Saturday, August 6, 2016

Mengungkap "Keaslian" Sandiaga Uno Bagi DKI

Sodara, kawan kita ini akan mencalonkan diri jadi gubernur DKI. Dia muda, tampan, berpendidikan (di Ngamerikah!), datang dari keluarga sosialita lama Jakarta.

Yang terpenting, dia kaya raya. Ukurannya? Bukan, bukan itu. Nama masuk Panama Papers itu bukan ukuran kekayaan. Sekalipun untuk bisa bikin 'shell company' atau 'shell companies' itu butuh duit dan butuh duit yang diselamatkan dari sunatan pajak :p

Yang jelas kawan ini kaya. Umurnya baru 47 tahun. Tapi konon kekayaannya sudah ada di angka US$795,000,000.00 (tujuh ratus sembilan puluh lima juta dollar). Gaji presiden Amerika hanya US$400 ribu saja per tahun. Jika hanya mengandalkan gaji, butuh waktu 1987,5 tahun berkuasa untuk seorang presiden AS -- yang dianggap sebagai orang paling berkuasa di muka bumi ini -- untuk bisa punya uang sebanyak yang dipunyai kawan kita ini.

Berapa ini kalau dirupiahkan? Dalam kurs sekarang,jumlahnya mencapai Rp. 10, 422,450,000,000 (Sepuluh Trilyun Empat Ratus Dua Puluh Dua Milyar, Empat Ratus Lima Puluh Juta) saja. Sedikit? Iya kalau dibandingkan hutang luar negeri negara kita :P

Nah, karena dia mengincar satu jabatan publik, tentu kawan satu ini harus memperkenal diri kepada pemilihnya bukan? Nah disinilah pentingnya konsultan. Dia menyewa orang-orang yang akan membentuk persepsi publik tentang dirinya.

Introduksi pertamanya ke publik, sayangnya, mengenaskan.

Dia berusaha untuk menjadi 'rakyat.' Apa yang dilakukan supaya tampak seperti rakyat jelata? Ya naik Metromini.

Namun ada yang aneh. Metromini yang ditumpangi kosong melompong. Pengalaman saya naik Metromini, jarang sekali bus ini kosong. Yang kedua, tentu tidak ada copet disana. Kemudian, metromininya relatif bersih.

Sandiaga Uno Naik Metro Mini


Sampai disini, saya tidak mengerti, mengapa orang yang biasanya naik mobil-mobil mewah harus menyempatkan diri naik Metromini?

Ini bukan kali pertama saya melihat gaya kampanye seperti ini. Beberapa waktu yang lalu, saya melihat kampanye Susno Duaji (nama yang keliru, sekarang sudah jaman 4G LTE :D ). Masih ingat orang ini? Dia mantan Kabareskrim yang terpaksa masuk penjara karena kasus korupsi.

Susno berkampanye menjadi menampilkan diri sebagai petani. Dengan gagah dia menenteng pacul -- saat padi sudah besar dan pacul tidak terlalu diperlukan.

Saya juga pernah melihat Wiranto menjadi tukang becak. Saya tidak tahu apa maksudnya Wiranto menjadi tukang becak. Memang persis sama sih.

Sama seperti yang lainnya, kelihatan sekali kawan kita ini ditangani oleh tim kreatif yang sama sekali tidak kreatif. Mereka mau calonnya menjadi 'populis' dengan penampilan populis tapi ada banyak hal yang tidak bisa ditipu.

Seperti dalam gambar ini. Penumpang Metromini itu berdebu, keringatan (nggak ada AC disana), was-was (banyak copet :D ) dan lain sebagainya.

Kandidat kita ini duduk seperti dia duduk di dalam mobil Mercy-nya. Sedikit serius, mungkin memikirkan perusahan mana lagi yang harus dia akuisisi.

Mengapa dia tidak menjual suksesnya sebagai pengusaha? Bukankah pemilih Jakarta itu adalah kelas menengah yang menghargai sukses? Trump bisa berjaya di Amerika karena dia menjual suksesnya sebagai pengusaha.

Saya tidak menemukan 'kekuatan' kandidat ini duduk nyaman di Metromini.

OK sekian dulu. Oh ya, kalau Sodara sempat, silahkan tonton film bagus ini: "Rayuan Pulau Palsu" tentang reklamasi di Teluk Jakarta. Orang-orang superkaya Jakarta tidak mau hidup dengan para penumpang Metromini di daratan Jakarta. Itu sebabnya mereka perlu bikin pulau-pulau yang terpisah.

Nah, nanti kalau ada kesempatan, bertanyalah soal pulau palsu ini kepada kawan kita yang menjadi kandidat ini. Oh ya, dia adalah Sandiaga Uno, yang maju sebagai calon Partai Gerindra.

9 comments:

  1. ada yg tertinggal contoh satu lagi..waktu kampanye ada yg naik bajai sapa hayoooo...ya bapak presiden kita Jokowi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda lah, kalo presiden jokowi memang seorang sederhana dan kesederhanaannya tidak dibuat-buat. Bahkan sekeluarga. Beliau dan keluarga tidak alergi ketika naik pesawat di kelas ekonomi, makan di warteg, turun ke dalam gorong-gorong. Bravo pak Jokowi

      Delete
    2. Beda lah, kalo presiden jokowi memang seorang sederhana dan kesederhanaannya tidak dibuat-buat. Bahkan sekeluarga. Beliau dan keluarga tidak alergi ketika naik pesawat di kelas ekonomi, makan di warteg, turun ke dalam gorong-gorong. Bravo pak Jokowi

      Delete
    3. si sandiaga ini pencitraannya maksa banget ya

      Delete
    4. Beda lah ya kalo jokowi sekeluarga memang sederhana bukan pencitraan. Kemaren ayah saya naik pesawat kelas ekonomi ibu negara duduk di depannya nyate aja ga pake kelas2 vip ato apalah itu...

      Delete
  2. Namanya juga kampanye mas.... semua calon pasti ada saja... mulai calon RT sampai calon presiden.

    Karena seperti sandi ini belum pernah punya bukti mempimpin sebuah pemerintahan maka untuk menarik perhatian dan simpati harus dengan berbagai cara. Untuk mendekati orang2 menengah keatas tentu caranya jg berbeda... dia akan tunjukan kekayaan dan kekuatan dia... karena dengan kekayaan banyak hal bisa di beli termasuk suara. Untuk mendekati orang kecil tentu dengan cara yg berbeda... salah satunya ya naik becak,jadi petani,naik bajaj,dll.

    Sah sah saja...yg pasti... kita pilih pemimpin itu yg mampu bekerja dan memihak kepada rakyat...
    Tidak hanya rakyat kecil tapi rakyat atas...

    Percuma kita dapat dukungan rakyat kecil tapi tidak memihak rakyat atas karena untuk merubah ekonomi kita memerlukan uang mereka...

    Uang orang2 kaya ini lah yg menjadikan pemimpin ini berhasil. Karena APBD atau APBN tidak akan mencukupi untuk menghidupi jutaan manusia di dalamnya.

    Misalkan astra motor punya karyawan 10 ribu orang... semua karyawannya sejahtera karena gaji tinggi dan insentif yg bagus. Kenapa astra mau begitu... karena negara memihak kepada pengusaha ini...kperpihakannya berupa pajak di perendah..ijin2 di permudah...pungli di berantas... keamanan dll,yg negara melindungi sehingga astra dengan suka rela mensejahterakan karyawannnya...

    Siapa yg berjasa di sini... negara apa pengusaha...

    Ya kedua2nya...
    Pemerintah jelas tak mampu membayar 10ribu karyawan tanpa kerja yg mampu ya pengusaha...
    Makanya seorang pemimpin baik bukan semata2 memihak wong cilik tapi juga wong gede an juga.

    Jadi...kalau ada partai yg ngomong saya hanya berpihak pada wong cilik itu bulshitt...omong kosong... karena dia sendiri adalah orang gedean... artinya kita hanya di kibuli...

    Tapi sebenarnya kibulnya itu demi kita bersama...
    Cuma tak ada satupun yg berani terang2an memihak wong gede karena di indonesia itu hal tabu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kampanye pencitraan kayak gini dipaksain banget ya mas

      Delete
  3. Namanya juga kampanye mas.... semua calon pasti ada saja... mulai calon RT sampai calon presiden.

    Karena seperti sandi ini belum pernah punya bukti mempimpin sebuah pemerintahan maka untuk menarik perhatian dan simpati harus dengan berbagai cara. Untuk mendekati orang2 menengah keatas tentu caranya jg berbeda... dia akan tunjukan kekayaan dan kekuatan dia... karena dengan kekayaan banyak hal bisa di beli termasuk suara. Untuk mendekati orang kecil tentu dengan cara yg berbeda... salah satunya ya naik becak,jadi petani,naik bajaj,dll.

    Sah sah saja...yg pasti... kita pilih pemimpin itu yg mampu bekerja dan memihak kepada rakyat...
    Tidak hanya rakyat kecil tapi rakyat atas...

    Percuma kita dapat dukungan rakyat kecil tapi tidak memihak rakyat atas karena untuk merubah ekonomi kita memerlukan uang mereka...

    Uang orang2 kaya ini lah yg menjadikan pemimpin ini berhasil. Karena APBD atau APBN tidak akan mencukupi untuk menghidupi jutaan manusia di dalamnya.

    Misalkan astra motor punya karyawan 10 ribu orang... semua karyawannya sejahtera karena gaji tinggi dan insentif yg bagus. Kenapa astra mau begitu... karena negara memihak kepada pengusaha ini...kperpihakannya berupa pajak di perendah..ijin2 di permudah...pungli di berantas... keamanan dll,yg negara melindungi sehingga astra dengan suka rela mensejahterakan karyawannnya...

    Siapa yg berjasa di sini... negara apa pengusaha...

    Ya kedua2nya...
    Pemerintah jelas tak mampu membayar 10ribu karyawan tanpa kerja yg mampu ya pengusaha...
    Makanya seorang pemimpin baik bukan semata2 memihak wong cilik tapi juga wong gede an juga.

    Jadi...kalau ada partai yg ngomong saya hanya berpihak pada wong cilik itu bulshitt...omong kosong... karena dia sendiri adalah orang gedean... artinya kita hanya di kibuli...

    Tapi sebenarnya kibulnya itu demi kita bersama...
    Cuma tak ada satupun yg berani terang2an memihak wong gede karena di indonesia itu hal tabu...

    ReplyDelete