Monday, October 3, 2016

Ketika Ratna Sarumpaet "Menyemprot" dan Menggurui Anies Baswedan Soal Kebijakannya Kelak Jadi Gubernur

Suhu politik menjelang Pilkada DKI 2017 semakin memanas saja. Kali ini yang memicu kegaduhan bukanlah para pasangan calon yang bersaing menuju kursi DKI 1, melainkan individu diluar itu. Sosok individu tersebut adalah seniman sekaligus aktivis Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet memicu kontroversi setelah ia “menyerang” salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ratna Sarumpaet vs Anies Baswedan
Ratna Sarumpaet (foto: detik)

Ratna mempertanyakan pernyataan Anies Baswedan, terkait penggusuran di Jakarta, dimana Anies menyatakan bahwa dia tidak bisa memastikan tidak akan ada penggusuran permukiman penduduk di Jakarta apabila ia nanti memimpin DKI.

Terkait pernyataan Anies tersebut, Ratna mengatakan bahwa seharusnya Anies paham makna penggusuran sebelum mengeluarkan pernyataan tersebut. "Menggusur itu adalah kata, makanya harus diajak bicara. Anies nih ngerti enggak munculnya kata menggusur itu ketika relokasi tidak dilakukan dengan benar," ujar Ratna saat mendampingi warga Pasar Ikan yang mengajukan gugatan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 3 Oktober 2016 adalah menuntut Pemprov DKI, Pemkot Jakarta Utara, Polri dan TNI agar memberikan ganti rugi terhadap penertiban yang telah dilakukan. Permukiman warga Pasar Ikan dibongkar Pemprov DKI pada pertengahan April 2016.

Oleh karena itu Ratna meminta supaya Anies sebagai calon pemimpin Jakarta dapat benar-benar memahami makna penggusuran yang saat ini meresahkan warga Jakarta.

"Kalau relokasi yang dimaksud Baswedan, menggusur adalah mendatangkan tentara. Salah ini dia. Mendingan enggak usah nyalon. Kalau dia bilang pasti ada relokasi karena sedang membangun, itu saya mengerti," tambah Ratna dengan sewot.

Makin lama makin aneh dan makin seru saja Pilkada DKI ini.
(istimewa)

No comments:

Post a Comment