Tuesday, November 15, 2016

Ini Alasan Siswa SMP DI Samarinda Ubah Tulisan OSIS Di Seragamnya Menjadi ISIS

Beberapa hari sebelum peledakan bom molotov di Gereja Oikumene di Samarinda, kini kembali digegerkan oleh kelakuan para pelajar SMP dan SMA yang sungguh membuat siapapun mengelus dada dan wajib mewaspadai bahaya.

Anggota Kepolisian Kota Samarinda dari satuan Sat Sabhara Polresta Samarinda menangkap dan mengangkut para pelajar ke truk Pengendali Massa (Dalmas), karena tertangkap tangan berkeliaran saat jam pelajaran sekolah alias membolos pada 8 November 2016.

Siswa ISIS di Samarinda
Mau dibawa kemana bangsa ini apabila generasi mudanya sudah seperti ini?

Total para pelajar yang diamankan ke Mapolresta Samarinda sebanyak 8 pelajar yang terdiri dari 4 siswa SMA dan 4 siswa SMP. Para pelajar ini dicokok di warnet yang terdapat di Jalan Danau Jempang dan Jalan Kemakmuran.

Parahnya lagi, disaku beberapa siswa, didapati kotak rokok yang masih terisi. Selain itu, didapati juga siswa yang rambutnya pirang.

Bukan hanya itu saja, yang membuat para polisi yang menangkap mereka terkejut adalah didapati 2 siswa SMP yang mengganti tulisan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di seragamnya menjadi tulisan ISIS. Mereka ialah NF dan FK. Keduanya mencoret huruf O menjadi I.

Dari pengakuan siswa tersebut, dirinya hanya iseng mengganti tulisan OSIS menjadi ISIS, namun dirinya sama sekali tidak berkeinginan untuk menjadi terorisme.
"Ini bukan saya yang melakukan (mengganti OSIS menjadi ISIS). Teman saya ini (FK, Red) yang mencoret-coretnya waktu saya tidur di kelas," kata NF.
Tuduhan NF itu dibenarkan FK. Dia mengaku hanya iseng.
"Saya tidak punya maksud apa-apa. Saya tahu ISIS dari nonton berita di TV," kata FK.
"Hanya iseng saja, tidak ada maksud apa-apa. Saya terlambat masuk sekolah, jadi main game di warnet," tutur NF (12) siswa kelas VIII SMP Swasta  itu.
Selain dijemur di lapangan Mapolresta Samarinda, siswa tersebut juga disuruh untuk baris berbaris, menyanyikan lagu wajib nasional, hingga menghapal perkalian. Parahnya lagi ada siswa SMA yang masih belum hapal perkalian.

Bangsa kita adalah bangsa yang mempunyai banyak sejarah dalam perjalanannya. Namun dalam perjalanannya, bangsa ini sudah melupakan sejarah dan malahan terinfeksi virus radikalisme.

Nampaknya ini pekerjaan rumah yang amat fatal dan mendesak bagi jajaran pemerintahan di Kalimantan Timur dan Samarinda khususnya.
(Samarinda Post)

No comments:

Post a Comment