Wednesday, April 21, 2021

Kisah Nyata: Istri Anak Ibu Ini Ternyata Adalah Putrinya yang Lama Hilang

Seorang wanita di China merasa kaget dan sedih karena mengetahui menantunya (istri putranya) ternyata adalah anak kandungnya yang lama menghilang. 

Diberitakan 8 World News, semua berawal ketika perempuan itu hadir dalam pernikahan anaknya di Suzhou, 31 Maret lalu. Saat itu, dia melihat ada tanda lahir di tangan menantunya, dan menyadari bahwa dia merasa familiar melihatnya. 

Detik-detik seorang wanita di China menangis karena mengetahui bahwa ia menikah dengan anak ibunya

Si ibu kemudian menduga bahwa menantunya adalah anak kandung yang menghilang ketika dia masih kecil. Wanita itu awalnya ragu. Namun, dia mengumpulkan keberanian dan mengajukan pertanyaan berani ke besannya. 

"Apakah kalian mengadopsi anak ini?" tanya dia yang jelas membuat besannya terperangah, karena mereka tak pernah membeberkan rahasia itu. Si ibu kemudian menjabarkan bahwa tanda lahir di tangan pengantin wanita mirip dengan putrinya yang sudah lama hilang. 

Setelah keluarga si perempuan mengungkapkan fakta dia memang diadopsi, si pengantin menangis bahagia. Si mempelai menyatakan, bisa menemukan orangtua kandungnya merupakan kebahagiaan lain setelah menikah. 

Namun, seperti dilansir World of Buzz, Selasa (6/4/2021), kini si mempelai khawatir karena satu hal lain. Sebabnya, dia menikahi suami yang adalah saudaranya. Namun, ibunya mengungkapkan bahwa putranya itu ternyata juga diadopsi. 

Media berbahasa Mandarin Oriental Daily mengabarkan, keluarga si wanita menemukannya di jalan 20 tahun silam, dan membesarkannya seperti putri kandung. Adapun ibu kandungnya yang terus mencarinya akhirnya menyerah, dan memutuskan mengadopsi anak laki-laki.

Untunglah keduanya merupakan anak adopsi. Sebab apabila bukan maka disebut incest dan pelaku incest bisa mendapatkan hukuman berat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di China. 

Foto: Ulama Malaysia Dikecam Netizen Karena Berfoto Bersama Selebgram Seksi

Seorang ustaz di Malaysia atau Pencetus Ummah (PU) dalam bahasa setempat, dikecam netizen karena berfoto bareng dua selebgram seksi. 

Foto-foto kontroversial yang telah dihapus itu pertama kali diunggah pada Minggu 18 April 2021 oleh influencer Nadira Isaac di media sosial Instagram, dalam peluncuran produk kecantikan terbarunya, Troieka. 

Ia mengundang Ustaz Amin untuk menyampaikan khotbah singkat terkait Ramadhan. 

Foto: Ulama Malaysia Dikecam Netizen Karena Berfoto Bersama Selebgram Seksi
Ustaz Amin (tengah) dikecam netizen Malaysia karena berfoto dengan selebgram seksi di acara peluncuran produk kosmetik

Terlihat Nadira dan selebgram lainnya yaitu Hertonnye Linggom terlihat mengenakan gaun putih ketat yang menjuntai panjang. Foto itu kemudian memantik kecaman netizen karena dinilai terlalu seksi dan memperlihatkan aurat, yang dianggap tidak pantas dalam Islam apalagi saat bulan suci Ramadhan. 

Ustaz Amin berkata ke media Utusan Malaysia, bahwa dia yakin tidak melakukan sesuatu yang salah atau tidak pantas, karena tidak menyentuh atau memeluk kedua wanita tersebut. "Ya memang benar baju mereka tidak menutup aurat, tapi apa yang harus saya katakan? 'Tidak, kamu masuk neraka' saat mereka minta foto bareng?" bela Ustaz Amin.

"Hal sama berlaku untuk komunitas transgender yang meminta foto bersama, apa saya akan mengatakannya juga?" "Orang-orang menghina saya karena tersenyum di foto - itulah yang namanya berfoto. Apa saya harus membuat wajah marah," tambahnya. 

Ustaz Amin kemudian mengaku sudah membicarakan acara itu dengan istri dan teman-temannya sebelum menghadiri undangan. "Mereka semua memberitahu saya ini kesempatan untuk berkhotbah dan itulah yang saya lakukan di sana." "

Saya berbicara tentang cara berpakaian yang benar, mengamati kepekaan selama bulan Ramadhan, dan kekuatan serta kasih sayang Allah - para tamu senang dan menanggapi sesi saya dengan baik," katanya.

Meski menyatakan pembelaan, Ustaz Amin tetap meminta maaf di media sosialnya lewat story Instagram. "Saya minta maaf jika perbuatan saya berfoto itu memalukan dan tidak pantas.