Thursday, November 10, 2016

Ini Alasan Walikota Risma Meminta Warganya Jangan Bercita-cita Menjadi PNS

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini selama ini memang dikenal sebagai seorang kepala daerah yang revolusioner dan inovator. Sebagai wanita yang menjadi kepala daerah, prestasinya pun menonjol.

Namun baru-baru ini Risma mengeluarkan pernyataan yang sedikit “nyeleneh” dalam artian bermaksud baik bagi warganya dan kemajuan wilayahnya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Walikota Surabaya Tri Rismaharini

Terkait masa depan, khususnya para generasi muda Surabaya, ia menyarankan para pemuda untuk tidak memiliki cita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebagai gantinya, Risma mengajak warganya untuk menjadi pengusaha sukses.
"Kalau jadi PNS tidak bisa diwariskan, tapi kalau punya usaha bisa diwariskan ke anak cucu," kata Risma pada acara road show Pahlawan Ekonomi di lapangan Kecamatan Pakal, Surabaya.
Menurut Risma, untuk bisa sukses menjadi pengusaha, tidak harus langsung dalam skala besar, tapi melainkan harus dirintis melalui skala kecil atau usaha kecil menengah (UKM) terlebih dulu.

Terkait hal ini, Risma berjanji akan membantu mengembangkan UKM warganya semaksimal mungkin karena ini merupakan salah satu program Pemkot Surabaya. "Nanti Pemkot Surabaya akan mempermudah izin, menyediakan stand, hingga membantu melalui pameran di luar daerah hingga luar negeri," terang Risma

Risma menambahkan bahwa di era masyarakat ekonomi ASEAN saat ini, penduduk Surabaya harus menjadi tuan rumah di rumah sendiri. Kesempatan tidak boleh diambil oleh orang-orang dari negara lain. Terlebih lagi saat ini Surabaya telah menjadi daerah kedua tujuan wisata di Indonesia setelah pulau Bali.

Risma memaparkan bahwa menurut survei salah satu media swasta, alasan wisawatan berkunjung ke Surabaya karena menjadi destinasi wisata pelesir dan wisata MICE (meeting, incentive, convention, event).

(Kompas)

Wednesday, November 9, 2016

Pemandangan Mengerikan Ketika Sebuah Ular Berbisa Merayap Dalam Pesawat Aeromexico

Pesawat udara selalu menjadi opsi pertama bagi mereka yang sering bepergian dengan alasan kecepatan sampai di tujuan (menghemat waktu) dan kenyamanan. Dengan kata lain, bepergian dengan pesawat udara lebih efisien dibandingkan dengan menumpang moda angkutan lain..

Sayangnya, faktor kenyamanan kali ini tidak didapatkan oleh para penumpang sebuah pesawat penerbangan komersial di Meksiko yaitu maskapai Aeromexico dalam sebuah penerbangan dari Torreon ke Mexico City pada Minggu 6 November 2016 lalu. 

ular dalam penerbangan komersial
Foto saat ular berbisa sepanjang 2 meter merayap di kabin bagasi penumpang pesawat Aeromexico

Para penumpang pun panik dan berhamburan pasalnya seekor ular hijau yang berbisa diam-diam merayap di kabin pesawat tersebut.

Hewan melata berwarna hijau itu tiba-tiba muncul di bagian atas pesawat tanpa diketahui masuknya dari mana. Ular ini muncul dan merayap di langit-langit belakang kompartemen bagasi yang berada di atas kepala penumpang dengan barisan nomor kursi 5 dan 6..

Seorang penumpang pesawat yang bernama Indalecio Media pun kemudian mengabadikan peristiwa ini dengan kamera pinselnya. Terlihat ular sepanjang kira-kira tersebut tampak kebingungan, tidak tahu harus bergerak ke arah mana. Ia hanya menggeliat-geliat sebelum akhirnya terjatuh. 
"Saya sedang membaca majalah dan tiba-tiba penumpang di sebelah saya melihat ular merayap, " demikian kesaksian Medina kepada wartawan.


Penumpang lain dengan segera menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan pesawat dan menunggu kejelasan mengenai ular yang baru saja dilihatnya.

Ada-ada saja. Bagaimana hal ini bisa terjadi
(Daily Mail)

Senapan Sniper Super Mematikan Bikinan Pindad Ini Bikin Negara-negara Maju Ketakutan

Sejak dulu, kualitas combat anggota TNI dan kualitas senjata infanterinya selalu membuat dunia terpana. TNI berkali-kali menjadi jawara kompetisi sniper tingkat dunia dengan menggunakan senjata buatan perusahaan BUMN yang berbasis di Bandung yaitu PT Pindad (Persero).

Nah, kali ini Pindad kembali membuat dunia terkesima sekaligus gentar karena mereka mampu memproduksi senapa khusus penembak jitu jarak jauh (sniper) yang memiliki kaliber peluru besar yaitu 12,7 milimeter (mm). 

Sniper SPR 2 Pindad
Sniper SPR 2 yang super mematikan bikinan PT Pindad


Senapan sniper kaliber besar ini amat istimewa yaitu di seluruh dunia, hanya ada 4 negara termasuk Indonesia yang sanggup membuat senjata jenis ini dengan amat presisi..

Nah, senapan sniper "istimewa" yang menyandang sandi nama SPR 2 ini merupakan sebuah senapan anti materil yang merupakan keluarga senapan array dengan presisi (ketepatan) sangat tinggi yang diproduksi oleh PT Pindad.

Spesifikasi SPR 2 adalah senapan tembakan tunggal. Senapan sniper ini mempunyai aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan.

Belum cukup sampai disitu, senapan ini ini juga dilengkapi teknologi night vision untuk melihat sasaran dengan jelas di malam hari yang gelap sekalipun.

Hebatnya lagi, senapan sniper ini mampu menembakkan peluru sehingga bisa menembus tank atau kendaraan lapis baja lainnya serta mempunyai jarak tembak hingga 2 kilometer sehingga kemampuan yang dimilikinya amat mematikan. 

Jadi, senapan sniper ini mempunyai 3 kemampuan mematikan sekaligus yaitu menembus, membakar dan meledakkan.


Tak pelak, senapan sniper milik Pindad ini membuat negara-negara maju terkesima sekaligus gentar, sebab sebelumnya hanya tiga negara yang mampu membuat sniper dengan kaliber besar ini, yaitu Amerika Serikat (AS) dan dua negara di Eropa.

Kalau sudah begini, masih ada yang berani "main-main" dengan TNI?
(Pindad)

Alasan Presiden Jokowi Mengebut Pembangunan Jalan Tol Becakayu Yang Mangkrak Selama 22 Tahun

Demi kemajuan dan pembangunan masyarakat, maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen mengebut penyelesaian pembangunan proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang mangkrak lama sekali.
"22 tahun (mangkrak) kemudian dimulai lagi Januari 2015. Jadi memang harus kebut-kebutan," ujar Jokowi saat meninjau ke proyek pembangunan jalan tol tersebut pada Senin 7 November 2016.

    Becakayu mangkrak 22 tahun
    Iring-iringan rombongan Presiden Jokowi saat meninjau proyek jalan tol Becakayu yang mangkrak selama 22 tahun


Adapun jalan tol yang lama mangkrak itu terdiri dari 2 lajur. Satu ke arah Bekasi di sisi kiri Kalimalang, sedangkan yang satunya lagi ke arah Cawang di sisi kanan Kalimalang. "11 kilometer kiri dan kanan. Berarti total 22 kilometer. Selesai akhir tahun 2017," kata Presiden Jokowi.

Jokowi menambahkan bahwa akan ada sedikit “pemaksaan” lantaran kondisi lalu lintas di Jalan Inspeksi Kalimalang sangat padat.

Jokowi mengatakan bahwa sudah hampir pasti bakalan ada ruas tol yang dapat digunakan terlebih dahulu, yakni ruas 8 kilometer dari Lampiri hingga Universitas Borobudur yang dapat mulai digunakan sekitar Maret 2017 mendatang.
"Tidak ada masalah ini tinggal masa konstruksi saja, cepat-cepatan saja, nanti Maret sudah bisa dipakai," ujar Jokowi.

Jokowi yakin pembangunan tol Becakayu itu dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Inspeksi Kalimalang. Jalur itu adalah jalur padat dari Bekasi ke Jakarta. Jalur tersebut tidak pernah lancar walaupun hari libur.
(dari berbagai sumber)

Tuesday, November 8, 2016

Ada Yang Paham Dengan Makna Tulisan Spanduk Perayaan Sumpah Pemuda Ini?

Perayaan Hari Sumpah Pemuda mungkin sudah lewat pada 28 Oktober lalu. Namun “pergunjingan” terkait “makna” Sumpah Pemuda ternyata masih ramai hingga sekarang.

Salah satunya adalah spanduk yang berukuran cukup besar dan dipampang di sebuah jalan. Di keterangannya, dia meminta netizen menyimak tulisan di spanduk itu. Seorang netizen yang memposting foto spanduk tersebut lantas meminta pendapat dan komentar para netizen lain.

Hal ini karuan saja menjadi viral hingga kini karena bunyi kalimat yang terpampang pada spanduk peringatan hari Sumpah Pemuda tersebut dianggap menyindir salah satu kalangan secara halus namun telak.

Spanduk perayaan sumpah pemuda yang unik
Tempat spanduk heboh ini terpasang

"Dilarang keras berbahasa asing...!!! Jika masih menggunakan bahasa asing, silakan angkat kaki dari negara Republik Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-88. Berbahasa, bertanah air dan berbangsa satu yaitu Indonesia," demikian tulisan pada spanduk yang lantas menjadi pembahasan viral di internet tersebut.

Apa yang jadi persoalan? Apakah soal larangan keras berbahasa asing? Ternyata tidak. Netizen ternyata mempersoalkan tulisan 'warning' dengan tiga tanda seru di pojok kiri atas spanduk tersebut.

Spanduk sumpah pemuda
Dari dekat tulisan pada spanduk perayaan Hari Sumpah Pemuda saat dilihat dari dekat

Banyak netizen yang mengaku gagal paham. Mereka rata-rata berkomentar tidak mengerti apa maksud tokoh yang gambarnya terpampang di spanduk tersebut melarang keras berbahasa asing sementara ada tulisan 'warning' di spanduk itu. Banyak juga netizen yang berkomentar pedas, namun ada pula yang tertawa karena menilai hal ini lucu.

Foto spanduk ini diambil di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sosok tokoh yang wajahnya ada dalam spanduk tersebut juga tidak jelas betul siapa.


Bagaimana menurut Anda?
(Facebook)

Monday, November 7, 2016

Kisah Nyata: Mima Saina, Wanita Asli Indonesia Yang Dinobatkan Sebagai Pahlawan Perang Di Israel

Banyak yang tidak tahu asal muasal mengapa NAZI amat membenci dan berniat memusnahkan kaum Yahudi. Terlebih lagi, di tanah air pun banyak yang membenci kaum Yahudi tanpa sebab yang jelas.

Sebuah kisah nyata yang menggambarkan bagaimana seorang Indonesia sudah lama “berhubungan baik” dengan kaum Yahudi bisa dilihat dari kejadian yang terjadi pada tahun 1941 di Belanda.

Saat itu bala tentara Nazi Jerman menginvasi dan menguasai Belanda. Tujuan invasi Nazi ke Belanda ini adalah untuk memusnahkan kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.

Mima Saina
Mima Saina menggendong Alfred (kiri), bocah Yahudi yang dia selamatkan dan ia asuh bagaikan anaknya sendiri

Mengapa Nazi Jerman sampai ingin memusnahkan kaum Yahudi? Ini tak lain karena balas dendam. Nazi Jerman menganggap Yahudi telah berkhianat dan menyebabkan mereka kalah dalam Perang Dunia I. Oleh karena itu, Adolf Hitler (pemimpin Nazi) memerintahkan tentaranya untuk melakukan pembunuhan secara massal (pemusnahan etnis/genosida) terhadap kaum zionis itu.

Nah, disinilah seorang Indonesia bernama Tole Madma dan Mima Saina tercatat dalam sejarah.

Peran Mima Saina berawal ketika menjadi pengasuh anak pasangan Yahudi yaitu suami istri Simcha dan Gisele Munzer yang tinggal di Belanda. Simcha dan Gisele menitipkan anak mereka kepada Tole Madma, pemilik rumah tempat Mima bekerja. Tole dan Mima merupakan warga asli Indonesia yang menetap di Belanda.

Alfred, demikian nama anak pasangan Simcha dan Gisele harus terpisah dengan kedua orang tuanya demi keamanannya. Sejak dititipkan, dia mulai menganggap Mima sebagai ibu angkatnya.

Alfred yang kini menjadi ahli penyakit dalam dan spesialis paru-paru itu menceritakan berbagai hal berjasa yang dilakukan oleh Mima, ibu angkatnya yang menyelamatkannya saat tentara Nazi melakukan penggeledahan.

Alfred berhasil tertidur saat Mima menyanyikan lagu "Nina Bobo". Tentara Nazi tidak mengetahui keberadaannya karena dia berhasil disembunyikan. Selain itu, Mima juga rela berjalan bermil-mil demi mendapatkan susu bagi pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Ahli Paru Amerika Serikat tersebut.

Atas jasanya tersebut baik Mima Saina maupun Tole Madma dinobatkan menjadi sebagai pahlawan. Nama mereka tercatat di taman monumen Righteous Among the Nations di Israel. Kawasan ini dibuat untuk memberi penghargaan bagi orang-orang non Yahudi atas jasa mereka.

(Yadvashem.org)

Thursday, November 3, 2016

Video Detik-detik Tewasnya Wanita Muda Joki Balap Liar Saat Balapan di Jalanan Desa

Balap liar selalu dilakukan kucing-kucingan dengan aparat keamanan karena mengganggu keetrtiban umum, meresahkan masyarakat dan membahayakan keselamatan. Sudah banyak korban yang berjatuhan akibat kegiatan yang umumnya dilakukan oleh para remaja berusia tanggung ini.

Kali ini kembali terjadi kecelakaan yang menewaskan pelaku balapan liar.

Korban kecelakaan maut ini adalah seorang wanita muda pembalap liar di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bernapa Riska Alvionita (19 tahun). Riska tewas secara mengerikan karena sepeda motor yang dikendarainya oleng dan menabrak pembatas jalan pada Sabtu 29 Oktober 2016 di Desa Durenan, Dusun Tugu Bacang, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Riska Cibel
Riska Alvionita (latar depan) bersama kawan-kawannya

Video detik-detik tewasnya Riska ini pun tersebar luas dan mendapat banyak tanggapan beragam.

Saat itu, Riska yang berasal dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung sedang uji coba sepeda motor yang sudah dimodifikasi khusus untuk digunakan untuk drag race. Ia meluncur dari arah selatan ke arah utara di jalur jalan desa yang lurus dengan kecepatan tinggi tanpa mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan baju balap.

Dalam video amat jelas terlihat pada sekitar 200 meter dari titik awal dia meluncur, motor yang dikendarainya oleng kearah kiri (hilang kendali) mengakibatkan Riska langsung tewas di tempat kejadian.
Ini bisa menjadi pembelajaran bahwa jalanan umum bukanlah sirkuit dan bukan pula milik para pembalap liar. Selama ini para pembalap liar kerap berlaku kasar dan arogan kepada pengguna jalan lain.

Video detik-detik tragisnya bisa dilihat di bawah ini:



Ingat, jalanan umum bukan untuk balapan.
(dari berbagai sumber)