Monday, December 7, 2020

Kaum Wanita Arab Saudi Kini Boleh Mengendarai Sepeda Motor dan Truk

Kaum wanita di Arab Saudi mulai bisa bergerak bebas. Setelah diizinkan untuk menyetir mobil, masuk ke stadion dan juga menonton bioskop, kini wanita Arab Saudi bakal diizinkan mengendarai sepeda motor dan mengemudikan truk. 

Kabar gembira ini diketahui setelah pihak kerajaan mengumumkan hal tersebut sebagai langkah reformasi untuk kesetaraan gender.

Seorang wanita Arab Saudi sedang mengemudikan sepeda motor sport. Luar Biasa


1. Boleh mengemudikan truk

Dilansir dari Metro.co.uk, kebijakan ini muncul hanya dalam waktu 3 bulan setelah Raja Salman mengumumkan akan menghilangkan larangan mengemudi bagi wanita. Direktorat Jenderal Lalu Lintas Arab Saudi mengatakan, wanita akan diizinkan mengemudi sepeda motor termasuk truk. 

Kaum Wanita Arab Saudi Kini Boleh Mengendarai Sepeda Motor dan Truk
Kaum wanita Arab Saudi kini boleh mengemukakan pendapatnya


Kebijakan mengemudi, lanjutnya akan setara antara perempuan dan laki-laki. Tidak ada plat nomor spesial untuk mobil yang dikendarai wanita ataupun pria. Semuanya sama.


2. Akan ada badan lalu lintas khusus wanita

Dikutip dari Arab News, setiap wanita yang melakukan pelanggaran lalu lintas atau terlibat kecelakaan akan ditangani oleh bagian khusus yang dibentuk dan dijalankan oleh perempuan. 

Kaum Wanita Arab Saudi Kini Boleh Mengendarai Sepeda Motor dan Truk
Wanita Arab Saudi menonton langsung pertandingan sepakbola di stadion. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19

Sebelum mencabut larangan itu, Arab Saudi menjadi satu-satunya negara di dunia yang melarang wanita mengemudi.  


3. Kebijakan ini mulai berlaku Juni 2018

Pada September, Raja Salman mengumumkan larangan mengemudi untuk kaum hawa akan dicabut. Ternyata, tidak butuh waktu lama untuk mewujudkan hal itu. Kebijakan yang diambil pemerintah ini menjadi langkah bersejarah bagi Arab Saudi. Keputusan itu juga disambut baik oleh warga Arab Saudi dan juga masyarakat luar negeri. Rencananya, wanita-wanita Arab mulai diizinkan mengemudi sepeda motor dan kendaraan lainnya pada Juni 2018.

Kaum Wanita Arab Saudi Kini Boleh Mengendarai Sepeda Motor dan Truk
Seorang wanita Arab Saudi sedang menghidupkan mobilya sebelum mulai berkendara

Arab Saudi memang menjadi salah satu negara di dunia dengan aturan yang cukup ketat untuk kaum hawa. Untuk traveling saja, perempuan-perempuan Arab Saudi harus mendapatkan izin dari wali laki-laki misalnya ayah, suami atau saudara laki-laki. Begitu juga untuk belajar dan melakukan aktivitas lainnya. 

Saturday, December 5, 2020

Gara-gara 8 Siswa Batuk dan Anosmia, Ketahuan 179 Siswa Sekolah yang Sudah Buka Kembali di Jateng Positif Covid-19

Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah sempat menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. 

Ilustrasi siswa SMk


Namun kemudian, 8 orang siswa SMK mengalami batuk, demam serta anosmia (kehilangan penciuman). Rupanya saat dilakukan tes, terbongkar 179 orang siswa di SMK tersebut positif terinfeksi Covid-19.

Awalnya 8 siswa menunjukkan gejala

Ketua DPRD Jateng Bambang Kisriyanto mengemukakan, mulanya ada SMK Negeri di Jawa Tengah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. 

Sekolah tersebut merupakan sebuah sekolah asrama. Tetapi, sebanyak 8 siswa kemudian mengalami gejala yang mengarah ke Covid-19. 

Mereka mengalami demam, batuk serta kehilangan indra penciuman atau anosmia. Sebanyak 27 siswa kemudian menjalani tes swab. Hasilnya mereka dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Terbongkar 179 siswa terpapar 

Setelah hasil tes diketahui, Dinas Kesehatan Jateng melakukan tracing di sekolah tersebut. Mereka mengetes 196 siswa di sekolah itu. 

Hasilnya mengejutkan, sebab 152 orang siswa juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. "Hasilnya hari ini tambah 152 siswa yang positif Covid-19. Sehingga, total yang positif 179 orang. Yang sudah dinyatakan sembuh 5 orang, tinggal 174 siswa yang masih menjalani perawatan," ucap dia

Uji coba belajar tatap muka dihentikan.

Bambang menjelaskan, sekolah tersebut menjadi sebuah klaster setelah ditemukan ratusan siswa SMK positif Covid-19. 

Uji coba pembelajaran tatap muka akhirnya ditunda sampai tertangani dengan baik. 

"Iya saya sudah mendapat laporan kalau SMK Negeri (Jateng) jadi klaster penyebaran Covid-19 karena banyak siswanya positif. Saya minta ditangani dengan baik sampai hasilnya negatif," kata dia.

Gubernur tunda rencana pembelajaran tatap muka 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berencana untuk menunda rencana sekolah tatap muka setelah munculnya ratusan siswa terinfeksi Covid-19. 

Tak hanya itu, ada pula 4 guru SMP di Kabupaten Kudus yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. 

"Kemungkinan besar (PTM Januari 2021) belum karena kalau kita melihat pertumbuhan di seluruh dunia seperti ini apalagi yang di Jawa aja tumbuhnya kaya gini lebih baik kita hati-hati," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat 4 Desember 2020.


Bagi sekolah yang tengah melakukan uji coba atau simulasi tatap muka akan dievaluasi secara ketat. Kemudian, uji coba pembelajaran tatap muka di Jateng juga ditutup selama 2 hari ini. 

"Begitu ada (yang terpapar) itu saya minta langsung tutup dan tidak ada lagi yang lain. Memang anak-anak ini OTG semua tetapi kita tidak berani untuk kemudian kita meneruskan kalau nanti tidak ada evaluasinya," katanya. 

"Statement saya tidak akan berubah, semua akan bergantung pada kondisi. Bayangkan yang sudah kita siapkan saja, mereka berasrama, mereka tidak keluar, itu saja bisa tertular, (penularan) itu ternyata dari orang yang keluar-masuk. Maka kita memang hati-hati betul dan ke Januari itu buat saya harus hati-hati. Termasuk yang di Jepara beberapa waktu lalu. Tutup, jangan lama-lama," Ganjar menjelaskan.

Wednesday, December 2, 2020

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan

Anak muda 1980an hingga 1990n siapa yang tidak kenal daerah Blok M yang dikenal sebagai tempat nongkrong dan belanja? Namun kini daerah Blok M seolah telah mati. 

Blok M Mall yang sempat menjadi ikon belanja modern kini telah mati. Kejayaannya pada era 1990-an sampai 2000-an telah sirna. Blok M Mall tak lagi menjadi pilihan anak muda. 

Kahar (62), yang ditemui pada Senin 30 November 2020 sore, hanya berdiri di depan tokonya. Pandangannya terlihat kosong. Sesekali, ia berkata kepada satu dua orang yang lewat, "Silakan lihat-lihat dulu." Tokonya menjual kaus-kaus band aliran metal kenamaan dan celana jeans. Sebut saja kaus Burgerkill edisi Adamantine European Tour 2018 yang terpajang di bagian depan tokonya.

Kaus-kaus berjubel di tokonya, sedangkan di lorong mal hanya beberapa orang yang lewat tanpa memalingkan wajah ke arah tokonya. 

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan
Suasana Blok M Mall pada Senin 30 November 2020 sore


"Hari ini baru laris satu. Blok M Mall itu sudah mati. Sebelum Covid-19, itu sudah mati. Paling orang-orang lewat Blok M Mall itu cuma transit. Udah enggak ada lagi yang beli,” ujar Kahar, yang sudah berjualan di Blok M Mall sejak 1992. 

Blok M Mall dikenang sebagai pusat perbelanjaan modern era 1990 sampai 2000-an.

Pemuda-pemudi dan keluarga dari berbagai kelas berbondong-bondong datang ke Blok M Mall. Saking hidupnya, Blok M Mall selalu penuh sesak. 

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan
Kahar (62), salah satu penjual di Blok M Mall yang telah berjualan sejak tahun 1992. Kahar menganggap Blok M Mall sudah mati dan tak berjaya seperti tahun 1990-2000an.

"Enggak nyangka Blok M Mall seperti ini mati. Dulu jalan aja susah, macet. Kalau dulu itu pengunjung seperti mau naik haji. Mau kencing aja susah jalan ke toilet. Bisa 15 menit sendiri," kata Kahar.

Suasana kejayaan Blok M Mall dalam ingatan Kahar adalah pusat keramaian di Jakarta. Blok M Mall menjual baju, kaus, celana panjang, ikat pinggang, sepatu, hingga makanan tradisional maupun cepat saji. 

Restoran kenamaan seperti McDonalds, KFC, dan Dunkin Donats pernah mewarnai kehidupan pengunjung Blok M Mall. Department store kenamaan seperti Robinson dan Ramayana juga pernah hadir di Blok M Mall.

Namun pada tahun 2017, Ramayana hengkang dari Blok M Mall lantaran tak produktif lagi. 

Blok M Mall adalah mal yang terletak di bawah Terminal Bus Blok M dan berada dekat dengan taman kota, yaitu Taman Martha Tiahahu. 

Pedagang-pedagang berjualan di lorong sepanjang sekitar lebih dari 500 meter tersebut. Ada juga pelataran dekat tangga jalur terminal. Di sana, ada pusat kuliner.

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan
Suasana Blok M Mall terkini pada Senin 30 November 2020

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan
Tangga turun untuk masuk ke Blok Mall dari sisi Taman Martha Christina Tiahahu

Blok M Mall diresmikan pada 3 Oktober 1992 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Wiyogo Atmodarminto. Pembangunan Blok M Mall sendiri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu. 

Dikutip dari harian Kompas, Manajer Proyek Blok M Mall Mardjoko Sulistyono mengatakan, terminal dan Mal Blok M dibangun dengan biaya sekitar Rp 70 miliar. 

Blok M Mall awalnya menyediakan ratusan kios. Blok M Mall saat itu diprediksi menjadi suatu one stop shopping karena semua kebutuhan tersedia. 

Tongkrongan anak muda yang tak menarik lagi 

Dahulu Blok M Mall diharapkan bisa menjadi pusat perbelanjaan anak muda. Sekitar 15 tahun awal, Blok M Mall memang menjadi tujuan anak muda. 

"Anak muda ke Blok M Mall itu nongkrong-nongkrong saja. Nyarinya dulu belanja baju dan sepatu. Blok M Mall itu dikenal murah-murah," tambah Kahar. 

Orang-orang dulu punya kebanggaan saat pergi ke Blok M Mall. Label keren dan gaul sudah melekat di kening jika sudah ke Blok M Mall. 

Buat anak Jakarta, rasanya belum sah jadi anak Jakarta kalau belum ke Blok M Mall saat itu. 

Anak-anak muda era 2000-an misalnya suka ngeceng ke Blok M Mall, entah itu hanya jajan di kawasan kaki lima di sekitar Blok M Mall atau belanja kaset. 

Biasanya juga, anak-anak muda datang dari arah Taman Martha Tiahahu setelah bersantai di taman. 

Ada juga yang sengaja langsung turun dari Terminal Blok M menuju Blok M Mall yang terkoneksi langsung dengan tangga. 

Ada juga anak-anak muda yang sekadar nongkrong di Galeri Telkom (Wartel-wartel) dekat tangga jalur. Mereka sekadar menelepon teman atau pacar dengan telepon koin. 

"Dulu anak-anak muda dari mana saja ke Blok M Mall. Ada dari Ciputat, Parung, Tangerang, pasti ke sini. Kan aksesnya mudah, bus dari mana saja pasti ada yang ke Blok M," kata Kahar. 

Pada era 1990 sampai 2000-an, jalur-jalur terminal di Blok M juga dipenuhi anak sekolah. 

Jalur 5 dan 6 kerap menjadi tempat nongkrong kelompok pelajar dari STM Penerbangan dan SMK Poernama. 

Kini, Blok M Mall kosong melompong.

Banyak kios yang tutup, apalagi saat ini dihantam pandemi Covid-19. Pedagang-pedagang disebut tak sanggup membayar sewa kontrak. "Yang sisa jualan sini paling yang punya hak pakai misalnya 30 tahun," ujarnya. 

Foto: Ironis. Potret Blok M Mall, Dulu Tongkrongan Anak Muda, Kini Telah Mati Seperti Kuburan
Suasana lorong Blok M Mall pada Senin 30 November 2020 sore


Salsabilla (23), seorang mahasiswa swasta di Jakarta, mengatakan, kawasan Blok M Mall tak menarik bagi anak muda saat ini. Salsa sendiri sudah 5 tahun tidak berbelanja di Blok M Mall. 

"Dulu sih Blok M Mall setahu saya sih dulu ramai dan megah ya. Ada lorong panjang. Banyak toko-toko baju. Dulu sih belanja ke Blok M sama orangtua pas SD," kata Salsa saat ditemui pada Senin sore tersebut. 

Salsa kini lebih memilih belanja di dekat rumah dan tak sesuai dengan tren serta preferensi mode. 

Blok M Mall dianggap tak menarik karena hanya jejeran toko biasa dan dekorasi lainnya. 

Teriakan itu tak lagi ada

"Ayo dipilih.. dipilih .. dipilih.. Rp 50.000 ... yang murah, yang murah," begitu teriak para pedagang dulu. 

Seorang pengunjung melewati lorong Blok M Mall yang kini sepi


Dahulu, Blok M Mall penuh dengan teriakan promosi pedagang sambil berdiri di atas kursi plastik diselingi house music. 

Kini, bising suara para pedagang yang mayoritas berasal dari tanah Minang berbalas teriakan promosi itu tak ada lagi. Hening.  

"Teriak-teriak itu dulu hampir setiap hari. Selama 10 tahun ke belakang itu udah enggak ada yang teriak-teriak. Paling mau jelang-jelang Lebaran saja," tambah Kahar. 

Blok M Mall memang berdenyut pada era 1990 sampai 2000-an. Pengunjung fokus memilih barang-barang di Blok M Mall. 

Kini, Blok M Mall seperti kuburan, menurut Kahar. Meskipun demikian, Kahar bangga dengan eksistensi Blok M Mall. 

"Tapi, Blok M Mall cukup hebatlah. Biasa lebih dari 25 tahun itu hebat. Biasanya mall tujuh tahun sudah mati," ujarnya.

Ini Foto dan Identitas DPO Teroris Kelompok Ali Kalora Pelaku Pemenggalan di SIgi, Sulawesi Tengah

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis 11 foto daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Kelompok yang dipimpin Ali Kalora ini diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Kabupaten Sigi.

Ali Kalora diapit oleh anggotanya


"Iya sisa 11 orang DPO yang dikejar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono melalui pesan singkat, Selasa 1 Desember 2020.

Dalam foto DPO tersebut, terpampang wajah Ali Ahmad alias Ali Kalora. Ali Kalora diketahui sudah menjadi DPO sejak 2012.

Polri mengimbau para DPO segera menyerahkan diri. Serta masyarakat yang melihat orang yang mirip dengan yang ada dalam gambar tersebut dapat melapor ke polisi setempat.

"Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintahan pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi undang-undang dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, diimbau kepada para DPO agar segera menyerahkan diri kepada aparat Kepolisian," demikian keterangan yang tertulis dalam foto.



Berikut daftar nama 11 DPO MIT:

1. Ali Ahmad alias Ali Kalora

2. Qatar alias Farel alias AnaS

3. Askar alias Haid alias Pak Guru

4.Abu Alim alias Ambon

5. Nae alias Galuh alias Mukhlas

6. Khairul alias Irul alias Aslan

7. Jaka Ramadhan alias Krima alias Rama

8. Akun alias Adam alias Musab alias Alvin Ashori

9. Rulli

10. Suhardin alias Hasan Pranata

11. Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang


Sebelumnya, Satgas Tinombala menindak tegas dua anak buah Ali Kalora pada Selasa pagi 17 November 2020. Kedua buron yang tewas tersebut adalah Wawan alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz.

Barang bukti yang diamankan Satgas Tinombala di antaranya 1 pucuk senjata revolver, 2 buah bom lontong, 20 butir munisi 5,56 mm, 4 butir munisi revolver, 1 buah GPS, 1 buah kompas, 2 buah head lamp, 6 buah korek api, kunci motor, uang tunai Rp 360 ribu, 1 renceng antinyamuk, 9 buah baterai, 3 bungkus kopi, 2 pasang sepatu, 2 tas selempang, 2 tas gendong, 1 buah terpal, 1 sisir dari jarum, 1 cermin, 2 sikat gigi, dan pakaian.

Kemudian, terjadi pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Sigi, Sulteng. Korban ada yang dibakar hingga ditebas.

Pemerintah mengutuk keras tindakan tersebut. Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya menindak tegas Ali Kalora dan kawan-kawan.

Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka (Ali Kalora dkk). Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja," kata Idham melalui keterangan tertulis, Senin (30/11).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembunuhan sadis di Sigi itu sebagai tindakan biadab.

"Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa," kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Video: Gadis Cantik Ini Nekat Mandi di Dalam Mobil Sedan, Lihat Caranya!

Seorang gadis cantik bernama Alexandria Tejas, yang juga seorang YouTuber punya hobi travelling dan melakukan perjalanan jauh pakai roda empat. Bahkan tidur dan mandi pun bisa dilakukan di dalam mobil.

Alexandria Tejas

Nah, melalui channel YouTube-nya Alexandra Tejas menunjukkan bagaimana ia mandi di dalam mobil sedannya tersebut. Pada dasarnya, dia mandi di dalam Honda Civic hanya saat cuaca dingin dan jauh dari tempat mandi umum atau perkemahan.

"Aku nggak sering mandi di dalam mobil Honda Civic, paling hanya dalam kondisi cuaca seperti ini (bersalju)," kata Alexandria Tejas dalam channel videonya.

Dalam video tersebut tidak banyak modifikasi yang dilakukan Alexandra Tejas jika hendak mandi di dalam mobil sedannya.

Pertama-tama Teja menyiapkan kolam tiup sebagai alas dia mandi. Lalu alat penyemprot tanaman (pressure prayer) yang ujungnya dimodifikasi menggunakan ujung kepala shower. Untuk membersihkan badannya, Alexandria Tejas menggunakan air panas yang dicampur dengan air biasa sampai level hangat-hangat kuku. Oh ya, air panas itu diperoleh usai dipanaskan menggunakan kompor portable.

Alexandra Tejas juga menjelaskan karena suasana di luar bersalju, ia juga mandi sembari mengaktifkan fitur pemanas (heater) bawaan mobil. Fitur ini umumnya dijumpai di negara bersalju, tapi tidak di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

"Pada hari-hari seperti hari ini di mana di luar bersalju dan indah tapi membeku, kami akan menyalakan mobil hanya untuk mandi untuk menyalakan pemanas, jadi dengan begitu, Anda tahu, ketika Anda melepas pakaian Anda tidak akan mati kedinginan," kata Tejas sembari mencontohkan gerakan mandi di dalam mobil.

Sementara untuk menjaga sirkulasi udara, Alexandria Tejas sedikit membuka sunroof. Namun kaca depan, belakang, dan samping ditutup alih-alih biar tidak ada yang mengintip saat dia mandi.

Selain itu, dia menunjukkan ruang kecil yang harus dia gunakan untuk berganti pakaian setelah mandi. Alexandria mengungkapkan bahwa dia harus jongkok selama mandi karena atap Honda Civic sangat rendah, terkadang bisa jadi lebih sulit. Usai mandi, Tejas membuang air di tempat terbuka.

Ia juga mengatakan dalam video tersebut bahwa ini bukan pengaturan yang ideal untuk mandi. Biasanya Alexandria bersama rekannya mandi di fasilitas seperti pemberhentian truk atau pompa bahan bakar.

Namun dalam kondisi ekstrim saat di luar bersalju dan cuaca tidak terlalu bagus, mereka harus menggunakan cara ini. Dia juga menyebutkan bahwa mandi di dalam van jauh lebih mudah daripada melakukan hal yang sama di Honda Civic.

Berikut ini adalah videonya saat mandi di dalam mobil:



Sumber: klik disini

Saturday, November 28, 2020

Mengenal Vaksin Covid-19 mRNA, Benarkah Akan Berbahaya dalam Jangka Panjang?

Banyak perusahaan farmasi dari berbagai negara sedang berlomba-lomba mengembangkan vaksin virus corona untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang terjadi. 

Mengenal Vaksin Covid-19 mRNA, Benarkah Akan Berbahaya dalam Jangka Panjang?


Sampai saat ini terdapat sejumlah vaksin eksperimental Covid-19 yang menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan perizinan dari regulasi. 

Di antaranya vaksin buatan Pfizer, Moderna dan Oxford-AstraZaneca.  Melansir dari situs CDC, dalam satu bulan ke depan, vaksin yang menggunaan messenger RNA atau mRNA kemungkinan besar akan menjadi vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di Amerika Serikat (AS). 

Vaksin mRNA ini merupakan jenis vaksin baru untuk melindungi dari penyakit menular, yang tidak menggunakan virus hidup penyebab Covid-19. 

Untuk diketahui, mRNA tidak pernah memasuki inti sel, tempat DNA atau materi genetik disimpan. Vaksin ini membuat sel tubuh memproduksi protein yang memicu respons imun. Respons imun tersebut akan menghasilkan antibodi, yang melindungi diri dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh. 

Cara kerja vaksin 

Vaksin mRNA Covid-19 memberikan instruksi kepada sel untuk membuat bagian yang tidak berbahaya dari protein lonjakan, yang ditemukan di permukaan virus penyebab penyakit. 

Suntikan vaksin diberikan di otot lengan atas. Setelah instruksi berada di dalam sel otot, akan digunakan membuat potongan protein. Kemudian sel memecah instruksi dan membuangnya, lalu sel menampilkan potongan protein di permukaannya. Sistem kekebalan akan mengenali, memulai membangun respons kekebalan dan membuat antibodi, seperti yang terjadi pada infeksi alami terhadap Covid-19. Di akhir proses, tubuh telah mempelajari perlindungan infeksi di masa depan. 

Apakah vaksin berbahaya dalam jangka panjang? 

Sejauh ini, vaksin yang dikembangkan Pfizer/BioNTech dan Moderna kemungkinan menjadi vaksin mRNA pertama yang dijual ke pasar. 

Agar mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) AS, perusahaan harus membuktikan vaksinnya tak memiliki efek kesehatan negatif secara langsung atau jangka pendek dari penggunaan vaksin. Tapi, saat dunia mulai menginokulasi dengan vaksin yang sepenuhnya baru ini, hampir tidak diketahui pasti mengenai efek jangka panjang dari vaksin. 

"Ada perlombaan untuk mendapatkan vaksinasi publik, jadi kami bersedia mengambil lebih banyak risiko," ujar Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Samson Assuta Ashdod Tal Brosh seperti dikutip dari The Jerusalem Post. 

Moderna 

Dilansir The Independent, vaksin yang dikembangkan Moderna, menggunakan urutan materi RNA genetik yang diproduksi di laboratorium, yang saat disuntikkan ke dalam tubuh.  

Selanjutnya menyerang sel dan membajak ribosom untuk menghasilkan komponen virus yang melatih sistem kekebalan melawannya. "

Dalam hal ini, mRNA-1273 Moderna diprogram untuk membuat sel memproduksi protein lonjakan virus corona," tulis The Independent. 

Brosh menyampaikan, ini tidak mengartikan bahwa vaksin mengubah kode genetik manusia. Kendati begitu, diakui bahwa ada risiko unik dan tidak diketahui pada vaksin mRNA, termasuk respons inflamasi lokal dan sistemik yang dapat menyebabkan kondisi autoimun. 

Sebuah artikel yang diterbitkan National Center of Biotechnology Information, mengungkapkan risiko lain termasuk bio-distribusi dan persistensi dari ekspresi imunogen yang diinduksi. 

Kemungkinan pengembangan antibodi auto-reaktif, dan efek toksik dari nukleotida dan komponen sistem pengiriman. 


Kelemahan mRNA 

Vaksin mRNA mempunyai kelemahan lain, seperti harus disimpan pada suhu yang sangat dingin, karena jika lingkungan ideal tidak dipertahankan, vaksin dapat rusak dan menjadi tidak efektif. 

Tak hanya itu, masih muncul pertanyaan terkait kemampuan vaksin dalam meningkatkan respons imun yang cukup protektif dan lamanya kekebalan akan bertahan. 

Brosh menegaskan, negara di seluruh dunia harus berhati-hati tentang kandidat vaksin mana pun sampai hasil akhir dari uji coba tahap III ditinjau dan dipublikasikan. 


Tiga jenis vaksin 

Lebih lanjut, CDC menuliskan, saat ini terdapat tiga jenis utama vaksin COVID-19 yang sedang atau akan segera menjalani uji klinis skala besar (tahap tiga) di Amerika Serikat, sebagai berikut. 

1. Vaksin mRNA 

Mengandung bahan dari virus yang menyebabkan Covid-19, dengan memberikan petunjuk kepada sel tentang cara membuat protein tidak berbahaya yang unik untuk virus. 

Setelah sel membuat salinan protein, mereka menghancurkan materi genetik dari vaksin. 

Tubuh menyadari bahwa protein seharusnya tidak ada di sana, lalu membangun limfosit-T dan limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus penyebab Covid-19 jika terinfeksi di masa mendatang. 

2. Vaksin subunit protein 

Vaksin termasuk potongan (protein) virus yang tidak berbahaya penyebab Covid-19, bukan seluruh kuman. 

Setelah divaksinasi, sistem kekebalan mengenali bahwa protein tidak termasuk dalam tubuh, lalu mulai membuat limfosit-T dan antibodi. 

Jika kita pernah terinfeksi di kemudian hari, sel memori akan mengenali dan melawan virus. 

3. Vaksin vektor 

Vaksin ini mengandung versi virus hidup yang dilemahkan, virus yang berbeda dari penyebab Covid-19, memiliki materi genetik dari virus penyebab corona yang dimasukkan di dalamnya (vektor virus). 

Saat vektor virus berada di dalam sel, materi genetik memberikan instruksi kepada sel untuk membuat protein yang unik bagi virus yang penyebab Covid-19. 

Dengan menggunakan instruksi ini, sel membuat salinan dari protein tersebut, yang mendorong tubuh membangun limfosit-T dan limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus itu jika kita terinfeksi di masa mendatang.

Mengenal Vaksin Covid-19 mRNA, Benarkah Akan Berbahaya dalam Jangka Panjang?


(dari berbagai sumber)

Friday, November 20, 2020

Ini Alasan (Baru) Mengapa Para Jenderal Dibunuh Oleh Gerombolan G30S/PKI

Hingga saat ini, peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) adalah tragedi nasional yang paling kontroversial dan tidak akan pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia. 

Dalam peristiwa itu, enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD menjadi korban. Bahkan Ade Irma Suryani, putri Jenderal TNI AH Nasution juga menjadi korban. 

Ini Alasan (Baru) Mengapa Para Jenderal Dibunuh Oleh Gerombolan G30S/PKI

Selama bertahun-tahun, sekolah mengajarkan peristiwa itu adalah kudeta atau pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Buku Wajah dan Sejarah Perjuangan Pahlawan Nasional Seri IV yang diterbitkan oleh Departemen Sosial RI Direktorat Urusan Kepahlawanan dan Perintis Kemerdekaan 1994-1995 mengemukakan alasan PKI menculik dan membunuh para jenderal. 

Dimulai dengan menculik dan kemudian membunuh pejabat-pejabat teras Angkatan Darat untuk melumpuhkan angkatan ini. Selanjutnya diterangkan alasan penculikan tersebut, yaitu dalam penilaian PKI, Angkatan Darat harus dilumpuhkan terlebih dahulu. Sebab Angkatan Darat dianggap sebagai lawan utama mereka. Begitulah narasi pemerintah Orde Baru melalui berbagai buku dan film. 

Namun fakta sejarah mengungkap bukan itu yang sebenarnya terjadi. Untuk mengetahui kenapa para jenderal diculik dan dibunuh, maka kita harus menyimak kesaksian pelakunya terlebih dahulu. 

Siapa pelaku G30S? 

PKI dianggap sebagai dalang dari penculikan dan pembunuhan para jenderal. Setelah peristiwa G30S, ribuan orang ditangkap bahkan dibunuh tanpa diadili karena dituduh PKI. 

Mereka yang pernah diadili, mengungkapkan peristiwa G30S tidak bisa dilihat sebagai dosa tunggal PKI. Salah satunya, Kolonel Abdul Latief yang kala itu menjabat Komandan Garnisun Kodam Jaya. Ia divonis mati dan akhirnya menghabiskan 32 tahun di penjara karena keterlibatannya dalam G30S. Dalam kesaksiannya, Latief mengatakan penculikan para jenderal adalah inisiatifnya bersama rekan-rekannya sesama perwira militer, yakni Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa) dan Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim). 

Rapat persiapan gerakan bahkan dilakukan sampai sepuluh kali. Lokasinya pun berganti-ganti, yaitu di rumah Sjam Kamaruzaman, Kolonel Latief, atau kediaman Kapten Wahyudi. Dalam rencana itu, ada Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Chusus (BC) PKI yang merupakan badan intelijen PKI. 

Daftar Jenderal yang jadi sasaran disusun oleh Sjam bersama para perwira militer. Sasaran operasi terbatas PKI baru ditentukan pada 26 September 1965. Tim pelaksana menentukan ada 10 tokoh antikomunis yang harus "diamankan". 

Daftar nama-nama tokoh yang rencananya menjadi sasaran G30S adalah: 

1. Jenderal TNI AH Nasution 

2. Letnan Jenderal Ahmad Yani 

3. Mayor Jenderal Raden Soeprapto 

4. Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono 

5. Mayor Jenderal Siswondo Parman 

6. Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan 

7. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo 

8. Wakil Presiden Mohammad Hatta 

9. Wakil Perdana Menteri III Chairul Saleh 

10. Jenderal Soekendro 

Namun, pada saat-saat terakhir, Ketua Central Committee (CC) PKI, DN Aidit mencoret tiga nama terakhir. 

Apa yang menyebabkan mereka menculik para Jenderal? 

Peristiwa G30S dipicu dari kabar burung yang mengatakan adanya sekelompok Jenderal atau Dewan Jenderal yang hendak mengudeta Presiden Sukarno. 

Mengutip Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar (2008) karya Dasman Djamaluddin, sebelumnya PKI telah melancarkan isu bahwa Dewan Jenderal akan merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah yang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pada 5 Oktober 1965. 

Menurut sumber tersebut, isu Dewan Jenderal yang akan melakukan kegiatan politik, melakukan coup (kudeta) terhadap negara dan bangsa tidak benar. Yang ada hanyalah Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi Angkatan Darat). Tugasnya adalah membahas kenaikan pangkat dan jabatan dari Kolonel ke Brigjen dan dari Brigjen ke Mayjen dan seterusnya. 

Apakah mereka berniat menghabisi para Jenderal? 

Dalam buku Mengapa G30S/PKI Gagal?: Suatu Analisis (2004) karya Samsudin, Latief mengaku bahwa Jenderal-jenderal itu dibunuh atas perintah Syam. Syam duduk dalam pimpinan intel Cakrabirawa. 

Sebenarnya dalam perundingan tidak ada rencana untuk membunuh para Jenderal. Pada awalnya, niat mereka untuk membawa para jenderal menghadap kepada Presiden/Pangti Soekarno di Istana. 

Pelaksanaannya adalah Resimen "Cakrabirawa" yang dikomandoi Letkol Untung. Dalam G30S, Fakta atau Rekayasa? (2013) karya Julius Pour, Untung membagi eksekutor ke dalam tiga satuan tugas. Satgas Pasopati pimpinan Letnan I (Inf) Abdul Arief dari Resimen Tjakrabirawa bertugas menangkap tujuh Jenderal yang jadi sasaran. Satgas Bimasakti dipimpin Kapten (Inf) Soeradi Prawirohardjo dari Batalyon 530/Brawijaya, bertugas mengamakan Ibu Kota dan menguasai kantor Pusat Telekomunikasi dan Studio RRI Pusat. Terakhir, satgas Pringgodani di bawah kendali Mayor (Udara) Soejono, bertugas menjaga basis dan wilayah di sekeliling Lubang Buaya, yang rencananya akan jadi lokasi penyanderaan para Jenderal. 

Julius Pour mencatat dalam buku G30S, Fakta atau Rekayasa? (2013), operasi penculikan di bawah Untung direncanakan secara serampangan. Banyak unsur yang akan dilibatkan, ternyata tidak jadi datang. Jumlah pasukan kurang dari 100 personel, jauh dari yang diharapkan mampu memantik revolusi. Yang berikutnya terjadi persis yang dikhawatirkan Untung. Penculikan berubah jadi serangan berdarah. 

Pukul 03.30, anggota Batalyon I Resimen Tjakrabirawa, Peltu Mukidjan mengingat bahwa pasukannya termasuk yang terakhir diberangkatkan dari Lubang Buaya. Ia khawatir, alokasi 15 sampai 20 menit untuk meluncurkan penculikan Menteri/Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal (Letjen) Ahmad Yani, tak akan cukup. 

"Saya sendiri berpikir kok hanya 20 menit, peluangnya pasti singkat sekali? Meski begitu saya tidak lupa. Perintahnya jelas, saya mendengar langsung dari Lettu Abdul (Doel) Arief, '...tangkap sasaran, hidup atau mati'," kata Mukidjan.. 

Lettu Doel Arief mengaku instruksi itu datang dari Sjam. Sjam menginstruksikan bila mengalami kesulitan menghadapi para Jenderal diambil hidup atau mati. 

Sesampai di kediaman Yani di Jalan Lembang, Menteng, Jakata Pusat, Mukidjan dan rekan-rekannya segera meminta Yani ikut dengan alasan akan dibawa ke hadapan presiden. Yani pun meminta waktu untuk mandi dan berganti pakaian. Mukidjan dan rekan-rekannya menolak permintaan itu. Hal ini membuat Yani marah hingga menampar salah satu prajurit. Salah satu prajurit yang bernama Gijadi melepaskan tembakan, dan mengenai Yani hingga membunuhnya. 

Di kediaman Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan Jenderal Abdul Haris Nasution juga menerima tembakan dari Tjakrabirawa. Akibatnya, anaknya Ade Irma Suryani meninggal di rumah sakit dan ajudannya Pierre Tendean diculik. 

Sedangkan Jenderal AH Nasution berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat tembok belakang. 

Memasuki fajar, seluruh pasukan G30S kembali ke Lubang Buaya. Wakil Komandan Satgas Pringgodani Mayor (Udara) Gatot Soekrisno kebingungan ketika para prajurit menurunkan empat orang yang terikat dan ditutup matanya, serta tiga mayat. Padahal, Letkol (Inf) Untung Samsoeri mengatakan, "...tangkap mereka, akan kita hadapkan kepada Paduka Yang Mulia (Soekarno)." 

Gatot bingung apa yang akan dihadapkan ke Presiden jika sasaran sudah meningal. "Saya segera menghubungi Mayor (Udara) Soejono, Komandan Satgas Pringgidani di Cenko I, minta petunjuk, bagaimana menangani kondisi baru yang menyimpang dari skenario awal tersebut," kata Gatot. 

Siang itu, eksekutor G30S akhirnya mengumumkan penangkapan dan pembunuhan yang telanjur terjadi. RRI menyiarkan pengumuman soal ditangkapnya sekelompok orang yang disebut Dewan Jenderal. Penangkapan dilakukan oleh Dewan Revolusi yang mencegah tindakan Dewan Jenderal yang ingin mengkudeta Presiden Sukarno.