Thursday, November 3, 2016

Melayat Raja Thailand: Tanda tangan Unik Ibu Negara dan Bukti Penguasaan Bahasa Inggris Jokowi

Wafatnya Raja Thailand belum lama ini sempat menggemparkan perpolitikan dunia karena sang Raja merupakan sosok yang amat disegani dan dihormati. 

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana atas nama bangsa Indonesia memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Dusit Maha Prasat Throne Hall, Grand Palace, Bangkok.

Jokowi dan Iriana disambut oleh Kepala Rumah Tangga Kerajaan Thailand Chirayu Isarangkun Na Ayuthaya sekitar pukul 14.05 waktu setempat, Selasa 25 Oktober 2016 lalu dan langsung diantar menuju Royal Um.

Menurut keterangan tertulis dari Kepala Biro Pers Setpres Bey Machmudin, di Royal Um itulah jasad mendiang Raja Bhumibol disemayamkan. Di depan peti mati jenazah sang Raja, Presiden Jokowi dan Ibu Negara menundukkan kepala sejenak untuk berdoa, setelah itu mereka meletakkan karangan bunga.

Jokowi dan Iriana Melayat Raja Thailand
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melayangkan doa bagi Raja Bhumibol Adulyadej (foto: The Jakarta Post)

Sebelum meninggalkan lokasi, Jokowi dan Iriana menandatangani buku duka cita. Pada buku tersebut Jokowi menuliskan pesan penghormatan terakhir. Berikut pesan duka cita Jokowi:

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya menyampaikan duka cita mendalam dengan kesedihan atas mangkatnya Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyandej.

Kontribusi Raja Bhumibol untuk persatuan dan meningkatkan perdamaian dan kesejahteraan untuk rakyat Thailand patut dicontoh. Juga, kebijaksanaannya dan kepemimpinannya akan selalu diingat.

Pemikiran dan doa saya bersama rakyat Thailand dalam suasana sedih dan kehilangan ini.

Semoga jiwanya beristirahat dengan tenang.

Bangkok, 25 Oktober 2016
(Ditandatangani)
Presiden Republik Indonesia: Joko Widodo

Ibu Negara: Iriana Joko Widodo

Yang menjadi heboh disini adalah bentuk tandatangan Ibu Negara yang unik dan penulisan ucapan turut berduka cita dalam Bahasa Inggris yang amat rapi dan baik. 

Jokowi melayat Raja Thailand
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Thailand, (kiri), pernyataan ikut berdukacita yang ditulis Presiden Jokowi dalam buku tamu yang disediakan pihak Istana Kerajaan Thailand (kanan)

Selama ini, sejak masa kampanye Pilpres, Presiden Jokowi selalu diolok-olok tidak menguasai Bahasa Inggris oleh lawan-lawan politik berikut simpatisan mereka. Namun semuanya terjawab di sini.

Presiden Republik Indonesia ternyata menguasai Bahasa Inggris
(istimewa)

Ini Alasan Di Masa Mendatang, Manusia Akan Cenderung Berhubungan Seks Dengan Robot Mirip Manusia

Fenomena robot seks yang amat mirip dengan manusia sungguhan nampaknya bukanlah sebuah keniscayaan, karena dalam waktu dekat hal ini akan segera terwujud.

Mulai tahun 2017, robot seks yang amat mirip dengan manusia hidup akan mulai dipasarkan di Inggris dengan harga 12.300 poundsterling (sekitar Rp 196 juta).

Robot Seks
Apabila Anda mengira ini adalah manusia sungguhan, maka Anda salah besar. Ini merupakan salah satu prototipe boneka seks yang tahun depan bakalan dipasarkan. Sungguh amat mirip dengan manusia bukan?

Robot  seks yang dibicarakan disini bukanlah robot seks biasa yang hanya bisa bergetar atau bergerak, melainkan juga bisa bicara seperti halnya manusia hidup. Robot seks canggih ini dilengkapi dengan sebuah mesih kecil yang canggih di balik kulitnya dan juga dilengkapi dengan pemanas sehingga suhu badan robots seks ini menyerupai suhu tubuh manusia yang sehat.

Sebelumnya, fenomena manusia di masa depan bakalan berhubungan seks dengan robot sudah diramalkan oleh David Levy dalam bukunya yang berjudul “Love and Sex With Robots”. Dalam bukunya tersebut, David Levy, meramalkan bahwa semakin lama robot seks bakalan mirip dengan manusia baik secara ukuran maupun penampilan. Bahkan, orientasi seksual robot seks ini bisa disesuaikan dengan orientasi seksual pemesannya.

Real Dolls
Real Dolls (berbaring), boneka seks tercanggih saat ini. Robot seks tercanggih yang akan dipasarkan tahun depan ini merupakan pengembangan yang lebih agresif dari Real Dolls

Dan semua itulah yang kini terwujuddalam sosok robot canggih yang dikembangkan oleh Abyss Creations di pabriknya di California, Amerika Serikat.

Kecanggihan robot seks canggih buatan mereka bukan tandingan robot seks canggih lain yang umum beredar di pasaran yang biasanya merupakan buatan Korea dan Jepang yang hanya bisa diam.
"Kami berharap, robot seks dari kami ini yang pertama lebih baik dari RealDolls saat ini. Meski mahal, tapi boneka ini dibuat lebih rinci dan dijual terbatas. Boneka ini mampu memahami kata-kata dasar, beberapa gerakan sederhana dan getaran untuk menanggapi sentuhan pemilik," ujar Levy pada Selasa 1 Oktober 2016.
Seorang futurist lain, Ian Pearson pun juga mendukung pendapat tentang fenomena ini. Pearson bahkan berani mengatakan hubungan seks dengan robot akan menjadi umum pada tahun 2050 dengan kemungkinan ada banyak manusia yang mungkin akan jatuh cinta dengan robot seks. Levy sendiri memprediksi, pernikahan manusia-robot akan berlangsung pada 2050.

Berhubungan dengan boneka seks
Seorang pria sedang (maaf) bermesraan dengan boneka seks yang umum beredar saat ini. Yang tidak mirip dengan manusia sungguhan. Di tahun 2050, diperkirakan akan umum terjadi pernikahan antara manusia dengan robot

Dalam makalah "Robots, men and sex tourism", Ian Yeoman dan Michelle Mars dari University of Victoria Management School in Wellington, New Zealand mengatakan bahwa robot seks bakal populer pada 2050.

Kecanggihan teknologi, sekali lagi, tidak selalu selaras dengan moralitas.

(Metro, Daily Mail)

Wednesday, November 2, 2016

Penyebab Munarman (FPI) Berulah dan Mengamuk Lagi Hendak Menjotos Peserta Diskusi Masalah Ahok

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman kembali berulah dengan mengajak ribut dan berkelahi seorang peserta diskusi 'Membedah kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?' di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa 1 November 2016.

Munarman FPI Menantang Berkelahi Peserta Diskusi AHok
Suasana panas yang terekam kamera saat Munarman hendak menantang Sefasius untuk berkelahi

Munarman bersitegang dengan salah seorang peserta diskusitersebut yang bernama Sefasius.

Pertikaian antara Munarman dan Sefasius bermula saat Sefasius berbicara tentang penyelesaian suatu masalah agar tak membawa-bawa agama. Mendengar pernyataan Sefasius ini Munarman pun tak menerima dan naik pitam karena menurutnya pernyataan Sefasius ini dia anggap tendensius.

"Hey, saya tidak terima kamu bicara seperti itu. Dari tadi saya tidak bicara soal agama, saya bicara soal hukum," kata Munarman dengan nada tinggi saat menyerang Sefasius.

Sefasius tak mau kalah dalam menanggapi ucapan Munarman. Dia berkali-kali mengarahkan jari telunjuknya kepada Munarman sembari meminta agar diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat.

"Biarkan saya bicara. Kalau intelektual jangan begitu," ucap Sefasius.

Karena merasa emosi dan kesal akibat Sefasius tak mengalah, Munarman lalu mendekati Sefasius dan menantang Sefasius keluar dari hotel untuk diselesaikan melalui perkelahian.

"Saya bisa lebih dari Anda. Ayo kalau berani keluar dari hotel!" kata Munarman. "Media lihat, dia mengancam orang. Ini hak bicara. Enggak usah ancam saya. Kamu salah orang," ujar Sefasius.

Para petugas keamanan dari Polri yang mengamankan acara ini lantas memisahkan kedianya. Polisi meminta Sefaius untuk berhenti menanggapi ujaran Munarwan. Sedangkan beberapa narasumber lain berusaha membujuk Munarwan agar tidak melanjutkan pertikaian.

Situasi panas ini hanya berlangsung sekitar dua menit saja dan pertikaian mereka bisa diredam sehingga acara diskusi bisa kembali dilanjutkan dengan kondusif hingga selesai.

Tingkah Munarman ini mengingatkan kita akan perbuatannya terdahulu yang menyiram Thamrin Tomagola dalam siaran langsung TV One.

Diskusi ini dihadiri oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli, Pakar Hukum dan mantan Ketua KY, Suparman Marzuki, perwakilan Kompolnas, Andrea Pulungan, dan Politisi PDIP Erwin Moeslimin Singajuru.
(Merdeka)

Peluru Tajam Bakal Diturunkan Untuk Amankan Demo 4 November 2016 dan Pandangan Ketua MPR

Rencana demo besar-besaran soal penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab pada 4 November 2016, tidak ditanggapi sebelah mata oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Berkenaan dengan rencana Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada seluruh personel Brigade Mobil (Brimob) untuk menyiapkan fisik dan psikis terkait pengamanan demo besar-besaran ini.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab

Walau menurutnya situasi bakalan genting, namun ia mengingatkan agar aparat yang bertugas bisa mengontrol tekanan dan emosi serta membatasi penggunaan senjata dalam pengamanan. Apabila terpaksa menggunakan senjata, maka hal tersebut harus berdasarkan perintah.

"Penggunaan kekerasan dengan peluru tajam harus dibatasi hanya perintah tertentu saja," kata Tito Karnavian di Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua Depok ,Jawa Barat, pada hari Senin 31 Oktober 2016.

Tito secara tegas meminta kepada seluruh jajaran Polri agar bisa menjaga kekompakan dan soliditas di internal Polri, agar tidak terjadi perpecahan dan kesalahan komunikasi dengan sesama rekan yang bertugas atau atasan dan bawahan. "Komando harus jelas, enggak boleh masing-masing terjemahkan sendiri," ujar Tito dengan nada tegas.

Namun bukan hanya diperlukan kekompakan dan kesolidan internal Polri, melainkan juga harus menjalin komunikasi dan kerjasama yang lancar dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan pengamanan.

"Bangun juga hubungan satuan wilayah, koordinasi dengan baik jangan salah koordinasi dengan teman dan komandan. Jangan diantara kita ribut di satuan Brimob dengan satuan wilayah ribut, jangan sampai terjadi," katanya.

Tito dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk keperluan pengamanan demo massal ini.

"TNI satuan kawan kita. Perlakukan TNI sebagai saudara, kerjasama untuk mempertahankan NKRI," ujarnya menegaskan.

Sebelumnya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan ikut mananggapi rencana demo ini.

Zulkifli mengaku menyesalkan munculnya aksi demo massa pada 4 November 2016, menyikapi pernyataan yang dianggap melecehkan Al Quran.

Terkait masalah ini, Zulkifli pun menekankan supaya hal ini bisa menjadi pelajaran yang bisa diambil bagi para pemimpin untuk menjaga sikap dan gaya berbicara mereka.

"Bukan demonya yang mengancam, tetapi sikap. Sifat pemimpin, harus menjaga tutur kata, karena kita ini bangsa yang beragam. Jangan melampaui batas. Apalagi, membawa soal agama itu sensitif. Ini jadi repotkan. Makanya hati-hati berbicara" kata Zulkifli.

Sebagai Ketua MPR dan juga warga negara, Zulkifli mengaku bahwa dirinya tak bisa menghalangi dan melarang warga untuk berdemonstrasi menyalurkan aspirasi menyampaikan pendapatnya karena hal tersebut merupakan hak seluruh warga negara yang diatur dalam Undang-undang. Namun, ia amat berharap agar aksi demonstrasi khususnya 4 November besok harus dilakukan dengan tertib, damai serta tidak destruktif dan tidak meresahkan masyarakat.

Namun kebanyakan warga yang ditanyai mengaku was-was karena sudah menjadi kebiasaan bahwa demo, apalagi yang berskala besar dan melibatkan FPI, selalu ricuh. Semoga saja pada 4 November 2016 besok situasi Jakarta tetap aman dan kondusif.

Mari kita doakan para petugas TNI dan Polri agar mereka diberi perlindungan keselamatan, kekuatan dan ketegaran apabila situasi menjadi tidak terkendali sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. NKRI harga mati.
(dari berbagai sumber)

Tuesday, November 1, 2016

Demokrasi dan Demontrasi Bukanlah Hak Untuk Memaksakan Kehendak dan Merusak

Setelah beberapa saat berdiam diri untuk mempelajari situasi, akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh ormas Islam pada 4 November 2016 untuk meminta Polisi mengusut kasus calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap telah menistakan agama.

FPI Demo Anti Ahok
Demo massa FPI Anti Ahok

Terkait hal ini Jokowi mengatakan bahwa demokrasi merupakan hak setiap warga negara, namun bukan berarti harus memaksakan kehendak. "Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," kata Jokowi pada Senin 31 Oktober 2016 di Jakarta..

Mengenai hak berdemokrasi, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat setiap warga negara. Namun, pemerintah akan mengutamakan ketertiban umum. Sebab dalam Demokrasi Pancasila, kewajiban berada lebih tinggi dan harus diutamakan daripada hak.

"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkistis oleh siapa pun," kata Jokowi.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya mengajak masyarakat untuk mengawal kasus Ahok yang ditangani Bareskrim Polri. Namun, Tito menambahkan bahwa pengawasan masyarakat dalam kasus tersebut tidak perlu dilakukan dengan pengerahan massa.

"Kita adalah negara demokrasi, kita serahkan pada aturan main dan aturan hukum yang ada. Silahkan dikawal proses-proses hukum itu tanpa perlu untuk melakukan tekanan-tekanan dengan pengerahan massa," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar dewasa dalam menyampaikan pendapat dan berunjuk rasa.

"Kami berkoordinasi dengan teman-teman yang akan melakukan aksi agar jangan mudah terprovokasi. Tolong jangan sampai anarkistis. Waktu dan tempat untuk menyampaikan pendapat sudah disediakan. Kami berkomitmen melindungi dan mengamankan selama dilakukan dengan damai," katanya.

Imbauan itu merupakan respons Kapolri terhadap sejumlah provokasi yang tersebar secara viral untuk melakukan kekerasan pada aksi unjuk rasa. Kapolri mengatakan bahwa Polisi tidak akan segan-segan menindak para pengunjuk rasa yang melakukan kekerasan dan merusak.
(Kompas, Detik, Sindo)

Ketika Megawati Mengkritisi Masalah Kepemimpinan Berdasar SARA Di Depan Forum Mubaligh

Kegaduha Pilkada DKI Jakarta 2017 yang memicu banyak perdebatan dan permusuhan di media sosial ternyata diiukuti secara rinci dan saksama oleh etua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Ia menemukan sebuah topik yang sangat serius namun "merusak" di media sosial mengenai "pemimpin harus Indonesia asli" yang amat ia sesali.

Megawati Soekarno Putri
Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri

"Ada orang yang bilang melalui media sosial. Tidak ada pemimpin itu kalau tidak agama Islam, tidak boleh non-Muslim. Rasnya harus Indonesia asli. Saya langsung mikir, sebetulnya yang Indonesia asli itu sopo yo," ujar Megawati dengan nada getir dan sesal saat menyampaikan kata sambutan dalam acara pembukaan Pelatihan Mubaligh Kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI-P di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 31 Oktober 2016.

Dalam kesempatan tersebut Megawati memaparkan bahwa sejak zaman dahulu kala Indonesia sudah memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan lainnya. Tak lupa, ia mengkritisi mengenai masalah kepemimpinan yang akhir-akhir ini memicu kegaduhan di Indonesia.

Dalam sambutannya tersebut, Mengawati mengatakan bahwa di dalam Islam, Tuhan kali pertama menurunkan Adam dan Hawa ke dunia. Dari Adam dan Hawa-lah keturunan manusia hidup di dunia.

Kemudian, pada masa penjajahan, banyak pernikahan antara pribumi dengan bangsa-bangsa lain. Dari sana jugalah keberagaman suku, ras, agama, dan budaya lahir. "Lalu lantas kita tidak boleh bilang dia adalah orang Indonesia asli?" tanyanya.

Kemudian ia pun menyinggung mengenai masalah pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang merupakan warga keturunan Tionghoa pada Pilkada DKI 2017 yang menuai pro dan kontra.

"Pak Ahok kenapa enggak boleh jadi gubernur? Apakah karena dia matanya sipit, agamanya non-Muslim. Apakah itu Indonesia?" ucap Megawati.

Dia mempertanyakan pikiran yang rasional, logis, dan obyektif apabila masyarakat Indonesia mengotak-kotakkan diri mereka berdasarkan suku, agama, ras, budaya, dan lainnya. Sebab, Indonesia merupakan negara yang plural.

Megawati mengatakan, dia tidak sedang membela suku, agama, ras, ataupun golongan tertentu.

"Saya belain Republik Indonesia yang saya cintai," ucapnya.

Indonesia bisa terpecah, terpuruk dan jatuh apabila kita semua mengkotak-kotakkan diri kita, sebab Indonesia merdeka melalui perjuangan semua golongan.
(Kompas)

Polri Ingin Cepat Usut Kasus Penistaan Agama Oleh Ahok, Tapi FPI Minta Ditunda

Kasus tuduhan penistaan terhadap kitab suci Al Quran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih juga belum reda dipergunjingkan. Ahok pun menerima banjir hujatan dari organisasi Muslim seperti FPI (Front Pembela Islam) serta MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang mengadukan sang Gubernur kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Terkait kasus ini, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, penanganan aduan atau laporan terhadap Ahok tetap berjalan di Bareskrim Polri.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab

Tito menegaskan bahwa pihak penyelidik Kepolisian telah meminta dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, ahli, dan pelapor dalam laporan dugaan penistaan agama yang dituduhkan dolakukan oleh Ahok ini.

Salah satu pelapor yang masih akan dihadirkan yaitu perwakilan dari Front Pembela Islam (FPI). Penyelidik telah mengirimkan undangan, tetapi FPI belum memenuhi.

"FPI minta ditunda, minta Selasa atau Rabu (pekan ini). Padahal, kami maunya cepat (usut kasus Ahok)," ujar Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Senin 31 Oktober 2016)

Kapolri mengharapkan agar pihak pelapor ataupun saksi yang diminta hadir bisa kooperatif dalam proses penyelidikan ini. Selain itu, Kapolri ingin kasus ini bisa ditangani segera sehingga bisa disimpulkan apakah ada tindak pidana atau tidak.

"Termasuk pelapor lain, tanpa perlu panggilan, kalau bisa datang sendiri. Akan kami periksa supaya bisa lebih cepat," kata Tito.

  
Dalam menangani kasus ini, Kapolri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu dalam penegakan hukum. Jika ada laporan masyarakat, pasti akan dipelajari dan ditindaklanjuti.

Tito secara jujur mengakui bahwa walau kelihatannya kasus tersebut berkaitan dengan agama, namun ia melihat bahwa banyak yang berpendepata menyebut laporan itu lebih bermuatan politis yang ditunggangi kepentingan-kepentingan yang tidak terlihat.

Oleh karena itu, polisi menangani kasus itu dengan hati-hati untuk pembuktiannya. Ia pun mengimbau agar mewaspadai para “penunggang kepentingan” dalam kasus ini serta demo-demo yang akan diadakan pada Jumat, 4 November 2016.

"Tapi, kesan publik ada pihak yang gunakan untuk kepentingan politik, pasti ada," kata Tito.

Sebelumnya Ahok sudah datang sendiri ke Bareskrim atas inisiatifnya untuk memberikan keterangan.

Selain itu, pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari staf Ahok yang juga ikut kunjungan ke Kepulauan Seribu yang ikut menyimak kata-kata Ahok disana. Para staf ini dimintai klarifikasi soal ucapan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51. Pihak penyidik Kepolisian pun sudah menghimpun keterangan para warga di Pulau tersebut sebagai saksi.

Sejauh ini, polisi menerima delapan laporan masyarakat terhadap Ahok. Seluruh laporan itu ditangani oleh Bareskrim Polri.

Ahok sudah membantah melakukan penistaan agama. Meski demikian, ia mengucapkan permintaan maaf kepada umat Islam.

Dalam bantahannya, Ahok merasa bukanlah orang yang anti atau memusuhi agama tertentu, termasuk Islam. Ia mengatakan, selama pemerintahannya, banyak madrasah yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Bukan saya mau riya (pamer) ya, sekolah-sekolah Islam yang kami bantu izin berapa banyak, termasuk KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk madrasah, termasuk kami bangun masjid," ujar dia.


Oleh karena itu, Ahok meminta agar polemik mengenai ucapannya itu tak lagi diperpanjang.
(KOmpas dan sumber-sumber lain)