Friday, September 30, 2016

Uncensored: Sikap dan Tindak-tanduk Ahok Kala Masih Menjadi Anggota DPR dan Menerima Uang

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan sosok yang "seksi" di mata para pencari berita. Sosoknya yang apa adanya dan selalu ceplas-ceplos membuat dirinya amat fenomenal serta selalu "merajai" pemberitaan media-media massa di Indonesia.

Sebelum menjadi seorang Gubernur DKI, Ahok sempat menjadi anggota DPR serta berpindah-pindah partai politik mulai dari Golkar lalu Gerindra. Ahok kembali keluar dari partai terakhirnya, Gerindra karena ia tidak merasa sejalan dengan kebijakan partai yang ia rasa tidak sesuai dengan visi dan misinya bagi kebaikan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Selama 2,5 tahun, mulai Oktober 2009 hingga Februari 2012, Ahok mempunyai seorang tenaga ahli bernama Jhonsar Lumbantoruan yang setia mendampingi langkahnya.
.
Ketika Ahok resmi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2012 dalam Pilkada 2017, Jhonsar merilis pengakuan yang mengejutkan mengenai kinerja dan perilaku Ahok selama menjadi anggota DPR RI yang selama ini tidak pernah terungkap ke publik.

Pengakuan itu kemudian dimuat pada laman Myahok.com, laman untuk mengampanyekan Ahok.

Berikut ini sembilan poin pengakuan yang ditulis oleh Jhonsar:
"1. Ahok sangat rajin mengikuti rapat, meskipun gak selalu berbicara dalam forum. dia selalu mencatat peristiwa rapat dan memasukkannya dalam website pribadinya.

2. Bila ada pemberian uang kepada anggota; entah itu honor-honor pembahasan Undang-undang, uang perjalanan dan lain-lain, sebelum dia teken tanda terima, yang selalu dia tanya kepada sekretrariat: ada pajaknya gak? Apabila tidak ada pajak, dia tidak bakal terima. Menurut dia, bila ada pemotongan pajak berarti uang itu legal.

3. Suka ngomel-ngomel kepada sekretariat bila dia dimasukkan ke sheet (tiket kelas) ekonomi dalam penerbangan. Dia bilang negara sudah membayar sheet kelas bisnis bagi pejabat negara (Anggota DPR), jadi kalau masih menggunakan sheet ekonomi berarti ada korupsi terselubung.

4. Suka merepotkan sekretariat komisi II DPR karena dia suka mengembalikan sisa uang perjalanan kunjungan kerja. Misalnya, dalam jadwal kunjungan kerja direncanakan lima hari, tetapi praktiknya tiga hari, maka sisa dua hari akan dikembalikan Ahok sedangkan anggota lain tidak. Oleh karena dia sendiri yang mengambalikan, maka menjadi tambahan kerja bagi sekretariat, agak kurang ajar juga sih dia, nambahin kerjaan aja. Susah memang berhadapan sama orang jujur.

5. Menurut pengamatan saya, dia tidak begitu disenangi oleh anggota lain, soalnya, pemikirannya sering berseberangan dengan anggota lain. Salah satu contoh. ketika membahas program E-KTP yang menelan biaya Rp.6,5 Triliun, dia kurang setuju dengan program yang memboroskan itu, dia bilang:” ngapain boros-boros biaya, kasih aja E-KTP itu dibuat dan dikelola BRI, selain praktis, bisa digunakan jadi ATM sekaligus.semua Penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun punya ATM, BRI pun bisa jadi Bank terbesar di Asia Tenggara”. Sayangnya, usul Ahok terseut tidak ditanggapi oleh anggota lain. Kasihan kan loe, Hok?

6. Orangnya gak bisa basa-basi alias to the point. Kalau suka…… bilang suka, tidak suka…dia bilang tidak suka. Tetapi selalu hangat sama orang, gak pernah merasa dia seorang pejabat. Di DPR, Ahok lebih banyak bergaul sama Cleaning Service dan Office Boy.

7. Kata orang dia pelit, soal ini saya gak tau, karena belum pernah dikasih uang dan saya juga gak pernah minta uang dari dia, mungkin karena orang itu gak pernah dikasih uang jadi dibilang pelit.
Tapi menurut saya dia bukan pelit, tapi gak ada yang mau dikasih. apa mau dikasih…dari hasil laporan penggunaan uang yang diunggah di websitenya, sisa dari gaji dan tunjangan kehormatan selama aktif di DPR cuma sekitar 2 juta rupiah, bagaimana mau ngasih-ngasih sama orang. (tambahan: sebenarnya Ahok tidak pelit, namun ia lebih suka memberi "kail" dan bukan "ikan"-red)

8. Dia pernah bilang sama saya, jangan takut tidak disukai orang, karena orang menjadi terkenal karena ada dua kelompok orang disekeliling kita yaitu yang suka dengan kita dan yang tidak suka.
semakin ekstreem kesukaan dan ketidak sukaan orang sama kita, maka disitulah kita akan semakin terkenal. sekarang saya sadar, bahwa dia terkenal adalah akibat sebagian orang suka dan sebagian lagi tidak suka, sehingga orang semacam Ratna sarumpaet, Ahmad Dani, Fadli zon dll sama pentingnya buat dia dengan orang lain seperti Teman Ahok untuk menjadikannya sebagai orang yang sangat terkenal.

Karena itu saya yakin, sedikit pun tidak ada rasa dendam dalam hati Ahok kepada orang-orang itu, karena mereka juga sudah berjasa untuk membesarkan nama Ahok.

9. Dia juga pernah bilang, agama tidak seharusnya dibawa-bawa dalam politik karena semua hal-hal yang baik dalam agama sudah disarikan dan dimasukkan dalam Konstitusi kita, yaitu UUD 1945 sehingga pejabat negara itu bila sudah menjalankan amanat UUD 1945 berarti sudah menjalankan nilai-nilai dan ajaran agamanya masing-masing."

Begitulah Ahok, ia menjadi sosok yang fenomenal karena selalu menentang arus dan membenci kemunafikan.
(Tribun News, My Ahok)

No comments:

Post a Comment