Monday, October 26, 2015

Gara-gara Menpora, Mantan Kiper Timnas dan Sampdoria Ini Stres Dan Hilang Ingatan

Penghentian kompetisi dan pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi kini memakan korban serius. Kurnia Sandy, mantan kiper andalan tim nasional Indonesia sejak Primavera harus dirawat intensfif di RSUD Sidoardjo karena diduga mengalami depresi dan kehilangan daya ingat akibat pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi.

Hingga Minggu 25 Oktober 2015 sore WIB, Tim Dokter RSUD Sidoarjo belum memastikan hasil diagnosis penyakit apa yang diderita penjaga gawang yang pernah memperkuat klub ternama asal Italia, Sampdoria.

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah saat menjenguk Kurnia Sandy


Kurnia Sandy, yang terakhir memperkuat Persik Kediri ini diduga mengalami depresi gara-gara kompetisi dan PSSI dibekukan oleh Menpora. Dugaan ini diperkuat dengan pengakuan istri Kurnia Sandy, Ari Listyowati, yang mengaku terjadi perubahan pada diri suaminya.

Kepada sang istri, Kurnia Sandy, mengeluh terkait kondisi pekerjaannya yang tak jelas. Karena suaminya ini mempunyai sifat tertutup, membuat sang istri bingung, hingga puncaknya terjadi Sabtu, 24 Oktober 2015 dimana kondisi kesehatan Sandy menurun drastis dan ia tidak lagi bisa mengenali istrinya alias hilang ingatan.

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, yang menjenguk pria berusia 40 tahun tersebut di ruang ICU RSUD Sidoarjo pada Minggu sore menyatakan akan memberikan perhatian khusus terhadap Kurnia Sandy.

Perhatian khusus itu dengan membebaskan seluruh biaya perawatan medis selama dirawat di RSUD sidoarjo . Sebagai bentuk penghargaan atas jasa perjuangan Kurnia Sandy yang pernah menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia.

Bagaimana Pak Menpora, masih terus ingin menyandera periuk nasi para pemain sepakbola negeri ini?
(dari berbagai sumber)

2 comments:

  1. kalau begini kapan TIMNAS Indonesia bisa bersaing di dunia internasional .. / Indonesia 2 riwayatmu kini jadi legenda doank .

    ReplyDelete
  2. saya juga prihatin. seharusnya menpora belajar dari vietnam dalam membenahi persepakbolaannya tanpa harus membekukan federasi

    ReplyDelete