah baptis' tidak hanya dapat memberikan kenyamanan untuk perempuan, tapi juga perlindungan.

Inilah yang dicari Carmen (sekali lagi, bukan nama sebenarnya) ketika dia membuat perjanjian dengan bandar narkotik.

Carmen tinggal di Culiacan, kota terbesar di Sinaloa. Dia berasal berasal dari desa miskin yang kerap dilanda kematian anak akibat kelaparan.

"Saya menginginkan kehidupan yang tidak bisa diberikan keluarga saya karena kemiskinan," kata Carmen.

"Jadi ketika saya berusia 16 tahun, saya memberi tahu ibu saya bahwa saya akan hidup sendiri. Saya ingat nenek saya berkata, 'Tapi kamu masih anak-anak, apa yang akan kamu lakukan?' Dan saya berkata, 'Saya punya tangan dan kaki, dan saya cerdas. Saya bisa bekerja'," ujarnya.

Carmen pindah ke Culiacan dan tinggal bersama salah satu dari banyak keluarga yang terkait dengan kejahatan terorganisir.

Namun di rumah ini dia diserang secara seksual. Carmen mengambil kesempatan dan menceritakan peristiwa itu pada seorang laki-laki yang ditemuinya.

"Dia melihat saya sangat takut dan dia berkata, 'Simpan nomor ponsel saya.' Saya menemukan keberanian untuk meninggalkan rumah itu dan tetap berhubungan dengannya."

Hubungan itu menjadi seksual.

"Dia mengatakan kepada saya, 'Kamu perempuan, kamu sendirian dan tidak ada yang melindungimu di Culiacan, kota yang berbahaya.'

"Dia berkata, 'Aku akan menjadi ayah baptismu.' Jadi saya menemuinya ketika dia ingin menemui saya, dan semua orangnya tahu siapa saya.

"Saya bisa berjalan-jalan di mana saja di Culiacan. Saya merasa sangat terlindungi bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan saya," ujarnya.

Carmen tidak tahu berapa banyak perempuan lain yang memiliki hubungan serupa dengan laki-laki tersebut.

Carmen berani dan tegas. Dia adalah perempuan muda yang bermimpi masuk universitas dan memiiki bisnisnya sendiri.

Carmen telah menghitung bahwa untuk mencapai cita-citanya itu di Sinaloa, dia harus menyerah pada keinginan seorang laki-laki yang dia anggap sangat berbahaya.

"Saya selalu takut padanya. Ketika saya bertemu dengannya, ada pembicaraan tentang mafia, tentang bisnis. Itu membuat saya takut," katanya.

"Saya mencoba melupakan yang saya dengar dan lihat, karena itu bisa membuat saya mendapat masalah.

"Mungkin pelindung saya tidak jahat, tapi dia melakukan hal-hal buruk. Dia mungkin tidak ingin menyakiti saya, tapi dia bisa melakukannya. Bagaimanapun dia bisa membuat saya tidak sadar apakah dia jahat atau tidak."

Carmen berada di bawah tekanan dari ayah baptisnya untuk menjalani operasi plastik untuk mengubah sosok mungilnya. Sejauh ini dia berhasil menghindar dibawa ke ruang konsultasi dokter.

"Saya pikir mereka yang menjalani operasi merasa tidak aman dan dibandingkan saya, mungkin mereka lebih tertarik untuk menjadi la buchona," ujar Carmen.

Obsesi para bandar narkotik dengan operasi plastik telah diketahui masyarakat Sinaloa. Papan iklan menampilkan dokter bedah, barang dagangan mereka muncul di seluruh Culiacan, meyakinkan calon klien bahwa mereka dapat membayar dengan cara mencicil jika tidak memiliki uang tunai.

Bukan hal yang aneh bagi seorang gadis remaja untuk mendapatkan bentuk payudara baru atau hidung yang dirombak sebagai hadiah ulang tahun atau Natal. Banyak laki-laki di kota ini juga menjalani operasi bedah.

Janette Quintero, perempuan yang memiliki salon kecantikan besar, telah menjalani lebih dari 20 bedah plastik.

Janette Quintero, salah satu perempuan di Sinaloa yang menjalani operasi plastik tanpa berkaitan dengan bandar narkoba


"Saya menyukainya. Bagi seorang perempuan, menjalani operasi adalah hal terindah di dunia, untuk mengubah hal-hal yang tidak Anda sukai dari tubuh Anda," katanya.

"Di usia 20-an tahun, saya adalah perempuan dengan bokong paling menonjol di seluruh Sinaloa! Saya ingin seperti yang lain," ujar Janette.

Dia berkata, saat ini mode sedang berubah. Beberapa perempuan ingin mengurangi ukuran payudara dan pantat mereka.

Namun Gabriela (juga bukan nama sebenarnya), seorang ibu tunggal berusia 38 tahun yang memiliki bisnisnya, tidak termasuk perempuan yang mengikuti tren terbaru itu.

Dia sangat menyenangi lekuk tubuh yang dia dapatkan setelah membiayai sendiri operasinya usai putus dari sebuah hubungan percintaan.

Operasi itu, kata Gabriela, telah meningkatkan harga dirinya, bahkan jika itu belum berhasil membantunya mendapatkan pasangan baru.

Jika banyak perempuan di Sinaloa melalui fase ingin menjadi pacar bandar narkotik, Gabriela sekarang menginginkan pria yang berbeda. "Seseorang yang cerdas, pekerja keras, dan setia," ujarnya.

Tetapi laki-laki dengan kriteria itu mungkin sangat langka di Sinaloa.

El Chapo (kiri) bersama mantan asisten pribadinya, Alex Chifuentes Villa dan seorang perempuan muda di lingkaran Kartel Sinaloa


"Sangat normal bagi seorang laki-laki untuk memiliki tiga atau empat perempuan serta pacar lainnya. Itu bagian dari budaya," kata Gabriela.

"Dan apa yang saya lihat dari waktu ke waktu adalah bahwa laki-laki menjadi lebih tidak tahu malu. Perempuan bertahan dalam kondisi itu karena mereka didukung secara finansial. Ada mata yang tidak melihat dan hati yang tidak merasakan," ujarnya.

Budaya narco telah membentuk gagasan bahwa perempuan adalah properti yang "dimiliki" laki-laki, kata Maria Teresa Guerra, seorang pengacara yang telah menghabiskan puluhan tahun mengadvokasi perempuan di Sinaloa.

Menurutnya, budaya ini meningkatkan risiko kekerasan terhadap perempuan, baik oleh kekasih mereka atau musuh pacar mereka.

"Perempuan dibunuh karena mereka adalah pasangan dari seorang bandar atau ketika seorang laki-laki merasa dikhianati.

"Narkotik mengirimkan pesan bahwa perempuan adalah milik mereka," kata Guerra.

Jumlah perempuan yang dibunuh menggunakan senjata api di Sinaloa dua kali lebih banyak daripada di negara bagian Meksiko lainnya.

Yang kami temukan di Culiacan adalah tingginya insiden kekerasan dan kekejaman terhadap perempuan. Tubuh mereka ditemukan bekas siksaan dan luka bakar," kata Guerra.

"Saya ingat kasus seorang perempuan muda. Pacarnya adalah bandar narkotik. Dia membayar untuk operasi kosmetiknya.

"Ketika dia terbunuh, para pembunuh mengarahkan peluru mereka ke payudara dan pinggulnya, bagian-bagian tubuhnya yang telah diinvestasikan dengan uang hasil perdagangan narkotik," ucap Guerra.

Seberapa sulit bagi seorang perempuan untuk berkata 'tidak' pada seorang bandar?

"Saya mengenal perempuan yang ingin melepaskan diri dari pengedar narkoba, tapi ini rumit," kata Guerra.

"Pihak berwenang masih tidak ingin menghadapi masalah budaya narkotik ini. Tidak ada perang serius melawan kejahatan terorganisir, masih ada keterlibatan otoritas.

"Perdagangan inilah yang dilindungi, bukan perempuan," ujarnya.

Carmen, yang berkomitmen pada hubungan berbahaya dengan kartel kelas berat, mungkin tidak begitu memahami hal ini. Atau setidaknya, dia menolak untuk terlibat dengannya.

Dia tidak tahu berapa lama lagi dia akan bisa menolak permintaannya untuk mengunjungi ahli bedah untuk memperbesar payudaranya atau membuat pantatnya lebih besar.

"Untuk saat ini, dia memperlakukan saya seperti seorang dewi," katanya.

Mungkin jawaban itu tepat. Tapi dia semestinya tidak berurusan dengan orang-orang bersenjata di Sinaloa.

Ada Dalilnya di Al Quran, Nabi Pernah Ucapkan Selamat Natal

Pendiri Pusat Studi Quran (PSQ) Quraish Shihab memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai bagaimana hukum umat Islam mengucapkan Selamat Natal kepada kaum Nasrani yang merayakan.

Ia pun memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan mengucapkan selamet Natal, asalkan ucapan tersebut tidak mempengaruhi akidah kita sebagai umat Islam.

Quraish Shihab


"Selama akidah etap terjaga, maka mau ucapkan 'Selamat Natal', boleh saja. Bahkan di Al Quran ada ucapan selamat Natal. Sosok yang pertama kali mengucapkannya adalah Nabi Isa. Dikatakan saat dia dahir, 'salam sejahtera bagiku pada kelahiranku'. Itu kan Selamat Natal," ujarnya dalam video Youtube Guzz TV Quraish Shihab pada 13 Desember 2021.

Lebih lanjut, ia juga memastikan perdebatan soal mengucapkan Selamat Natal hanya berlaku di sejumlah negara di Asia Tenggara.

"Di Mesir, Grand Syekh Al Azhar pergi berkunjung untuk mengucapkan Selamat Natal. Kita bergembira dengan kegembiraan mereka, tapi tidak mengganggu akidah kita. Itu boleh. Lakum diinukum wa liya diin. Saya kira itu, saya tidak sependapat dengan mereka yang melaran. Terlalu sempit pikirannya," tuturnya.

Sementara itu, dalam Youtube Najwa Shihab, Quraish menekankan, mengucapkan selamat Natal ke kaum Nasrani bukan hanya sekadar boleh, melainkan bagus.

"Kita tidak akan berkata boleh atau tidak, tapi sebenarnya bagus. Bagus kita ikut bergembira dengan kegembiraan siapa pun. Sebab, pada prinsipnya, dalam ajaran agama, siapapun orang itu, dia bisa jadi saudara seiman dengan kita, atau sekemanusiaan dengan kita," demikian tambah Quraish.

"Ketika dia bergembira, mari kita akut bergembira. Ketika dia bersedih, mari kita ikut belasungkawa. Semua dari kita, Islam, Katholik, Protestan, dan sebagainya semuanya mengagungkan Nabi Isa. Karena kehadirannya membawa ajaran dari sumber yang sama dimana Nabi Muhammad menerimanya," tambahnya.


Wednesday, December 29, 2021

Oknum Pendeta di Medan Ini Cabuli 6 Siswinya

Kasus percabulan yang dilakukan oleh oknum yang seharusnya mengajarkan akhlak kembali terjadi.

Seorang pendeta sekaligus kepala sekolah di Medan, Sumatera Utara divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan. 

Suasana sidang pengadilan terhadap oknum pendeta bernama Benyamin Sitepu yang menjadi predator seksual

Oknum pendeta bernama Benyamin Sitepu itu diadili karena mencabuli enam siswinya yang masih di bawah umur. Putusan perkara itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Zufida Hanum di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri Medan, Rabu 29 Desember 2021. 

"Menjatuhkan pidana terhadap diri terdakwa Benyamin Sitepu dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," sebut hakim. 

Tidak hanya pidana fisik, Benyamin juga dibebani membayar denda sebesar Rp 60 juta. "Dengan ketentuan jika tak sanggup membayar diganti dengan pidana kurunan selama 3 bulan," beber majelis. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta agar Benyamin dihukum 15 tahun penjara. 

Atas putusan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menyatakan pikir-pikir. "Kita akan lapor ke pimpinan dulu," ucapnya usai sidang. Sejumlah keluarga korban yang hadir di ruangan sidang histeris usai hakim membacakan tuntutan. Mereka tak terima dengan putusan yang dinilai ringan itu. Tetapi tak satu pun dari mereka ingin berbacara kepada media. 

Kuasa hukum korban, Ranto Sibarani juga menyayangkan putusan ringan itu. "Kami perlu menyampaikan bahwa putusan tersebut tidak memberikan sukacita kepada keluarga korban maupun korban," kata Ranto.

Dia menilai, putusan hakim tersebut tak mencerminkan keadilan, terutama bagi korban yang sampai kini masih trauma dengan aksi pencabulan itu. 

Pihaknya juga yakin, selain enam korban yang berani bicara, ada korban lain dari aksi bejat pendeta itu. "Kami yakin masih ada korban lain," ungkapnya. 

Dia berharap, jaksa segera mengajukan banding atas putusan itu. Pihaknya juga akan mengadukan hal itu kepada Komnas Perlindungan Anak, Mahkamah Agung dan Presiden bahwa majelis hakim tidak mampu menjatuhkan hukuman yang memberi efek jera terhadap predator seks anak seperti Benyamin. "Kami meminta MA untuk mengevaluasi putusan itu," pungkasnya. 

Kasus pencabulan ini terungkap pada Maret 2021 setelah salah seorang korban buka suara terkait tindakan kepala sekolah swasta itu. 

Modus yang digunakannya dalam menjalankan aksinya adalah dengan cara memanggil korban untuk datang ke ruangannya. 

Beberapa korban dibawa ke hotel dan rumah pendeta itu. Bahkan, salah satu korban dipaksa untuk melakukan oral seks di dalam kamar hotel.

Tuesday, December 28, 2021

Indonesia Tak Sebodoh yang Dikira, Walau Batal Beli Su-35, Indonesia Mengeruk Jumlah Uang Fantastis dari Amerika

Pada bulan Juni 2017, Rusia dan Indonesia dikabarkan telah sepakat menandatangani perjanjian kontrak pengiriman pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 hingga akhirnya terhalang oleh Amerika Serikat (AS).

Dengan dibayangi ancaman sanksi CAATSA dari AS, Indonesia akhirnya mengumumkan pembatalan kontrak pembelian jet tempur Su-35 dari Rusia. 

Jet tempur Sukhoi Su-35


Padahal, RI telah menunggu lama untuk bisa mempersenjatai TNI-AU untuk mengawal kedaulatan wilayah udara dengan Su-35 yang terkenal dengan manuver patukan ular kobra.

Kabar mengenai pembatalan pembelian Su-35 oleh RI sebelumnya telah bocor di laporan Kongres AS.

Dikutip dari Bulgarian Military, Kongres AS mengumumkan dalam sebuah laporan baru-baru ini tentang pemutusan akhir kontrak Indonesia untuk pasokan 11 unit pesawat tempur Su-35. Kabar tersebut pun diamini oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Fadjar Prasetyo.

Dikutip dari Antara, Marsekal Fadjar Prasetyo saat berbincang dengan media massa pada acara Press Tour and Media Gathering di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu 22 Desember 2021 mengumumkan kabar tersebut. Indonesia terpaksa meninggalkan rencana pembelian Su-35 tersebut.

"Sukhoi Su-35 dengan berat hati ya kita harus sudah meninggalkan perencanaan itu, karena kan kita harus kembali lagi dari awal kita sebutkan bahwa pembangunan kekuatan udara sangat bergantung dari anggaran," jelas Fadjar.

Namun, Indonesia tidak sebodoh yang dikira banyak orang.

Indonesia sendiri memang lebih mementingkan amannya nilai perdagangan dengan AS karena nilai perdagangan kedua negara cukup tinggi.

Sebagai Catalan, dilansir dari situs bi.go.id nilai perdagangan Indonesia-AS pada Januari-September 2021 surplus 25,07 miliar dollar AS alias hampir menyentuh 354 triliun Rupiah dalam setahun. Data tersebut bahkan dikuatkan oleh situs resmi perdagangan pemerintah AS yaitu census.gov

Dan pada Januari-Oktober 2021, Indonesia berhasil "membalas eendam" dengan mengeruk uang dari AS sebesar 14,192 miliar dollar AS karena ekspor Indonesia membanjiri negeri Paman Sam tersebut. Sedangkan ekspor AS ke Indonesia mengalami penurunan drastis.

Nah, bila sanksi CAATSA dijatuhkan maka Indonesia tidak bisa mengeruk duit dalam jumlah fantastis dari AS. Jadi sangatlah tepat bila Indonesia tidak jadi membeli Su-35, sebab ada uang ratusan trilliun Rupiah yang bakalan lenyap seketika apabila Indonesia kena sanksi CAATSA.

Dan, Indonesia sendiri pun punya taktik cerdik menghadapi pembatalan pembelin jet tempur Su-35 tersebut.

Baru hitungan sehari setelah jet tempur Su-35 diumumkan batal dibeli, Indonesia rupanya tidak kehilangan akal untuk bekerja sama dengan negeri Beruang Merah tersebut.

Pasalnya, menurut rilis yang diterima dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama konkret di berbagai bidang dalam rangka mendorong upaya pemulihan ekonomi.

Komitmen ini terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Ny. Lyudmila Georgievna Vorobieva di Kantor Kemenko Perekonomian pada Kamis 23 Desember 2021.

Dalam pertemuan tersebut telah dibahas beberapa isu kerjasama strategis kedua negara antara lain mengenai rencana penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama di bidang perdagangan, ekonomi dan teknik (SKB) ke-13 RI-Rusia back-to-back dengan rencana Pameran Industri INNOPROM: Industrial Exposition and Business Dialogue yang untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di Jakarta pada 10-12 Maret 2022.

Selain menghadirkan pelaku industri dari kedua negara, pameran tersebut direncanakan akan menghadirkan para pelaku usaha dan industri kawasan Eurasia dan kawasan Asia Tengah serta beberapa perusahaan dari kawasan Asia Tenggara lainnya. 

"Dua kegiatan ini akan memainkan peran penting sebagai platform of collaboration dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerjasama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, inrestas dan industri antara Indonesia dan Rusia, terlebih kegiatan akan berlangsung di masa Presidensi Indonesia di G20," ungkap Menko Airlangga.

Di samping event bersama yang tengah dimatangkan oleh RI dan Rusia tersebut, Menko Perekonomian RI serta Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia juga membahas berbagai isu dan potensi kerjasama strategis yang menjadi perhatian kedua negara, antara lain kerjasama di bidang industri kedirgantaraan dan antariksa, energi, infrastruktur transportasi dan perkeretaapian, industri perkapalan, produk peternakan serta platform ekonomi digital.

Sebagai info tambahan, saat ini Rusia menempati peringkat ke-37 negara investor di Indonesia yang berarti masih ada banyak ruang untuk Rusia meningkatkan jumlah investasinya di Indonesia.

Dilarang Dijual ke Negara Lain, Radar Vera NG Indonesia Sulut Emosi AS Karena Buat Jet Tempur Siluman F-35 Tak Berdaya

Pada awal pembuatannya, Amerika Serikat (AS) melakukan promosi yang gencar tentang kehebatan pesawat jet tempur terbarunya yaitu F-35.

F-35 pun juga ramah terhadap kantong namun tetap mempunyai kemampuan dan kecanggihan terbaiknya sehingga dianggap sebagai kekuatan armada udara masa depan militer AS.

Namun, ternyata AS tampaknya melupakan sebuah fakta bahwa bisnis teknologi militer dan pertahanan merupakan sebuah lingkaran setan yaitu dimana sebuah persenjataan canggih dirilis maka setidaknya ada satu atau lebih penangkalnya yang sudah atau sedang dibuat.

Itulah yang terjadi pada jet tempur kebanggaan AS ini, F-35 yang tentunya juga akan mendapatkan inovasi-inovasi untuk mengelabui sistem penangkal tersebut.

Salah satu sistem pertahanan militer yang menjadi "penawar" F-35 tersebut adalah radar pasif Vera NG buatan Omnipol Group, sebuah perusahaan persenjataan militer asal Republik Ceko. Dan Indonesia pun ditenggarai sudah membeli unit radar Vera NG ini untuk melindungi wilayah udaranya.

Namun mengenai berapa unit yang sudah dibeli dan dimana radar canggih tersebut akan ditempatkan hingga kini masih menjadi rahasia.

Secanggih apakah radar Vera NG ini?

Vera NG merupakan Passive Surveillance ESM Tracker Radar yang khusus dibuat untuk mampu mendeteksi keberadaan jet tempur siluman sekelas F-35 dan J-20 milik China.

Radar Vera NG juga bisa mengacaukan pantauan radar milik Lawan baik yang berasal dari pesawat, kapal perang bahkan satelit sekalipun.

Selain itu, radar ini juga bisa melakukan pengacakan terhadap aktifitas spionase jenis Electronic Intelligence (ELINT) milik lawan, sehingga data-data penting yang ama krusial sangat aman berkat adanya radar Vera NG ini.

Walaupun amat canggih, ternyata operasional radar Vera NG ini amat ringkas sehingga bisa dipindah-pindahkan serta dibawa kemana saja dengan menggunakan trük kecil bahkan membawanya menggunakan mobil pick-up kecil pun bisa.

Radar Vera NG ini amat ringkas sehingga bisa dipindah-pindahkan secara cepat dan mudah


Daya jangkau spaan radar Vera NG ini pun amat jauh yaitu bisa mencapai 400 km dari titik tempatnya dioperasikan.

Selain melakukan pembelian radar Vera NG ini, Indonesia juga dikabarkan hendak menjalin kerja sama dengan Republik Ceko untuk pembuatan radar (transfer teknologi) walau tidak diketahui jenis radar apa yang menjadi basis kerjasama kedua negara ini.

"CSG Aerospace mendapatkan berbagai macam teknologi alutsista mutakhir hasil penelitian dan pengembangan, dengan harapan bahwa kedepannya industri pertahanan Indonesia bisa terlibat dalam program Transfer of Technology (toT), khususnya teknologi radar," tulis kemhan.go.id

Karena Vera NG ini bisa mengancam eksistensi F-35 lantaran bisa membuat pesawat jet tempur siluman tersebut tidak berdaya.

Terlebih lagi pihak Republik Ceko lebih terbuka dalam proses penjualan Vera NG ke negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Hal tersebut karuan saja membuat AS melalui NATO saat ini melarang penjualan radar VERA NG ke negara lain karena bisa merusak citra serta omzet penjualan F-35 Lightning II tersebut.

Monday, December 27, 2021

Sebelum Tobat, Satu dari Sembilan Wali (Wali Songo) Ini adalah Seorang Begal

Raden Syahid merasa prihatin melihat keadaan masyarakat Tuban akibat upeti dan kemarau panjang. Ia membongkar gudang kadipaten dan bagikan bahan makanan kepada orang-orang yang memerlukannya. Sayangnya, dia tertangkap basah dan dihadapkan kepada ayahnya, Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Merasa tercoreng, Tumenggung Wilatikta mengusir Raden Syahid.

Pengusiran tersebut tidak membuat jera Raden Syahid. "Dia malah melakukan perampokan dan pembegaan terhadap orang-orang kaya di Kadipaten Tuban," tulis Achmad Chodjim dalam Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat.

Raden Syahid pun kembali tertangkap lagi dan diusir keluar dari Kadipaten Tuban. Dia melangkahkan kakinya sampai di hutan Jati Wangi. Dia melihat Sunan Bonang, tapi tidak mengenal siapa sebenarnya orang tua itu. "Karena itu, wali tua itu pun hendak dimangsanya. Pikirnya, ada orang kaya yang bisa dibegal," tulis Chodjim.

Sunan Kalijaga


Raden Syahid berhasil melumpuhkan Sunan Bonang yang lantas diminta menyerahkan barang bawaannya. Sunan Bonang tidak mau menyerahkannya. Lalu, Raden Syahid mengatakan untuk menekan Sunan Bonang bahwa tujuannya membegal adalah untuk monolong orang-orang miskin.

Cerita lain menyebutkan, Sunan Bonang menasihati Raden Syahid bahwa harta hanya titipan Tuhan. Dia memamerkan kesaktiannya menunjuk pohon aren dan tiba-tiba buahnya menjadi emas. Raden Syahid terperangah, meminta maaf dan lantas bertobat.

"Pertemuan dengan Sunan Bonang itulah yang membuat Raden Syahid menjadi tercerahkan hidupnya," tulis Chodjim. "Ia akhirnya menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya itu meski tampak Julia, tetapi tetaplah merupakan jalan yang salah,"

Raden Syahid pun memohon kepada Sunan Bonang agar diangkat sebagai muridnya. Sunan Bonang mengabulkannya dengan syarat harus bersemedi di pinggir kali sampai dia remblai. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang mendapati Raden Syahid masih bersemedi. Badannya dirambati rerumputan. Sunan Bonang pun takjub dengan keteguhan hati Raden Syahid. Sejak itu, Raden Syahid pun resmi berguru kepada Sunan Bonang, kemudian kepada Sunan Ampel dan Sunan Giri.

Menurut Umar Hasyim dalam Sunan Kalijaga, Raden Syahid kemudian berganti nama menjadi Kalijaga yang artinya "penjaga kali". Ada yang menafsirkan "penjaga kali" sebagai orang yang menjaga semua aliran (kali sebagai air yang mengair) atau kepercayaan yang bidup di masyarakat. Sebab, beliau merupakan satu-satunya wali yang paham dan mendalami segala pergerakan dan aliran atau agama yang hidup di masyarakat.

Sunan Kalijaga juga dikenal dengan nama Syekh Sa'id atau Syekh Malaya karena dia berdakwah hingga ke Semenanjung Malaya. Dia diakui juga sebagai tabib karena menyembuhkan Raja Pattani dari penyakit kulit yang parah.

Pendapat lain dengan segala argumen dan sanggahannya menyebut Kalijaga keturunan Arab dan Namanya berasal dari Bahasa Arab: Qodli Maka, yang berarti hakim suci atau penghulu. Ada juga yang menyebut dia keturunan Tionghoa: nama kecilnya Said dari sa-it (sa = 3, dan it = 1; maksudnya 31) sebagai peringatan waktu lahir ayahnya berusia 31 tahun. Ketika sudah menjadi Sunan Kalijaga, dia bernama Tionghoa Gan Si Cang, anak Gan Eng Cu alias Arya Teja, Kapten Tionghoa yang berkedudukan di Tuban. Arya Teja adalah mertua Bong Swi Hoo atau Sunan Ampel.

Namun, menurut Chodjim, Tumenggung Wilatikta atau Arya Teja IV merupakan keturunan Arya Teja III, dan berpangkal pada Arya Teja I. Sedangkan Arya Teja I adalah putra dari Arya Adikara atau Ranggalawe, salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Karena itu, Arya Teja IV menjadi Adipati Kadipaten Tuban yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Menurut Hasyim, Sunan Kalijaga adalah salah satu dari sembilan wali yang paling tenar di kalangan masyarakat karena dia satu-satunya yang paling berhasil dan sebagai manusia yang komplet. "Kecuali sebagai mubaligh, beliau juga adalah seniman, budayawan, politikus, ahli tasawuf, ahli filsafat, dan cendekiawan," tulis Hasyim.

Sunan Kalijaga berdakwah ke berbagai pelosok, menyelami kehidupan rakyat biasa, namun juga tetap dapat bergaul dengan kalangan atas: bangsawan, ningrat, dan cendekia. Sebagai seniman, dia menciptakan seni batik bermotifkan burung dalam berbagai bentuk dan menciptakan baju taka.

"Surjan Jawa yang simula lengan baju pendek, diganti dengan lengan panjang. Dengan ikreasi semacam inilah Sunan mengajarkan Islam tanpa menimbulkan konflik di masyarakat," tulis Achmad Chodjim dalam Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat.

Sunan Kalijaga juga mengarang tembang Jawa, Ilir-ilir; menciptakan seni ukir berupa dedaunan, bentuk gayor atau alat menggantungkan gamelan, alat-alat rancakan gamelan, peti-peti klasik, bentuk ukiran rumah-rumah adat di Kudus, Demak, dan Gresik. Dia juga menciptakan gamelan yang disebut Gong Sekaten, yang berasal dari kata sahadatain (dua kalimat sahadat).

Yang paling melekat pada Sunan Kalijaga adalah wayang sebagai media dakwah. Dia membuat wayang kulit hasil pengembangan dari wayang beber pada 1437. Dia juga berperan dalam pembângunan Masjid Demak, terutama dalam membuat solo total (tiang terbuat dari serpihan-serpihan kayu).

Dalam pemerinthan, Sunan Kalijaga pernah menasihati Raden Patah, Raja Demak, agar tidak menyerang Majapahit. Alasannya, menurut Hasyim, Raja Majapahit Brawijaya V adalah ayah dari Raden Patah sendirie, tidak mengganggu masyarakat Islam; banyak diantara keluarga dan pejabat kerajaan di Majapahit telah masuk Islam; serta Majapahit sudah lemah dan akan jatuh dengan sendirinya. Kemungkinan besar karena Sunan Kalijaga menyadari leluhurnya berasal dari Majapahit.

Namun, Raden Patah bergeming dan tetap menyerang Majapahit. Setelah serangan pertamanya (1524-1526) gagel, serangan kedua dipimpin Sunan Kudus pada 1526 dan pada 1527 baru berhasil menjatuhkan Majapahit.

Sunan Kalijaga menikah dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishak dan dikaruniai tiga orang anak: Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rukayah, dan Dewi Sofiyah

Tuesday, December 21, 2021

Ini Video Viral Petugas SPBU di Bintaro Lakukan Kecurangan Mengurangi Jumlah Liter BBM Pelanggan

Sebuah video yang menampilkan petugas SPBU melakukan kecurangan dengan mengurangi jumlah liter BBM yang dibeli pelanggan, viral di media sosial. 

Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @romansasopirtruck pada Senin (20/12/2021). 

Screenshot petugas SPBU Pertamina di Bintaro yang mencurangi dan menipu pelanggan

"SPBU curang di Bintaro, Jaksel. Ngisi 13 liter, diambil 9 liter," demikian tulis akun Instagram tersebut. Dalam video itu terdengar kemarahan seorang pelanggan di dalam mobil yang mengetahui jumlah liter BBM yang dibeli tidak sesuai. Di mana, perekam video mengatakan membeli BBM Rp 100.000. Namun, oleh petugas SPBU hanya diisi 9 liter. 

Kesaksian pelanggan 

Menurut pelanggan, untuk pembelian Rp 100.000, BBM yang didapat mestinya lebih dari 13 liter. 

"Siapa nama kamu, orang isi Rp100.000 harusnya lebih dari 13 liter kamu malah catut 9 liter. Saya viralin kamu yaa. Sembarangan kamu begitu-begitu ya," kata perempuan yang merekam video tersebut. 

Tak sampai di situ, amarah pelanggan yang kecewa atas perbuatan curang petugas SPBU juga menanyakan atasannya. Namun tidak dijawab dengan jelas. 

"Siapa atasan kamu, saya laporin kamu ke atasan kamu. Sudah berapa mobil kamu giniin," tanya pelanggan dengan nada tinggi.

Pada akhir video, petugas SPBU tersebut mengaku baru pertama kali melakukan penipuan tersebut kepada pelanggan.

Hingga Selasa (21/12/2021) pagi, unggahan video tersebut telah disukai 6.236 kali dan dikomentari lebih dari 300 kali oleh warganet.


Terkait video viral tersebut, bagaimana tanggapan Pertamina? 

Telah diberikan sanksi

Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini, Irto menegaskan, oknum petugas SPBU yang melakukan kecurangan tersebut telah diberikan sanksi tegas berupa pemberhentian. 

"Menindaklanjuti adanya kecurangan yang dilakukan oleh operator SPBU 34.152.09, Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) telah memberikan sanksi pemberhentian kepada yang bersangkutan," katanya, dalam keterangan tertulis pada Selasa (21/12/2021). 

Dia menjelaskan, pemberian sanksi pemberhentian dilakukan setelah yang bersangkutan terbukti melakukan kecurangan saat melakukan pengisian bahan bakar kepada salah satu pelanggan SPBU. 

Adapun kejadian itu terjadi pada Jumat (17/12/2021) sore. 

Komitmen Pertamina 

Pemberhentian yang bersangkutan sebagai operator SPBU efektif per tanggal 20 Desember 2021. 

"Pertamina terus berkomitmen untuk memastikan pelayanan dan seluruh operasional SPBU berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas dia. Lebih lanjut, Irto menyampaikan ucapakan terima kasih kepada seluruh pelanggan Pertamina yang telah menegur dan menyampaikan laporan pada saat kejadian. 

Pertamina, imbuhnya, akan terus mengevaluasi dan menerima seluruh laporan yang diberikan oleh masyarakat. "Kami sangat berterima kasih atas masukan dan laporannya, Ini menjadi bahan evaluasi kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan Pertamina," terangnya. 

"Untuk transaksi yang lebih aman kami juga memiliki MyPertamina di mana seluruh proses transaksi tercatat lebih transparan," tandas Irto.


Monday, December 20, 2021

Enam Istri Sunan Gunung Jati

Sang Wali yang tersohor ini menggunakan pernikahan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam.

Sudah lama pernikahan menjadi sarana penyebaran agama. Hal itu pernah dilakukan oleh Sunan Gunung Jati. saat proses penyebaran agama Islam di daerah Priangan. Sang Wali tidak hanya memperistri satu orang saja, atau empat sesuai ajaran Islam, melainkan enam orang walau dalam waktu yang tidak bersamaan.

Makam Sunan Gunung Jati yang selalu dipenuhi oleh peziarah


Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, M.C. Ricklefs menjelaskan jika jalinan pernikahan menjadi Salah satu cara efektif untuk menyebarkan ajaran agama Islam. "Sunan dan para penggantinya dianggap memainkan peranan penting dalam menyiarkan agama Islam...melalui penaklukkan, perkawinan-perkawinan, ataupun melalui dakwah para bekas muridnya".

Tidak dijelaskan siapa istri pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya dari Sang Sunan Gunung Jati. Namun yang pasti pernikahan beliau dilakukan dalam rentang waktu yang berbeda. Dalam sebuah naskah tasawuf tidak berjudul, yang kemudian diberi nama Naskah Kuningan: Sejarah Wali Syekh Syarif Hidayatullah-Sunan Gunung Jati, terjemahan Amman N. Wahyu diketahui bahwa pernikahan Sunan Gunung Jati dilakukan setelah ia selesai bergrug kepada seorang ahli qiro'at (membaca Al-Quran) bernama Pangeran Makdum, putra Raja Andalusia.

Naskah Kuningan sendiri ditulis dalam huruf Arab Pengon, dan menggunakan bahasa Jawa Kuno dialek Cirebon dan Sunda. Menurut Amman, naskah babad tersebut berisi rangkaian tembang yang terdiri atas 21 pupuh, 170 Saleh, dan 1.480 padan. Dalam naskah asli yang diterjemahkan oleh Amman tersebut tercantum waktu penulisan naskah, yang jika dikonversikan ke dalam penanggalan Masehi menjadi 4 April 1880 M.

Berikut nama-nama perempuan yang pernah menjadi istri Sunan Gunung Jati:

Nyi Gedeng Babadan

Setelah selesai belajar, sang guru Pangeran Makdum menyuruh Sunan Gunung Djati untuk berjalan ke arah barat. Di sana ia harus menemui Gedeng Babadan alias Maulana Huda dan memperdalam agama Islam bersamanya. Selama proses belajar di barat, Pangeran Makdum meyakini Sunan Gunung Jati akan menemui jodohnya. "Maka Syekh Maulana Jati mengikuti petunjuk itu dan pergi ke arah barat, ke Banten," tulis Amman.

Setiba di Banten, Sunan Gunung Jati menemukan Maulana Huda sedang dirundung keresahan. Musibah kekeringan yang menimpa Banten selama beberapa tahun telah menghancurkan pertanian rakyat. Dalam Naskah Kuningan, dikisahkan jika Sunan Gunung Jati membantu mengatasi masalah kekeringan tersebut.

Melihat tanahnya kembali subur, Maulana Jati sangat senang. Ia pun menerima pendatang itu dan bersedia mengajarinya. Dalam prosesnya, Sunan Gunung Jati lalu dengan putri Maulana Huda yaitu Nyi Gedeng Babadan. Namun sayang, pernikahannya tersebut tidak menghasilkan keturunan. Naskah Kuningan meyakini bahwa Nyi Gedeng Babadan adalah istri pertama Sunan Gunung Jati.

Nyi Rara Jati

Setelah kembali dari Banten, Sunan Gunung Jati mulai menyebarkan agama Islam di Cirebon dan sekitarnya. Ia kemudian bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi tau yang dikenal juga sebagai Syekh Nurjati, yang menjadi salah seorang penyebar ajaran Islam pertama di Cirebon. Keduanya saling belajar, dan sama-sama menyebarkan ajaran Islam di tanah Sunda.

Sunan Gunung Jati kemudian dikenalkan oleh Syekh Nurjati kepada putrinya, Nyi Rara Api atau Nyi Rara Jati. Keduanya pun berjodoh. Dalam sebuah naskah ilmu tasawuf, Naskah Mertasinga, diiterbitkan dalam buku Sejarah Wali: Syekh Syarif Hidayatullah-Sunan Gunung Jati hasil terjemahan Amman N. Wahyu, disebutkan jika pernikahan Sang Sunan tersebut dikaruniai dua orang putra, yaitu Pangeran Jayakalana dan Pangeran Bratakalana.

Di dalam Naskah Mertasinga terdapat sepenggal kisah kehidupan Sang Wali, termasuk ajarannya selama proses penyebaran agama Islam di Cirebon dan sekitarnya.

Nyi Mas Pakungwati

Pernikahan Sunan Gunung Jati selanjutnya dianggap sebagai perjodohan yang paling berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Cirebon dan Priangan. Penelitian yang dilakukan oleh A. Sobana Hardjasaputra dan Tawalinuddin Haris dalam buku Cirebon dalam Lima Zaman: Abad ke-15 hingga Pertengahan Abad ke-20 menyebut bahwa Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaannya kepada Sunan Gunung Jati.

Saat itu, Sunan Gunung Jati telah resmi menikah dengan putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis, yaitu Nyi Mas Pakungwati. Setelah mendapat kedudukan sebagai penguasa Cirebon, Sunan Gunung Jati segera merubah bentik pemerintahannya menjadi Kerajaan Islam. Perubahannya dilakukan untuk memperkuat kekuatan Islam di tanah Sunda dan menyebarkannya ke luar Cirebon.

Selama pernikahannya dengan Nyi Mas Pakungwati juga Sunan Gunung Jati diangkat sebagai Wali oleh Dewan Wali, menggantikan Sunan Ampel yang telah wafat. Tidak dijelaskan dengan pasti berapa putra dan putri yang doperoleh Suann Gunung Jati pada pernikahannya ini tetapi banyak diantara mereka yang waft sebelum meneruskan dakwah Sang Wali.

Nyi Tepasari atau Rara Tepasan

Perjodohannya kali ini disebut sebagai proses legitimacy dan persebaran Islam ke wilayah yang lebih luas. Dalam Naskah Kuningan, Sunan Gunung Jati menikah dengan putri Nyi Gedeng Tepasan, yang juga cucu Raja Majapahit Sri Angerehrah, Rara Tepasan.

Naskah Kuningan tidak menjelaskan siapa sebenarnya tokoh bernama Sri Angerehrah ini. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa pada masa Sunan Gunung Jati bertemu dengan Rara Tepasan (akhir abad ke-15) kekuasaan di Majapahit dipegang oleh Raja Singhawikrama Wardhana.

"Dari pernikahannya ini, Sunan Gunung Jati dikaruniai dua orang anak, yaitu Ratu Ayu dan Pangeran Pasarean, yang kelak menurunkan raja-raja Cirebon di kemudian hari," tulis Amman.

Nyi Kawung Anten

amaAsal usul Nyi Kawung Anten masih menjadi perdebatan. Sebagian peneliti menyebut jika istri Sunan Gunung Jati ini adalah adik Bupati Banten saat itu. Namun literatur lain menyebutkan bahwa ia merupakan cucu Raja Pakuan, adik dari Prabu Mandi Pethak atau Dipati Cangkuang.

Dalam Naskah Kuningan dikisahkan pertemuan Sunan Gunung Jati dengan Nyi Kawung Anten terjadi dalam kondisi yang unik. Ketika sedang berjalan-jalan ke Pakuan, Sunan Gunung Jati menemukan sebuah istana yang terlihat telah ditinggalkan oleh penghuninya.

Saat sedang menyusuri setiap ruang di dalam istana tersebut, Sunan Gunung Jati menemukan sosok seorang perempuan. Singkat cerita, mereka pun berjodoh. Dan dari pernikahannya ini lahirlah Ratu Winahon dan Pangerang Sebangkingkin. Kelak keturunan Sunan Gunung Jati ini menjadi Bupati di Banten.

Syarifah Baghdadi dan Ong Tien Nio

Dalam Babad Cirebon dimuat dalam buku Jawa Barat dalam Lima Lembaga karya Edi S. Ekadjati, diceritakan tiga tokoh penting dari Arab yang menyebarkan agama Islam di Cirebon, yaitu Syarif Abdurrahman, Syarif Abdurrahim, dan Syarifah Baghdadi. Mereka adalah saudara kandung putra dan putri Sultan Baghdad.

"Mereka diperintah untuk berlayar ke Pulau Jawa oleh sang ayah. Di Cirebon, ketiganya berguru kepada Syekh Nurjati dan diperkenalkan dengan Pangeran Cakrabuana, pendiri Cirebon." tulis Bambang Setia Budi dalam Masjid Kuno Cirebon.

Kedua putra Sultan Baghdad tersebut kemudian mendirikan masjid masing-masing sebagai basis penyebaran agama Islam mereka. Sementara itu, saudara perempuan mereka Syarifah Baghdadi, menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia pun turut membantu penyebaran agama Islam bersama saudara dan suaminya.

Sementara itu, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan putri keturunan Tionghoa, Ong Tien Nio tidak banyak teretam. Para peneliti lebih banyak menduga jika pernikahan itu terjadi saat pemerintahan Cirebon melakukan hubungan dagang dengan orang-orang Tionghoa.

Pertemuan keduanya terjadi di China saat Sunan Gunung Jati melawat ke sana. Namun pernikahannya terjadi di Jawa. Untuk menjaga hubungan baik dengan Mereka, sekaligus menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat asing tersebut, Sunan Gunung Jati menikahi Ong Tien Nio.

Pengaruh China sendiri sebenarnya sangat kental terasa di Cirebon. Banyak bangunan masjid yang dipenuhi oleh ornamen China seperti keramik, piring, dan kerajinan knas China lainnya. Hal itu cukup memperkuat bukti adanya hubungan yang Kuat antara Sunan Gunung Jati dengan etnis Tionghoa

Para Jenderal Kesayangan Bung Karno (yang Bernasib Tragis) Pasca Jatuhnya Rezim Orde Lama

Mereka dikenal sebagai putra-putra kesayangan Bung Karno. Namun mereka kemudian disingkirkan.

Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Letnan Jenderal Ahmad Yani seringkali merasa jengkel dengan ulah sebagian koleganya di kemiliteran. Sebab, beberapa jenderal mempunyai akses khusus untuk melapor kepada Presiden Soekarno. Karuan saja Yani merasa tak senang karena hal tersebut melangkahi dirinya selaku panglima. Atau bisa jadi Yani cemburu, menyadari bahwa Bung Karno mempunyai anak emas lain.

Saat itu siapapun pasti sudah maklum bahwa Yani merupakan anak emas Bung Karno. Bahkan Bung Besar ini menginginkan Yani kelak menggantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Fakta lainnya adalah, Yani merupakan satu-satunya Kepala Staf Angkatan Darat (Panglima AD) yang ditunjuk oleh Soekarno. Pada 1962, Bung Karno mempercayakan Yani untuk menjadi pemimpin AD menggantikan Jenderal Abdul Haris Nasution. Nah, pengangkatan Yani ini otomatis melangkahi para jenderal yang lebih senior seperti Mayjen Soeharto, Letjen R. Soedirman, Mayjen Soeprajogi, dan Mayjen Sungkono. Dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5: Kenangan Masa Orde Lama, secara jujur Nasution mengakui betapa karibnya Yani dan Bung Karno.

"Jenderal Yani mempunyai cara pendekatan dan pergaulan yang dihargai oleh Presiden. Dibanding dengan hubungan saya yang cukup kaku dengan beliau, maka hubungan Jenderal Yani dengan beliau adalah cukup intim," kenang Nasution. Menurut Nasution, Yani yang menangkap tugas sebagai Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi (KOTI), kemudian lebih sering bertugas di istana menghadap langsung kepada Bung Karno. Keduanya pun cocok dalam pergaulan pribadi.

Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani

Dalam disertasinya, Politik Militer Indonesia 1945-1967, Ulf Sundhaussen mengungkap sebab mengapa Yani sangat berkesan di hati Soekarno. Dibanding Nasution, Yani yang halus dan berbudi bahasa lebih supel memahami karakter high profile Soekarno. Soekarno pun mengharapkan Yani dapat ditarik ke dalam lingkungan pengikutnya di Istana.

Namun ternyata Yani tidak sendirian di jejeran jenderal pilihan. Baik di lingkungan AD, AU, dan AL Soekarno punya jenderal andalan. Para loyalis Bung Karno dari kemiliteran ini memainkan peran penting menjaga Soekarno di masa-masa genting Demokrasi terpimpin.

"Terdapat sejumlah perwira tinggi AD yang dikenal sebagai de beste zonen van Soekarno, putra-putra kesayangan Soekarno yang belum tentu komunis, bahkan ada diantaranya yang amat anti-komunis, namun akan lebih patuh kepada Soekarno sebagai Panglima Tertinggi," tulis Rum Aly dalam Titik Silang Jalan Kekuasaan. Siapa sajakah mereka?

Setia tapi Merana

Selain Yani, Jenderal AD dengan citra sebagai orang dekat Presiden Soekarno adalah Panglima Siliwangi, Mayjen Ibrahim Adjie. Loyalitas Adjie terbukti ketika terjadi gejolak pasca Gerakan 30 September 1965 menggoyang kepemimpinan Soekarno. Arsip Rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang telah dideklasifikasi menyebut Adjie sebagai "Jenderal Anti Komunis" namun amat setia kepada Bung Karno. Di saat banyak kalangan perwira AD mulai memperlihatkan sikap anti-Soekarno, Adjie tetap tampil sebagai pelindung Bung Karno.

"Dalam keadaaan dimana Adjie memegang kontrol atas Jawa Barat maka suatu ancaman fisik dari pihak tentara terhadap pribadi atau kedudukan Bung Karno menjadi hampir tak mungkin lagi," tulis Sundhaussen.

Mayjen Ibrahim Adjie


Di luar AD, tercatat pula beberapa nama, antara lain: Laksamana Madya Udara Omar Dhani dan Panglima KKO AL Mayjen Hartono. Dari Angkatan Kepolisiana ada Jenderal Polisi Soetjipto Judodihardjo.

Soekarno menyenangi Omar Dhani yang muda, tampan dan flamboyant. Sebaliknya, Omar Dhani adalah pengagum berat Soekarno. "Sewaktu Laksdya Udara Omar Dhani menjadi Men/Pangau, seluruh ajaran Bung Karno menjadi satu-satunya pegangan politik. Omar Dhani juga menginginkan setiap insan AURI menjadi kleine Soekarnotjes atau Soekarno-soekarno Kecil," tulis Benedicta A Surodjo dan JMV Soeparno dalam  biografi Omar Dhani berjudul Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku: Pledoi Omar Dhani.

Menpangau Laksamana Madya Udara Omar Dhani


Hartono barangkali yang paling menonjol. Sebagaimana ditulis Nasution dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 6: Masa Kebangkitan Orde Baru, Soekarno sebenarnya hendak mengangkat Hartono menjadi Panglima AL menggantikan Laksamana R. E. Martadinata. Namun mengingat jabatan tersebut jatahnya untuk korps pelaut, maka Laksamana Mulyadi yang dipilih sedangkan Hartono menjadi Wakil Panglima AL.

Dikala situasi kritis menjelang para menterinya diringkus menyusul desas-desus prajurit RPKAD akan menyerbu istana, Soekarno memercayakan keselamatan dirinya kepada Hartono. Pada 10 Maret 1966, Soekarno mendatangi Markas KKO di Cilandak, mengonfirmasi Hartono apakah KKO sanggup menghadapi RPKAD. Hartono tegas menjawaab "Sanggup!". Hartono menyatakan KKO cukup kuat dan sanggup menegakkan wibawa Soekarno. Dan sejak itu KKO diperintahkan untuk bersiap siaga penuh.

"Pada hari-kari yang sent itu, Jenderal Hartono, Panglima KKO mengawal langsung Bung Karno, ia duduk dalam mobil di samping Presiden saat meninggalkan istana, setelah pengamanan menteri-menteri ini," ujar Nasution.

Panglima KKO, Jenderal Hartono


Selain pasukan KKO, Jenderal Polisi Soetjipto Joedodihardjo memerintahkan Brimob untuk berjaga dan melindungi Bung Karno. Brimob menjadi unit kepolisian paling loyal mendukung Soekarno. Komandan Brimob Kolonel Polisi Anton Soedjarwo juga dikenal sebagai pendukung Soekarno yang gigih.

Ketika rezim berganti, semua Jenderal loyalis Soekarno ini dicopot dari kedudukannya. Beberapa diantaranya mengalami akhir hidup yang merana. Pada 1966, Ibrahim Adjie dikirim ke London untuk menjadi Duta Besar Indonesia bagi Kerajaan Inggris. "Soeharto mengganti Jenderal Ibrahim Adjie dengan Jenderal HR Dharsono, yang mengubah Divisi Siliwangi menjadi kesatuan militer anti-komunis dan anti-PKI yang paling menyedihkan," ujar jurnalis kawakan Belanda Willem Oltmans dalam memoarnya Bung Karno Sahabatku.

Omar Dhani kemudian dipenjara selama 30 tahun oleh rezim Orde Baru dengan tudingan berkomplot dengan Gerakan 30 September. Nasib Hartono lebih tragis lagi. Setelah ditendang ke Pyongyang, Korea Utara sebagai Duta Besar, Hartono dipanggil pulang ke Indonesia sebelum masa tugasnya selesai untuk menjalani pemeriksaan.

Pada pagi buta 6 Januari 1971, Hartono ditemukan terbujur tak bernyawa di kediamannya di dekat Manggarai. Dia meninggal dalam keadaan bersimbah darah dengan 2 butir peluru bersarang di bagian belakang kepalanya. Sebuah pistol jenis Makarov tergeletak tak jauh dari jasad Hartono. Tanpa menunggu visum, secara resmi Hartono dinyatakan bunuh diri. Namun beberapa orang terdekat meyakini kematian Hartono akibat pembunuhan politik.