Wednesday, September 14, 2016

Pernyataan Atlet Wanita Kulit Hitam Muslim Peraih Medali Olimpiade Bagi AS Mengenai Kehidupannya

Ketika di Indonesia masyarakat terpecah belah karena isu SARA, hal sebaliknya terjadi di Amerika Serikat, sebuah negara yang oleh sebagian besar masyarakat kita amat dibenci.

Di Maplewood, New Jersey, pada hari Sabtu 10 September 2016, ratusan warga berkumpul untuk memberi penghormatan kepada peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016, atlet anggar Ibtihaj Muhammad (31 tahun), seorang atlet Muslim Amerika pertama yang mengenakan jilbab kala bertanding di Olimpiade.

Ibtihaj Muhammad, wanita muslim peraih medali olimpiade
Ibtihaj Muhammad
"Saya tidak pernah merasa berbeda di sini," ujar Ibtihaj, putri pasangan detektif polisi dan guru, tentang tempat kelahirannya, Maplewood.

Maplewood, yang terletak 30 km sebelah barat New York dan berpenduduk sekira 24.000 orang memberi penghormatan kepada atlet ini melalui 'Hari Ibti' dengan parade dan perayaan lainnya.

Ibtihaj hadir berkalung medali perunggu dan mengenakan kaos Olimpade. Kepada kerumunan orang ia mengatakan, "Meskipun pada saat saya berada di jalanan dan bertanding anggar, bahkan ada yang mengatakan saya tidak diterima di sini, atau saya tidak boleh bertanding anggar karena saya perempuan, atau karena saya berkulit hitam, atau karena saya adalah seorang Muslim, saya ingin kalian semua tahu bahwa saya tidak pernah merasakan hal itu di kota ini..di rumah."
"Ini adalah sebuah kehormatan, tidak hanya mewakili kota kita dan negara bagian kita dan Amerika Serikat, namun untuk mewakili seluruh masyarakat yang selalu yakin terhadap saya dan kemampuan saya," katanya.

Ibti berharap dirinya dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang merasa terbatasi dan inferior karena beberapa aspek jati diri mereka.

Ibtihaj Muhammad meraih medali perunggu cabang Anggar nomor Saber di Olimpiade Rio de Janeiro. Kini, Ibti yang mendadak tenar memanfaatkan ketenarannya ini untuk menegaskan bahwa seorang perempuan Muslim yang berjilbab dapat mewakili Amerika Serikat seperti halnya atlet-atlet lainnya.

Ia ingin menegaskan bahwa kesetaraan dijunjung di Negara Paman Sam ini.
(dari berbagai sumber)

Pria Ini Mengkonsumsi Sabu-sabu dan Berhasil Turunkan Berat Badan Hingga Ratusan Kg Tanpa Diet

Banyak orang di dunia, khususnya di Indonesia kini mengalami kelebihan berat badan sebagai akibat dari meningkatnya kesejahteraan hidup. Namun meningkatnya kesejahteraan ini tidak diikuti oleh gaya hidup sehat. Akhirnya banyak penyakit mematikan yang mengintai.

Namun kini setelah semakin menjamurnya internet, banyak orang yang menjadi sadar untuk merawat tubuh dan menjaga berat badannya. Bagi yang sudah terlanjur, biasanya rela menempuh segala cara untuk menurunkan berat badannya.

Itulah yang dilakukan oleh Adrian Pouliot, seorang pria asal Amerika Serikat yang mengidab obesitas morbid. Ia menemukan dan menempuh sebuah solusi yang ekstrim sekaligus nyeleneh dan berbahaya untuk mengatasi masalah kelebihan berat badannya. Ia mengubah gaya hidupnya yang serampangan sejak didiagnosis obesitas pada bulan Desember 2016.

Dokter yang memeriksanya mengatakan apabila dia terus tak peduli dengan tubuh dan kesehatannya, maka dia kemungkinan besar akan mengalami serangan jantung sekitar umur 30 tahun dan akan meninggal di usia 40 tahun.
"Penjelasan dokter membuat saya terguncang. Saya akhirnya memilih untuk diet. Saya bahkan sudah olahraga dan konsumsi makanan sehat, tapi shabu adalah satu-satunya cara yang paling ampuh untuk masalah berat badan ku," ucap Pouliot.

Dia bahkan sangat bangga memberitahukan bahwa dirinya mengisap shabu karena berhasil mengurangi bobot tubuhnya hingga 113 kg tanpa diet ketat.

Adrian Pouliot bisa mengurangi berat badan hingga 113 kg dengan mengkonsumsi narkoba sabu-sabu
"Kini saya tak harus mengubah kebiasaan makan saya. Saya bisa makan sebanyak yang saya inginkan, tapi ketika merokok shabu, saya kadang-kadang tak ingin makan. Saya menyebutnya diet keajaiban," lanjutnya.

Pakar kesehatan dari Columbus Medical Center, Dr Jeremy Finland, menyatakan bahwa ia tidak merekomendasikan penggunaan shabu untuk menurunkan berat badan, namun di sisi lain ia tidak bisa mengabaikan pasiennya yang memiliki berat badan fantastis. Jadi dengan kata lain, ia hanya akan memperbolehkan penggunaan narkotika ini sebagai opsi paling akhir dan mendesak.
"Adrian selalu jujur dengan saya tentang penggunaan narkoba. Kami sudah mencoba banyak diet untuk membantunya mengurangi kebiasaan makan berat. Tapi, satu-satunya yang sangat membantu adalah shabu," kata dr Jeremy.

Dokter Jeremy secara tegas memperingatkan bahwa mengkonsumsi shabu dapat menyebabkan efek samping yang destruktif dan permanen bagi tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

(World News Daily Report)

Ini Penyebab Presiden Jokowi (Kembali) Marah Besar

Siapapun yang memandang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya biasanya akan beranggapan bahwa dari penampilannya Presiden Jokowi bukanlah seseorang yang “galak”. Marahnya Presiden Jokowi merupakan sebuah peristiwa yang “sangat” langka.

Namun kali ini Presiden Jokowi menunjukkan amarahnya karena instruksi yang dikemukakannya sejak 2 tahun lalu tentang pemangkasan waktu bongkar muat barang atau dwell time di pelabuhan laut hanya paling lama 2 hari belum juga terlaksana dengan baik hingga kini.

Presiden Jokowi berbicara dengan nada tinggi penuh amarah saat meresmikan Terminal Peti Kemas Kalibaru, Tanjung Priok Selasa, 13 September 2016

Presiden Jokowi mendapatkan informasi terkini mengenai waktu bongkar muat di lapangan. Waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok masih mencapai 3,2 hingga 3,7 hari, Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) dan Makassar masih mencapai 6 hari, sedangkan Pelabuhan Belawan (Medan) paling parah, yakni 7 hari.

Presiden Jokowi merasa tak puas karena menurutnya hal-hal seperti inilah yang membuat biaya logistik di Indonesia menjadi melambung sehingga melemahkan daya saing.

Saat menyampaikan kata sambutan dalam acara peresmian pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 13 September 2016 kemarin, Presiden pun meluapkan kemarahannya.

"Jangan sampai masih tujuh atau delapan hari. Mau bersaing kayak apa kita kalau masih tujuh sampai delapan hari?" ucap Presiden Jokowi dengan nada tinggi. Nada ucapan Presiden Jokowi pun semakin meninggi saat ia mengemukakan masalah di Pelabuhan Belawan, Medan.  Presiden Jokowi mengatakan bahwa ia mendapat informasi bahwa hingga saat ini di Pelabuhan Belawan masih terdapat kecurangan.

Jokowi mengemukakan situasi di Pelabuhan Belawan dimana dari 8 crane yang ada, pengelola hanya mengoperasikan satu crane saja. Terkait hal ini, Presiden Jokowi mensinyalir bahwa hal itu sengaja dilakukan agar pengusaha yang membayar jasa mengeluarkan uang lebih demi cepatnya proses bongkar muat peti kemasnya.

"Ada delapan crane, yang dijalankan hanya satu. Untuk tawar-menawar saja. Cara main-main seperti ini sudah tidak bisa lagi. Sekarang orang kabinet itu banyak orang lapangan dan tahu betul apa yang terjadi di lapangan. Hati-hati lho," ujar Presiden Jokowi dengan nada tinggi.

Bukan Cuma soal kecurangan saja, Presiden Jokowi juga mendapatkan laporan mengenai masih banyaknya pungutan liar, khususnya yang terjadi di Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar.

Oleh karena itu, Presiden langsung memerintahkan Kapolri untuk menindak hal tersebut karena baginya hal ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. "Sudah saya perintahkan ke Kapolri, pelaku pungli tangkap. Enggak ada toleransi lagi. Kalau tidak, kita akan seperti ini terus, masih main-main seperti itu," ujar Jokowi.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim satuan tugas penyelidik dugaan pelanggaran di tiga pelabuhan, yakni Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar setelah mendapat instruksi Presiden.

Tim satgas akan menyelidiki setiap tahapan bongkar muat barang. Pertama, pre-clearance. "Tata cara perizinannya, birokrasi prosedur perizinannya. Itu semua kami periksa. Kalau memang lambatnya di titik ini, kami akan gebrak di situ," ujar Tito.

Kedua, tim satgas akan menyelidiki tahap custom clearance. Tahap ini adalah tahap bongkar muat yang dilakukan jajaran Bea dan Cukai. "Apakah hambatannya di situ? Misalnya ada pungli atau ada prioritas lain sehingga (peti kemas) yang lain lamban, kami akan gebrak juga," ujar Tito.

Ketiga, tahap post-clearance. Tim satgas akan menyelidiki apakah lambatnya bongkar muat ada pada tahap ini atau tidak. Sebab, jika tahap pre-clearance dan custom clearance sudah selesai, maka bongkar muat peti kemas seharusnya tidak butuh waktu lama.

"Jika pre-clearance sudah selesai, custom clearance juga sudah selesai, tapi tidak dikeluar-keluarkan dengan macam-macam alasan dan ujung-ujungnya setoran, kami juga akan gebrak. Intinya, di mana kami lihat itu menghambat, kami gebrak," ujar Tito.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa Polri membuka layanan pelaporan bagi pengusaha yang peti kemasnya tertahan lama di pelabuhan. Para pengusaha yang menjadi korban kecurangan di pelabuhan agar segera melaporkan kepada Polri.
(Kompas, Media Indonesia)

Tuesday, September 13, 2016

Ahok Sumbang Sapi Kurban Untuk Masjid Luar Batang: Ini Penjelasan Pengurus Masjid Luar Batang

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi pemberitaan ramai saat hari raya Idul Adha pada Senin 12 September 2016 terkait sumbangan sapi untuk Masjid Keramat Luar Batang.

Terkait hal sumbangan sapi ini, Ahok mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya memberikan sapi kepada warga Luar Batang karena adanya permintaan dari Habib Umar.

Siapakah Habib Umar?

Habib Umar merupakan keturunan Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus, ulama yang menjadi pendiri masjid di Luar Batang. Habib Umar ini juga merangkap sebagai kuncen atau perawat makam Habib Husein.

Namun, walaupun menjadi perawat makam, Habib Umar ternyata bukanlah pengurus masjid tersebut.

"Itu habib. Kalau orang enggak minta, enggak mungkin kami kasih. Ada tanda terimanya," kata Ahok di Balai Kota, Selasa 13 September 2016.

Ahok mengatakan bahwa sebelum meminta sapi, Habib Umar mengirimkan surat kepada dirinya. Surat selain meminta sapi juga itu berisi permintaan agar Pemprov DKI segera membangun turap atau sheet pile di Luar Batang.

"Yang sapi dia minta kirim untuk dipotong di dekat kubur keramat. Diterima kok," kata Ahok.

Dua ekor sapi yang disumbangkan Ahok itu dikirim pada Minggu 11 September 2016 oleh seorang penjual sapi dengan menggunakan mobil pengangkut. Namun, setelah diterima, sapi itu dikembalikan lagi oleh pengurus masjid.

Sekretaris Masjid Luar Batang, Mansur Amin, mengatakan, penolakan itu dilakukan setelah pengurus masjid bersama sejumlah tokoh Luar Batang mendiskusikan sumbangan itu.

Dua ekor sapi itu disebut perwakilan PD Dharma Jaya sebagai sumbangan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang belakangan ditolak oleh Sekretaris Masjid Keramat Luar Batang, Mansur Amin.

"Kami, pengurus Masjid Luar Batang, tidak meminta atau mengajukan hewan kurban ke siapa pun, termasuk ke Pak Gubernur. Jadi, kemarin, dari PD Dharma Jaya datang bawa dua ekor sapi. Kami belum tahu kalau itu dari Pak Gubernur, makanya kami terima," kata Dasin  Senin 12 September 2016 sore.

Hal itu menjelaskan alasan Dasin menorehkan tanda tangan di bukti tanda terima dua ekor sapi dari PD Dharma Jaya.

Di tanda terima yang diperlihatkan perwakilan PD Dharma Jaya, Setiawan, tertera tulisan, "Panitia Peringatan Hari Besar Islam, DKM Masjid Jami' Keramat Luar Batang" berikut dengan keterangan lainnya, seperti tanggal, sudah terima dari, jumlah hewan kurban, dan sebagainya.

tanda terima sapi sumbangan ahok ke masjid luar batang
Bukti tanda terima sapi dari Ahok yang ditandatangani oleh Pengurus Masjid Luar Batang

Setelah menandatangani bukti tanda terima itu, pengurus masjid baru mengetahui bahwa dua ekor sapi yang mereka terima berasal dari Ahok.

Hal itu tampak dari tulisan "Ir. Basuki" di badan sapi tersebut, yang kemudian dibenarkan oleh pihak PD Dharma Jaya ketika ditanyai oleh pengurus masjid.

"Belakangan baru ketahuan kalau ada kerabat Masjid Luar Batang yang tokoh masyarakat sini juga, namanya Habib Umar, keturunan Habib Alaydrus, yang mengajukan sapi ke Pak Gubernur," tutur Dasin.

"Secara Islam, karena Pak Gubernur non-Muslim, kami tidak bisa menerima. Jadi, dua sapi itu semalam sudah dibawa sama Habib Umar, tidak kami terima."


Mansur menjelaskan bahwa alasan penolakan pengurus masjid dan warga karena menganggap kebijakan yang dilakukan Ahok telah menyakiti hati warga Jakarta, terutama warga Luar Batang.

Kalau begini, logikanya, kalau nanti masyarakat Luar Batang sedang susah, apakah akan menolak uluran tangan juga?
(Kompas dan sumber-sumber lain)

Nah Lho, Ini Hasil Pertemuan Presiden Jokowi-Presiden Duterte Mengenai Mary Jane

Presiden Jokowi daat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte membahas banyak hal di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 9 September 2016 lalu.
"Saya sampaikan tentang Mary Jane dan saya bercerita bahwa Mary Jane itu membawa 2,6 kilogram heroin," kata Jokowi.
Kepada Duterte pun Presiden Jokowi juga menjelaskan secara panjang lebar mengenai penundaan eksekusi terhadap Mary Jane, April 2016 lalu. Bukannya mengecap, Presiden Duterte malahan justru mempersilakan Pemerinah Indonesia untuk mengeksekusinya.

Jokowi soal Mary Jane
Presden Rodrigo Duterte, Mary Jane, dan Presiden Joko Widodo
"Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus eksekusi Mary Jane ini kepada Jaksa Agung HM Prasetyo terkait proses hukum Mary Jane. Jaksa Agung sebelumnya mengakui, saat ini ada permintaan dari Filipina agar Pemerintah Indonesia segera memberi pengampunan kepada Mary Jane.

Namun, Prasetyo menegaskan, Presiden Jokowi baru akan mempertimbangkan pemberian grasi apabila sudah ada putusan dari pengadilan Filipina bahwa Mary Jane adalah korban perdagangan manusia.
"Pak Presiden sudah tahu itu. Yang jelas kita tetap menunggu proses hukum yang dijalankan di sana," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.
Prasetyo mengaku sudah bertemu dengan Jaksa Agung Filipina. Ia meminta agar proses hukum Mary Jane di Filipina dipercepat. Prasetyo memastikan, jika pengadilan Filipina ingin melakukan pemeriksaan terhadap Mary, Kejaksaan siap memfasilitasi selama dilakukan di Indonesia, atau pemeriksaan bisa melalui sambungan telekonferensi.
"Kalau (Mary Jane) dibawa ke sana, ya rasanya tidak," tambah Prasetyo.

Mary Jane Veloso dinyatakan bersalah membawa 2,6 kilogram heroin ke Indonesia dan dijatuhi hukuman mati. Menjelang detik-detik eksekusi mati pada Rabu (29/4) dini hari, eksekusi terhadap Mary tak dilakukan.

Penundaan eksekusi dilakukan setelah tersangka perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina, Selasa (28/4). Kesaksian Mary Jane diperlukan pengadilan di Filipina.

Pengacara serta aktivis pegiat HAM menyebut Mary Jane sebagai korban human trafficking yang dijebak untuk membawa 2,6 kg heroin ke Indonesia.

(Setkab.go.id)

Ini Alasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Membolehkan Siswa Tak Pakai Seragam dan Sepatu Tiap Hari Kamis

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh siapapun dan berpotensi membuat dirinya dibulan-bulani (di-bully) oleh para haters-nya.

Kali ini Dedi membuat sebuah kebijakan yang revolusioner di bidang pendidikan di wilayah pemerintahannya. Apakah itu?

Kebijakan unik bupati purwakarta dedi mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (berbaju hitam dan berpengikat kepala putih) saat melakukan sidak di sebuah sekolah

Dedi mengeluarkan sebuah peraturan dimana khusus tiap hari Kamis, semua pelajar di daerahnya dibebaskan untuk tidak memakai seragam dan sepatu saat belajar di sekolahnya masing-masing. Alasannya adalah, setiap Kamis para pelajar akan mendapatkan pendidikan dengan tema kreatifitas siswa.
"Tiap Kamis pelajar di seluruh Kabupaten Purwakarta pergi ke sekolah bebas tak pakai seragam atau sepatu. Pakai sandal jepit juga bebas," kata Dedi.
Dedi mengatakan bahwa para pelajar di daerahnya dituntut untuk mengeluarkan kreatifitasnya selama belajar di sekolah, seperti dalam membuat puisi atau memberikan bunga untuk para gurunya di kelas. Ia ingin para siswa agar senantiasa aktif dalam mengembangkan karakter, bakat, dan kemampuannya.
"Bebas berekspresi dan menunjukkan karakter kreatif mereka. Membangun mental serta menunjukan segala ide kreasi yang ada pada setiap siswa. Saya yakin pasti seluruh siswa akan berlomba-lomba menunjukkan segala kreatifitasnya yang selama ini terpendam dan tak memiliki kesempatan untuk ditunjukkan ke orang banyak," ujar Dedi.

Dedi meyakini pola pembelajaran seperti ini akan mampu menjadikan pelajar tak hanya pintar, tetapi juga cerdas. Sebab, manusia yang cerdas berkarakter merupakan generasi penerus yang dibutuhkan negara ini.

Dedi juga menambahkan bahwa setiap orang cerdas pasti memiliki inovasi dan terobosan fenomenal yang nantinya bisa bersaing dengan sumber daya manusia negara maju.
"Bukan hanya pintar, tetapi orang cerdas yang dibutuhkan negara selama ini. Orang cerdas sudah pasti orang pintar, dibarengi dengan pemupukkan ajaran agama dan keteguhan keimanan yang mampu membangun dan menggali seluruh potensi yang dimiliki negara ini," ujar Dedi.
"Misal orang pintar kebanyakan berhitung kemiskinan dengan matematis dan rencana, tetapi orang cerdas berani melakukan terobosan dan langsung terjun ke lapangan mengatasi bagaimana segera membantu warga miskin," sambung dia.

Kabupaten Purwakarta sejak tahun 2008 sudah menerapkan sistem sekolah selama lima hari.


Tiap harinya memiliki unsur tematik dengan tema berbeda-beda berdasarkan karakter daerah. Salah satunya, hari Kamis yang diisi dengan tema kreatifitas siswa.

Bupati satu ini benar-benar revolusioner dan patut dicontoh oleh kepala daerah lainnya.
(dari berbagai sumber)

Borobudur, Cerminan Bahwa Peradaban Bangsa Kita Kini Telah Merosot Drastis

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi Borobudur merupakan warisan budaya indonesia yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia bangunan ini merupakan candi Buddha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Sejarah Borobudur
Candi Borobudur (foto: jogjakharismatransport.com)

Bentuknya yang megah dan detail arsitekturnya yang unik membuat semua orang ingin mengunjungi borobudur yang penasaran dengan ceritanya, borobudur mencuri perhatian dunia sejak HC Cornelius menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.

Pekerjaan menggali lokasi yang diduga monumen besar kemudian dilanjutkan oleh Hotman salah satu pejabat pemerintah belanda yang saat itu para arkeolog berlomba lomba mencari tahu asal usul candi Buddha terbesar didunia ini.

Candi Borobudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Syailendra masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno dan selesai dibangun pada abad ke-8.

Banyak sekali misteri candi borobudur yang belum terkuak, apa sebenarnya nama asli candi Borobudur tidak ada prasasti atau buku yang menjelaskan dengan pasti tentang pembanguan Borobudur, ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara Budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para Buddha yang mengalami pergeseran satu-satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa.


Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 Masehi oleh Wangsa Syailendra yang pada waktu itu menganut agama Buddha. (Teknik) pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi Borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih, hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi Borobudur ini.

Hendaknya Borobudur menjadi pemersatu bangsa karena ini merupakan bukti bahwa peradaban nenek moyang kita sangat tinggi. Tetapi mengapa bangsa kita semakin kesini semakin tidak beradab?
(istimewa)