Wednesday, August 3, 2016

Inilah Alasan Pria Ini Menuntut Pemerintah Agar Bisa Menikahi Laptopnya

Sungguh sulit dipercaya, namun itulah yang terjadi sesungguhnya di negara bagian Utah, Amerika Serikat (AS). Untuk kedua kalinya, seorang pria bernama Chris Sevier menuntut Pemerintah Negara Bagian Utah dan Dinas Catatan Sipil Salt Lake City untuk kedua kalinya gara-gara ia tidak diizinkan untuk menikahi laptopnya.

Chris Sevier, Pria Yang Ingin Menikahi Laptopnya
Chris Sevier, pria yang amat berniat menikahi laptopnya

Chris Sevier sebelumnya sudah menuntut kedu badan pemerintah tersebut pada awal 2016, sebelum ia memutuskan untuk mencabut tuntutannya.

Namun, ia kembali menuntut Pemerintah Utah dengan tuntutan yang sama yaitu ia menginginkan pemerintah di Utah untuk mengizinkannya  menikahi laptopnya. Alasan Sevier adalah bahwa hal tersebut serupa dengan hak yang diberikan kepada pasangan sesama jenis untuk menikah.

“Saya mengidap kondisi di mana saya lebih memilih berhubungan seks dengan benda mati. Sekarang saya ingin menikah dengan benda mati tersebut yang (menurut Sevier) sebagai gender netral” demikian pernyataan Sevier.

Sebagaimana dikutip dari Mirror, Sabtu (2/7/2016), jaksa wilayah Utah, Jeff Buhman mengatakan bahwa pihak kejaksaan akan segera bertindak agar kasus ini segera ditutup (di mana tuntutan dari Sevier ditolak)

Walau tuntutannya ditolak, Sevier mengatakan bahwa dirinya akan tetap memperjuangkan tuntutannya hingga ke tingkat Mahkamah Agung Federal.

Bagaimana seandainya hal seperti ini terjadi di Indonesia? Ada-ada saja.
(Telegraph)

Tuesday, August 2, 2016

Ini Alasan Dan Pembelaan Lion Air Terkait Delay Panjang "Berjamaah" Di Soekarno-Hatta 31 Juli 2016

Lagi-lagi maskapai penerbangan Lion Air belum juga “kapok” untuk membuat kecewa dan marah para penumpangnya. Kejadian paling baru terjadi pada Minggu 31 Juli 2016 dimana banyak penerbangan Lion di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami banyak penundaan (delay).

Pramugari Lion Air
Ilustrasi: Pramugari Lion Air

Terkait hal tersebut pihak Lion Air mengkonfirmasi bahwa penundaan penerbangan atau delay tersebut dikarenakan oleh adanya masalah (gangguan) operasional.

Direktur PT Lion Air, Edward Sirait mengatakan bahwa masalah tersebut dikarenakan adanya pergantian awak penerbangan atau crew yang terkena dampak dari delay pada Minggu 31 Juli 2016 siang.

Sirait menambahkan bahwa pergantian awak pesawat atau crew itu tidak mudah karena amat perlu dilakukan rangkaian proses seperti persiapan apa saja yang dilakukan sebelum melakukan penerbangan.

"Ganti crew tidak ganti seperti naik motor. Mereka harus pre-flight lagi segala macam. Itu adalah bagian dari proses yang harus dijalani. Makanya operasional itu dinamis," ujarnya saat konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2016.

Lebih lanjut Sirait menambahkan bahwa seorang pilot itu mempunyai batasan maksimum berapa jam penerbangan. Jika jam penerbangannya sudah habis, maka Lion Air tidak bisa memaksa untuk melakukan penerbangan. Sebab jika dipaksa, maka akan membahayakan penerbangan itu sendiri.

"Kalau kami paksa malah tidak aman. Jadi harus diganti. Karena delay panjang harus kami ganti crew-nya," ucapnya.

Menurut dia, Lion Air telah mempersiapkan cadangan crew pengganti untuk jika terjadi delay. Namun, crew pengganti tidak bisa langsung untuk menaiki langsung melanjutkan penerbangan karena adanya proses seperti yang dijelaskan di atas.

"Itu salah satu bagian. Artinya dalam operasional banyak hal yang harus kami siapkan. Intinya kami tidak ingin delay. Memang yang kemarin itu karena ada berlarut, ketemu jam operasional bandara yang terbatas," tutupnya.

Entah sampai kapan Lion Air masih belum juga bisa bertindak profesional dalam menjalankan bisnisnya?
(dari berbagai sumber)

Akhirnya, Pelaku Penyebar Hasutan Kebencian Kerusuhan Tanjungbalai Ditangkap Polisi. Ini Dia Pelakunya

Setelah melalui penyelidikan intensif, akhinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil menangkap seorang tersangka perbuatan penyebar ujaran kebencian di media sosial terkait aksi kerusuhan  di Tanjungbalai, Sumatera Utara belum lama ini.

Vihara yang Dibakar Massa Di Tanjungbalai
Vihara yang dibakar massa di Tanjungbalai (foto: Tempo)


Pelaku ujaran kebencian yang ditangkap polisi adalah AT (41 tahun), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menurut penuturan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Hengki Haryadi, AT menyebarkan ujaran kebencian melalui akun Facebook pribadinya pada Minggu 31 Juli 2016.

AT menuliskan status: "Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016!! 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku mari rapatkan barisan... Kita buat tragedi 98 terulang kembali, Allahu Akbar".

Penangkapan terhadap AT merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk membuat satgas khusus dan melakukan patroli cyber untuk memburu para pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial.

AT ditangkap di kediamannya pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurut hasil pemeriksaan, ternyata AT menyebarluaskan ujaran kebencian tersebut di dua akun Facebook miliknya.


Akibat perbuatannya, AT terancam dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama 6 tahun.
(Kompas, Tempo)

Ini Jawaban Anies Baswedan Saat Tahu Dirinya Bakal "Dijaring" PDI-P Untuk Maju Pilkada DKI 2017

Suhu pertarungan politik untuk mempereutkan kursi Gubernur DKI Jakarta makin memanas seiring dengan semakin mendekatnya pergelaran Pilkada DKI Jakarta 2017. Semakin banyak tokoh yang digadang-gadang untuk dijagokan menjadi salah satu Cagub untuk bertarung melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mantan mendikbud anies baswedan
Anies Baswedan (foto: idntimes)

Salah satunya adalah Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswesan yang baru saja dilengserkan jabatannya oleh Presiden Jokowi pada reshuffle kabinet belum lama ini. Anis rupanya turut dipantau oleh PDI Perjuangan untuk diusung menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Gembong Warsono mengatakan, selain 6 nama calon yang sudah diserahkan kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, ada pula tokoh lain.

Anies dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso turut dicermati PDI-P.

"Semua masih dalam pantauan, yang muncul di masyarakat. Risma muncul dari masyarakat, Anies Baswedan, beliau juga muncul dari masyarakat. Ada beberapa elemen yang menginginkan Anies untuk maju. Buwas juga, termasuk Pak Ahok juga," ujar Gembong Selasa 2 Agustus 2016. "Jadi, kalau gelombang harapan masyarakat tinggi, mengapa tidak dipertimbangkan?" tambahnya.

Berita yang selentingannya makin santer ini ternyata tidak membuat Anies serta merta menjadi “semangat”.  Ia pun tidak mau berkomentar banyak saat ditanya terkait hal ini. Anies mengatakan bahwa dirinya  saat ini masih bersantai setelah tak lagi menjabat sebagai menteri. "Belum pernah terpikir. Saya masih santai-santai lah, baru selesai tugas," kata Anies pada Selasa 2 Agustus 2016 ini.

Seolah ingin mengalihkan topik pembicaraan yang seolah membuatnya cukup terganggu ini, Anies malah bercerita tentang kesibukannya berkunjung ke beberapa kota di Indonesia. Saat ini, ia sedang berada di Bandung dan akan pergi menuju Lembang. Sebelumnya, Anies mengunjungi Solo.

"Ini saya lagi di Bandung mau ke Lembang. Terus nanti malam mau ketemu sama seniman-seniman dan budayawan," ujarnya.

Semakin banyak calon, semakin banyak pilihan masyarakat. Semoga saja semakin menguntungkan masyarakat dan bukannya membuat pusing.
(istimewa)

Mau Liburan Ke Yogya dan Bali 100% Gratis? Ini Caranya

Bagi Anda yang dalam waktu dekat ini berkeinginan untuk pergi liburan ke Bali atau Yogyakarta, maka Anda tidak boleh melewatkan peluang untuk berlibur gratis tiket pesawat dan hotel ke kedua tempat destinasi wisata populer di Indonesia biaya. Ah, masa sih? Ya benar sekali. Ini bukan kabar bohong atau tipu-tipu. Caranya pun mudah, yaitu Anda cukup memposting video wisata ke media sosial Instagram.

Pura Ulun Danu di Danau Beratan, Bedugul, Bali


Kontes berhadiah liburan gratis ini adalah kontes bertema “Indoensia di Mataku” yang diadakan oleh online travel agent, Ezytravel.co.id. Kontes “ Indonesia di Mataku” ini merupakan kontes video di Instagram yang diselenggarakan selama periode 1-30 Agustus 2016.

Berdasarkan penjelasan Public Relation & Advertising Ezytravel.co.id, Noor Aini Rachmawati, pemenang lomba ini akan mendapatkan tiket pergi pulang (PP) dan penginapan selama 3 hari 2 malam di Yogyakarta dan Bali.

Aturan mainnya adalah, peserta kontes ini bisa memposting video-video dengan durasi 60 detik yang bertema wisata kuliner, alam, atau budaya di Indonesia.  Peserta pun diperbolehkan mengunggah stok-stok video lama maupun terbaru. Kontes video ini berlaku untuk semua warga Indonesia minimum 17 tahun ke atas.

Hadiah-hadiah selain tiket pesawat dan penginapan gratis selama 3 hari 2 malam yaitu voucher taksi, voucher belanja, voucher makan, merchandise dari Ezytravel.co.id, dan kamera aksi.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi ini, Anda bisa mengunjungi situs Ezytravel.co.id. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada tanggal 31 Agustus 2016.

Yuk segera bikin videonya dan posting di Instagram!

Ini Fakta-fakta "Gila" Dari Para Pemuda Yang Melecehkan Agama Islam

Meluasnya penggunaan media sosial dan arus informasi yang deras hingga ke daerah pelosok, tidak serta merta membuat mereka yang memperoleh informasi tersebut mengambil manfaatnya. Malahan mereka seringkali menjadi bertindak bodoh dan melakukan hal-hal negatif lainnya seperti SARA. Salah satunya adalah pelecehan dan penistaan terhadap agama.

Beberapa waktu lalu, terjadi penistaan agama Islam yang menghebohkan jagat maya yang dilakukan oleh 10 orang pemuda asal Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Provinsi  Jawa Timur.

Yang membuat miris adalah para pemuda ini bersama-sama berpose seolah-olah sedang sholat. Namun diantara mereka malahan berpose melecehkan. Boodhnya lagi, foto-foto ini mereka sebarkan sendiri melalui jejaring sosial Facebook.

Karuan saja “perbuatan bejat” mereka ini tersebar luas dan banjir kecaman. Membuat geram para ulama dan masyarakat di Madura. Namun mereka ini berkat bantuan masyarakat bisa ditangkap dan dipertobatkan/diambil sumpahnya di Pondok Pesantren Miftahun Ulum di depan ulama, tokoh masyarakat serta aparat kemanan.

Ada beberapa fakta menarik seputar 10 pemuda “sontoloyo” ini:

1. Berpose seolah sedang shalat dengan bahasa tubuh yang melecehkan Allah
Para pemuda ini memposting fotonya seolah dalam satu shaf layaknya orang sholat berjamaah. Namun yang tak bisa ditoleransi adalah dalam foto saat bersujud tersebut ada seorang diantara mereka bertelanjang dada di belakang pantat sang imam. Adegan itu mirip orang dewasa sedang berhubungan intim dengan pose “doggy style”.

Bukan cuma itu saja, bahkan di di antara mereka ada yang bersujud dengan posisi bokong membelakangi kiblat. Tentu saja foto itu dianggap menistakan agama Islam.

2. Identitas para pemuda yang melecehkan agama
Kesepuluh pemuda itu adalah Rusdiyant (17 tahun), Sulhan (17 tahun), Mahsus (20 tahun), Umam (16 tahun), Aliyanto (16 tahun), Umam (17 tahun), warga Desa Karang Penang Oloh. Sedangkan, Fauzan (18 tahun) dan Hendri (18 tahun) adalah warga Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang. Lalu Halili (19 tahun) warga Desa Karang Penang Onjur, dan terakhir adalah Rizal (18 tahun), warga Desa Karang Penang.

3. Tujuan pengambilan sumpah terhadap pemuda-pemuda tersebut.
Sebelum diambil sumpahnya di Pondok Pesantren Miftahun Ulum, mereka diberi tausiyah oleh KH Achmad Fauzan Zaini. Mereka juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya adalah pernyataan untuk tidak akan lagi mengulangi perbuatannya nista ini.

4. Lokasi pengambilan gambar
Menurut Sulhan, salah satu pelaku, lokasi pengambilan foto di sekitar Bendungan Nepa. Merka bergaya dan mengambil foto-foto yang menghebohkan ini pada Sabtu 2 Juli 2016.

5. Alasan berpose melecehkan
Sulhan mengaku sangat menyesal.  Pernyataan kapok pun keluar dari mulutnya. “Kami hanya iseng. Tidak ada niat apapun. Kami berjanji tidak akan mengulangi kembali,” katanya.

Berikut ini adalah pose-pose melecehkan dari para pemuda-pemuda tersebut yang menamakan kelompoknya sebagai Geng "Ketombe 96"

Ketombe 96

Ketombe 96

Ketombe 96

Ketombe 96

Ketombe 96

Yang patut disyukuri adalah mereka akhirnya bertobat dan menyesali perbuatannya.
(dari berbagai sumber)

Monday, August 1, 2016

NU: Maraknya Radikalisme dan Intoleransi Karena Maraknya Aksi Saling Mengkafirkan

Gelombang radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat Indonesia semakin hari semakin bertambah masif dan sulit untuk dibendung. Demikian  pernyataan Ketua Bidang Maudhuiyyah Bahsul Masail Pengurus Bessar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abdul Moqsith Ghazali.

Lebih lanjut Moqsith menjelaskan bahwa  hal-hal tersebut ditandai dengan maraknya upaya saling mengkafirkan bukan hanya terhadap umat agama lain, melainkan juga bahkan di tubuh sesama umat Islam sendiri.

"Parahnya lagi kelompok yang rajin melabeli kafir dan sesat justru merupakan orang yang baru belajar agama," ujar Moqsith dalam sebuah diskusi di Rancamaya, Bogor, Senin 1 Agustus 2016. "Sedangkan yang dikafirkan malah tokoh-tokoh agama yang telah mempelajari agama sejak lama," kata dia sembari geleng-geleng kepala

Menurut Moqsith, hal ini bisa terjadi karena dangkalnya pemahaman agama mereka yang kerap memberi label kafir kepada kelompok di luar mereka. Bahkan mereka ini sesungguhnya malahan memahami sepenuhnya makna kafir yang terdapat dalam kitab suci.

Padahal, untuk melabeli seseorang dengan label atau sebutan kafir bukanlah hal mudah karena dibutuhkan banyak pertimbangan, lanjut Moqsith.

"Bagaimana kalau ternyata yang dilabeli kafir itu ternyata bukan kafir? Tentunya itu bisa membuat siuasi sosial tidak kondusif," ujar Moqsith.

Dan sayangnya, begitulah yang terjadi di Indonesia. Banyak orang yang mengaku paham agama (Islam), namun malahan mengadu domba bukan hanya antar umat beragama, melainkan antar sesama umat Islam sendiri.
(istimewa)