Monday, March 20, 2017

Video Asli Penangkapan Bung Karno Oleh Belanda Yang Akan Membuat Anda Terpana

Banyak peristiwa sejarah perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satunya adalah penangkapan Bung Karno dan Bung Hatta di Yogyakarta pada saat Agresi Militer Belanda II.

Penangkapan atas Bung Karno dan Bung Hatta dilakukan atas perintah Jenderal Meijer yang kawatnya dikirimkan kepada Van Langen. Perintah tersebut diterima oleh Van Langen di Banaran sebelum masuk Yogyakarta pada 18 Desember 1948.

"Tangkap Sukarno dan seluruh kabinetnya illegal-nya", demikianlah bunyi perintah dari Jenderal Meijer tersebut.

Sementara di Gedung Agung, Yogyakarta, Bung Karno dan Bung Hatta berdebat sengit dengan beberapa orang apakah ia akan melarikan diri atau menyerahkan diri ke Belanda. Nah, ketika mereka sedang berdebat terdengarlah deru pesawat terbang Belanda.

Rupanya stelah menerima perintah tersebut, Van Langen langsung memerintahkan para pilot pesawat Angkatan Udara Belanda untuk segera terbang. Tercatat ada sekitar 15 buah pesawat Mitchell yang tiba-tiba menyerbu Yogyakarta.

Sebelumnya pada jam 5 pagi di Lapangan Terbang Maguwo para taruna pimpinan Kasmiran sedang mulai bangun dan hendak berolahraga, tapi tiba-tiba mereka melihat ada sekitar belasan orang dengan berseragam loreng dan baret merah yang ternyata pasukan khusus Belanda sudah mengepung hanggar. 

Kasmiran belum sempat mengokang senjata, tapi ia sudah keburu diberondong oleh tembakan. Sekitar setengah kompi anak buah Kasmiran pun gugur saat itu juga. 

Di Gedung Agung, berkali-kali Letkol Latief Hendraningrat masuk ke ruang kabinet dan membawa laporan penyerbuan yang dikirimkan oleh wartawan di Maguwo. Bung Karno membaca laporan terakhir dimana sekitar 5.000 pasukan Brigade T Belanda sudah mengepung Yogyakarta. 

Di dekat Borobudur pun sudah masuk pasukan Marinir. "Oh, Belanda mau bikin 'tweede' 10 Mei ya?" kata Bung Karno melirik Sjahrir yang dengan muka kuyu. "Kenapa kamu Sjahrir". Tanya Bung Karno lagi melihat wajah yang lemas "Aku belum makan dari tadi". Tak lama ada ucapan itu, tiba-tiba disekeliling Gedung Agung, bom pun berjatuhan. 

Sjahrir malah berdiri dan ngeloyor ke belakang "Aku makan dulu". Bung Karno menggeleng-gelengkan kepala. Anak buah Sjahrir melihat dan bertanya saat Sjahrir mulai makan nasi "Apa bapak tak takut bom". Sjahrir dengan ketus menjawab "Soal mati itu urusan nanti, kalo mati ya mati, sekarang saya lapar, mau makan dulu". 

Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebelumnya sudah ditemui Van Langen di Keraton. "Saya sudah menjadi Republikein sekarang, tapi kalau kamu mau injak-injak keraton saya, langkahi dulu mayat saya" kata Sultan dengan bahasa Belanda, Mendengar kata Sri Sultan, Van Langen pun gemetaran. Van Langen tahu bahwa Sultan merupakan sahabat dekat Sri Ratu Juliana. 

"Bukan begitu Paduka, saya hanya mau cari ekstrimis". Pendek kata, Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap oleh Belanda di Gedung Agung. Seorang tentara bernama Bob Hering menyalami Bung Karno dan berkata "Saya kagum dengan Anda". Bung Karno menjawab "Demi bangsaku, aku berjuang, demi bangsamu kau juga berjuang, kita kebetulan berada pada garis yang berbeda".

Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim dan beberapa orang lainnya dibawa ke Semarang, lalu diangkut dengan pesawat Catalina ke Toba, Tanah Batak. Di tepi pantai, pesawat Catalina mendarat dan dengan menggunakan perahu kecil mereka dibawa ke darat. Sjahrir bertanya pada Bung Karno "Setelah ini apa?" Bung Karno diam saja, Agus Salim hanya memandang ke depan. 

Sebuah bangsa sedang dipertaruhkan dan nyawa mereka sebentar lagi terancam ditembak mati. Penembakan mati ini awalnya adalah bocoran yang diterima Agus Salim dan Sjahrir, tapi Sukarno menganggap sepi, kemudian Sukarno didatangi seorang perempuan Batak yang menjadi pembantu di rumah tahanan, ia menangis meraung-raung "Kenapa kamu menangis?" kata Bung Karno. "Bapak, sedikit lagi bapak ditembak mati..." kata perempuan itu sambil menyeka air matanya. "Saya mendengar Kapten Belanda menyuruh anak buahnya menyiapkan tempat eksekusi". 

Bung Karno sebagai manusia biasa gemetaran, ia berada pada ujung nyawanya, ia duduk lemas, "Sebentar lagi mati" ucap Bung Karno lirih. Lalu Bung Karno berdoa sebentar, sebagai seorang Muslim ia percaya pada kitab sucinya, kepada Al Qur'an dan ada satu kebiasaan Sukarno yaitu : "membuka al qur'an secara acak, jikalau hatinya sedang kisruh". Bung Karno membuka Al Qur'an secara acak dan ia tertegun :"Hidup mati manusia di tangan Allah SWT". 

Bung Karno berpikir dan hatinya teguh "Kenapa aku kuatir dengan perkataan manusia?" desisnya. Dan ia pun tak tidur hingga menjelang pagi, ia tahu hidupnya sepenuhnya untuk bangsanya, untuk peradaban yang lebih baik bagi Indonesia.

Dua hari kemudian ada belasan pemuda Batak Karo nekat memasuki rumah tahanan Bung Karno, mereka ditembaki, mereka mati semua. Inilah kenapa Batak Karo sampai sekarang merupakan basis pendukung terkuat, karena mereka tau sejarah bagaimana Bung Karno berkorban untuk bangsa ini.

Versi sejarah Orde Baru mencatat Bung Karno ditangkap (paksa) oleh Belanda. Namun dalam video asli yang bisa dilihat disini Bung Karno malahan senyum-senyum dan berbincang akrab dengan serdadu Belanda. Bahkan ia diberi hormat militer oleh salah seorang penangkapnya, serta tidak diancam dengan todongan senjata sehingga para tentara yang hendak membawanya pun segan kepada Bung Karno, Bung Hatta, Haji Agus Salim, Sjahrir,semua diperlakukan dgn santun.



Ini sangat beda dgn perlakuan saudara sebangsanya saat beliau dilengserkan oleh MPRS. Menurut cerita Pak Maulwi Saelan, Bung Karno diusir oleh tentara atas perintah "you know who" dengan bentakan dan todongan senjata plus sangkurnya, dan didorong-dorong sampai tidak ada waktu untuk berkemas.

Apakah Anda masih mau hidup dalam kebohongan Orba? Saya sih tidak mau.

Wednesday, March 8, 2017

Begini Cara Mendapatkan Penawaran Harga Kamar Hotel Paling Murah

Bagi para traveller, akomodasi atau tempat menginap merupakan masalah krusial yang sering menjadi beban pikiran saat hendak berwisata. Terlebih lagi apabila merupakan traveller backpacker.

Rasanya susah-susah gampang mencari kamar hotel "bertarif bagus bagi kantong" yang "bagus untuk ditinggali". Oleh karena itu para traveller kerapkali direpotkan dengan masalah reservasi hotel.

Puri Artha Hotel
Ilustrasi kamar hotel twin bed (photo: Agoda)

Reservasi atau booking kamar hotel bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti langsung datang ke hotel, menelepon hotel secara langsung atau memesan lewat internet alias online booking dengan berbagai aplikasi pemesanan online..

Dari semua cara pemesanan hotel tersebut, ada cara yang diklaim atau memberikan harga yang termurah bagi para traveller.

"Ada persepsi di pasaran kalau harga online lebih murah dari pada travel company. Hotel punya rate parity mengontrol harga jual kamar mereka di harga tertentu," kata Presiden Direktur PT Bayu Buana Tbk., Agustinus Pake Seko saat acara jumpa pers Bayu Buana Fabulouss Journey di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa 7 Maret 2016.

Rate parity tersebut membuat hotel menjadi lebih hati-hati untuk memberi harga untuk online travel agent. "Karena jika harganya dijual lebih murah lagi, harga (kamar) akan turun," kata Agustinus.

Sebaliknya, cara mendapatkan harga termurah adalah dengan melakukan pembelian secara offline atau langsung di agen perjalanan.

"Kalau di perusahaan wisata itu harganya wholesaler. Karena ada wholesaler contract (kontrak dengan pembelian partai besar). Kalau lagi travel fair kadang orang kaget harganya bisa lebih murah," demikian bocoran yang disampaikan Agustinus.

Menurutnya Agustinus, harga kamar hotel di travel fair bisa lebih murah sekitaran 30-40% dari harga biasa (published rate). Walaupun demikian, harga wholesaler menurut Agustinus tak berlaku bagi pembelian di situs agen perjalanan, sekalipun agen perjalanan konvensional.


Sebab pada situs agen perjalanan tersebut juga diberlakukan rate parity. Jadi cara terbaik mendapatkan harga kamar terbaik adalah datang langsung ke kantor agen perjalanan.

Semoga bermanfaat.
(dari berbagai sumber)

Ternyata Mall-mal Ini Yang Disebut Prabowo Berdiri Di Tanah Negara Bukan Berdiri Di Tanah Negara

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa ada tanah milik negara di Jakarta yang diatasnya digunakan untuk didirikan mall. Setidaknya ada tiga mal di Jakarta yang ditengarai berdiri di atas tanah negara. Ketiganya tersebar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Pernyataan tersebut sontak membuat banyak kalangan bertanya-tanya mengenai kebenarannya.

Ilustrasi Mall (photo: Wikipedia)

Sampai akhirnya, mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya, Prabowo Soenirman, menyebut Plasa Atrium dan Cikini Gold Center di Jakarta Pusat serta Blok M Square di Jakarta Selatan sebagai mal yang berdiri di atas tanah negara.

"Lahan pusat perbelanjaan Atrium, Blok M Square dan Cikini Gold Center semuanya adalah milik Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta," kata Prabowo yang kini menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Pernyataan Prabowo tersebut disanggah oleh analis hukum pertanahan dan properti Eddy Leks. Eddy menyatakan bahwa ketiga mal tersebut sebenarnya tidak berdiri di atas tanah negara, melainkan di atas tanah daerah karena dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi, kalau berdasarkan pernyataan tersebut itu statusnya tidak masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang tanah negara. Itu disebut barang milik daerah, bukan barang milik negara," ucap Eddy pada Senin 6 Maret 2017.

Lalu bagaimana membedakan "kepemilikan negara (pusat)" dengan "kepemilikan daerah"?

Berdasarkan PMK Nomor 78 Tahun 2014, yang disebut tanah negara bisa dibedakan menjadi dua, yaitu tanah yang dikuasai negara dan tanah yang menjadi barang milik negara (BMN). Nah, tanah yang dikuasai negara dapat dimohonkan hak oleh siapa pun sesuai peraturan perundangan yang ada.

Tetapi, tanah BMN adalah tanah yang dibeli atau diperoleh dari APBN atau perolehan lain yang sah.

"Kalau yang disebutkan itu merupakan aset daerah dan tunduk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri dan aturan tentang perusahaan daerah karena itu kerja sama antara perusahaan daerah DKI Jakarta dengan swasta," urai Eddy.

Soal mall yang didirikan di tanah negara, rasanya Anda semua sudah tahu mall yang mana kan?
(JPNN, kompas)

Friday, February 24, 2017

Ketika Jokowi Bicara Panjang Lebar Soal Politisasi SARA.....

Presiden republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sungguh merupakan seorang negarawan yang gentleman.  Presiden Jokowi bisa dibilang merupakan sosok negarawan dan pemimpin negara yang pola pikirnya "langka" Mengapa?

Karena sampai sekarang ini tidak banyak pemimpin suatu befara yang berani untuk mengungkap "penyakit borok" yang terjadi di bangsanya sendiri. Nah, Presiden Joko Widodo merupakan salah satu diantara sedikit pemimpin yang berani blak-blakan soal kondisi bangsanya..

Presiden Jokowi dan Isu SARA
Presiden Joko Widodo (photo: Pos Kupang)

Kesan itulah yang ditangkap ketika Presiden Jokowi berpidato pada acara pelantikan pengurus Partai Hanura di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 22 Februari 2017 lalu,

Pada acara tersebut Presiden Jokowi buka-bukaan tentang kondisi terkini bangsa Indonesia pada saat ini.

"Banyak yang bertanya kepada saya, apa demokrasi kita kebablasan? Saya jawab, ya demokrasi kita sudah terlalu kebablasan," ucap Presiden Jokowi di mimbar.

"Praktik politik demokrasi kita membuka peluang artikulasi politik yang ekstrem, seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan terorisme, serta ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," tambahnya.

Menurut Jokowi, bukti-buktinya pun sangat konkret dan jelas yaitu isu Suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA dijadikan alat untuk saling serang, saling menjatuhkan lawan politik, sekaligus dijadikan alat untuk raih simpati rakyat.

"Penyimpangan praktik itu mengambil bentuk nyata. Seperti yang kita lihat belakangan ini, politisasi SARA. Saling memaki dan menghujat. Kalau diteruskan bisa menjurus pada memecah belah bangsa kita," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan bahwa praktik-praktik tersebut membuay masyarakat Indonesia menjadi lupa akan karakter asli bangsa Indonesia yang majemuk dan beraneka ragam. Sehingga masyarakat Indonesia larut dalam perang semu. Walaupun demikian, Jokowi percaya bahwa guncangan-guncangan yang dialami bangsa Indonesia tak akan membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia terpecah belah.

Ia yakin bangsa Indonesia saat ini masih bersatu, meski ia mengakui, pemerintah harus menjadi garda depan dalam memperbaiki konsep-konsep kebangsaan dan kemajemukan yang rusak akibat politisasi SARA.

"Ini juga menjadi ujian yang nantinya, kalau bisa dilalui dengan baik, akan membuat kita semakin matang dan tahan uji, bukan melemahkan," ujar Jokowi.

Lontaran pernyataan Presiden Jokowi soal politisasi SARA di acara Hanura itu, ternyata amat "seksi" untuk dicermati. Setelah 138 hari tidak tampil bersama di hadapan publik, Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertemu kembali dalam acara itu.

Pernyataan Jokowi tentang politisasi agama dan pertemuan Jokowi dengan Basuki ini menjadi dua momen penting, bahkan cenderung menjadi peristiwa penuh makna yang menghiasi dinamika politik Indonesia.

Tercatat, pertemuan antara Jokowi dan Ahok yang terakhir itu terjadi 30 September 2016 lalu. Saat itu, Basuki mendampingi Presiden Jokowi meninjau proyek light rail transit (LRT) di kawasan Tol Jagorawi dan MRT di bawah Bundaran HI.

Pentingnya pertemuan Jokowi dan Basuki itu seolah-olah dirasakan oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Maka dari itu, tidak heran. saat acara sesi foto bersama di penghujung acara partainya, OSO—sapaan akrab Oesman—spontan memanggil Ahok untuk berfoto bersama-sama di atas panggung. Padahal, acara sesi foto itu awalnya hanya diperuntukkan bagi para pengurus baru partai dan Presiden Jokowi. Melihat itu pun, Jokowi tidak keberatan.

Bahkan, Ahok itu mengambil posisi foto di samping Jokowi. Rupanya, publik tak butuh waktu lama lagi untuk melihat Jokowi dan Ahok tampil bersama.

Nah, sehari kemudian, Jokowi dan Ahok kembali tampil bersama, yakni saat Jokowi blusukan meninjau proyek Simpang Susun Semanggi dan proyek mass rapid transit (MRT) di 300 meter di bawah Jalan Jenderal Sudirman.

Bedanya, jika dalam blusukan terakhir Jokowi lebih banyak mengobrol berdua dengan Ahok, maka kali ini hampir tidak ada momen "intim" antara mantan orang nomor satu dan dua di Ibu Kota yang sama-sama diusung PDI Perjuangan itu.

Sejak menginjakkan kaki untuk kali pertama ke proyek Simpang Susun Semanggi sekitar pukul 10.45 WIB, Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo, dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Mereka langsung berjalan menuju ke maket Simpang Susun Semanggi untuk mendapat pemaparan singkat. Di sela-sela itu, Jokowi dan Ahok memang tampak mengobrol. Namun, obrolan itu juga diikuti oleh pejabat lain, bukan hanya mereka berdua.

Momen pertemuan Jokowi dan Ahok baru terlihat saat Basuki menumpang mobil Presiden untuk berpindah lokasi blusukan dari Simpang Susun Semanggi ke proyek MRT.

Selama sekitar 10 menit, keduanya berada di dalam mobil. Entah apa yang dibicarakan keduanya. Setelah sampai proyek MRT, situasi juga kembali seperti sedia kala.

Jika pada pertemuan terakhir, pihak protokoler Istana memberikan kesempatan Jokowi dan Ahok untuk berbincang empat mata dengan waktu yang lama, kali ini peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Perlu dicatat pula, pertemuan Jokowi dan Ahok dua hari berturut-turut ini juga merupakan yang pertama semenjak Basuki terlibat perkara penodaan agama hingga saat ini menjadi terdakwa.

Pertemuan ini pun merupakan yang pertama semenjak Jokowi menyatakan tidak akan mengintervensi perkara hukum mantan mitra kerjanya itu.
(Kompas, Tribun)

Thursday, February 23, 2017

Seorang Kepala Sekolah Di Riau Mengatakan Bahwa Siswi Kristen Diatur Oleh Al Quran Untuk Berjilbab

Seorang Kepala Sekolah SMP Negeri 2  Batu Rijal Hilir Peranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu-Riau, Erlonnofis MPd, mendadak menjadi pembicaraan ramai di seantero Riau hingga keluar daerah.

Erlonnofis pada Rabu 22 Februari 2017 mengaku bahwa siswi yang beragama Kristen di sekolah memang memakai jilbab. Namun ia tidak tahu berapa jumlah siswi beragama Kristen yang mengenakan pakaian jilbab.

Kepala Sekolah sebut siswi Kristen Harus Berjilbab
Erlonnofis, MPd Kepala Sekolah SMP N 2 Baturijal Peranap, Inhulu, Riau. (Foto : Mangasa Situmorang)

 "Saya rasa siswa-siswi Kristen di sini kalau tak salah ada 10 orang dan memang bagi siswi yang beragama Kristen mereka berjilbab," ujarnya.

Menurutnya, dasar hukum siswi Kristen berjilbab sudah diatur dalam kitab suci Al-Quran, karena dalam Al-Quran ada tertulis perempuan harus menutup aurat.  

"Di dalam Al-Quran kan sudah diatur bahwa setiap perempuan harus menutup aurat, makanya perempuan siswi Kristen pakai jilbab. Kalau pakai seragam jilbab juga untuk menjaga siswi dari gangguan laki-laki. Kalau siswa dahulu berbeda sama siswa sekarang oleh karena perkembangan teknologi. Tapi siswi tidak dipaksa pakai jilbab," katanya.

Seorang siswi SMP Negeri 2 Peranap, yang beragama Kristen, Anggita Simanjuntak yang duduk di kelas 8B menanggapi pernyataan Kepala Sekolah yang katanya tidak dipaksa pakai jilbab. Anggita pun menyatakan kekesalannya. 

"Kalau Ibu Kepala Sekolah sebut siswi Kristen tak dipaksa pakai jilbab, kenapa tidak ada pengumuman yang resmi supaya siswi Kristen melepas jilbab?  Saya rasa kalau Ibu Kepala Sekolah sebut tak dipaksa mengenakan seragam jilbab, sah-sah saja.  Namun saya katakan kami diwajibkan berjilbab," ujarnya.

Siswi Kristen lainnya, Evi Dermawati Sitinjak, kelas 7D, menyebut kalau peraturan mengenakan jilbab adalah tidak dipaksakan, namun terpaksa. Sebab dari dulu siswi-siswi di SMP Negeri 2 Peranap itu siswi Kristen berjilbab. 

"Kalau Ibu Kepala Sekolah bilang tidak dipaksa, kenapa Wakil Kepala Sekolah menyerukan kami berjilbab? Ibu Arwita Wakil Kepala Sekolah sendiri menyebut kalau kami siswi Kristen tak berjilbab nanti diejek-ejek siswi Muslim," katanya.


Evi berharap jikalau siswi Kristen memang tidak dipaksa memakai jilbab, seharusnya ada pengumuman resmi dari sekolah supaya siswi Kristen tak lagi harus memakai jilbab. "Kalau memang Ibu Kepala Sekolah menyebut kami tidak dipaksa pakai jilbab, harus ada pengumuman resmi bawa siswi Kristen tidak berjilbab. Saya juga meluruskan apa yang dikatakan Kepala Sekolah yang katanya siswa-siswi Kristen keseluruhan 10 orang, itu tidak benar. Setahu saya siswa-siswi Kristen kalau tak salah ada 35 orang," ujarnya.
(istimewa)

Fakta Sidang Ahok: Akademisi Kok Kesaksiannya "Keblinger" Seperti Ini?

Sidang kasus penistaan agama terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semakin lama semakin jelas arah tendensinya.

Hal ini terlihat saat pengacara Ahok merasa heran sehingga mengkritik saksi ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakkir. 

Persidangan Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani sidang (photo: Poskotanews)

Tim pengacara Ahok amat heran dan tak habis pikir dengan pernyataan kesaksian yang dilontarkan Mudzakkir saat persidangan.

Mudzakkir mengatakan bahwa tiap orang boleh melaporkan sesuatu ke polisi meski tidak bisa menjelaskan secara detail hal yang dilaporkannya.

"Saya tambahkan ahli yang lebih parah ya, yang melanggar asas-asas keilmuan seorang ahli, bahwasanya tiap orang boleh melaporkan, kalau perlu bisik-bisik biar nanti serahkan ke polisi tentang apa pasal dan siapa pelakunya tentang perbuatan yang dilakukan," ujar seorang pengacara Ahok, Teguh Samudra, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 21 Februari 2017..

Terkait Mudzakkir, Teguh mengatakan bahwa menurut Mudzakkir tidak masalah apabila pelapor salah dalam membuat surat laporannya. Misalmya seperti kesalahan soal waktu kejadian.

Sebagai pengacara, Teguh mengaku bingung karena Mudzakkir tidak mempermasalahkan kesalahan itu. Sebab, nantinya bisa diperjelas ketika proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saya tanya lagi bagaimana apabila yang di BAP isinya sama seperti di laporan? Eh tidak masalah katanya. Ini semua sudah enggak karuan," ujar Teguh.

Sementara pengacara yang lain, I Wayan Sidarta, mengatakan keterangan Mudzakkir terkait laporan yang bisa diralat sangat fatal, karena laporan tidak bisa diubah apalagi kalau kasusnya sudah P21 karena berkas yang boleh diubah adalah BAP.

"Ketika didesak masa laporan boleh diubah, apa artinya laporan palsu? lalu dia jawab 'jangankan laporan, putusan saja bisa diralat'," kata Wayan.

"Baru sekarang saya menemukan ahli begini. Di seluruh dunia, putusan gak boleh diralat. Putusan boleh dibatalkan putusan yang lebih tinggi," ujar Wayan.

Benar-benar keblinger, memalukan dan mencoreng kredibilitas kampusnya.
(Kompas, Pos Kota, dan sumber-sumber lain)

Wednesday, February 22, 2017

Ketika Megawati Tertawa Soal Rizieq...

Ketua Front Pembela Islam (FPI) yang menganggap dirinya sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Shihab beberapa waktu terakhir ini menjadi pemberitaan mulai dari "perseteruannya" dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penistaan budaya Sunda, Pancasila serta Presiden pertama RI Soekarno, hingga berseteru dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Ketua FPI Rizieq Shihab (kanan)

Menurut Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang, Megawati menanggapi dengan santai tudingan Rizieq yang menyebutnya telah menistakan agama. 

Tudingan Rizieq itu terkait ucapan Megawati menyebut 'kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab' pada peringatan HUT ke-44 PDIP.

"Ya kita enggak ada masalah kok, apa yang mesti dimediasi. Enggak masalah, ibu ketawa-ketawa saja dia 'opo iki' kan begitu. Enggak ada kita masalah itu," kata Junimart di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.

Rizieq, kata Junimart, meminta Polri menjembatani untuk mencari tahu siapa yang salah, dirinya dan Megawati terkait ucapan Megawati tersebut. Rizieq mengaku siap meminta maaf apabila tuduhannya kepada Megawati itu ternyata salah.

Terkait permintaan itu, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat PDIP ini menuturkan Megawati tentu akan bersedia duduk bersama membicarakan masalah ini apabila ada permintaan dari Rizieq. Namun, Junimart tidak menjamin Rizieq mudah bertemu Mega. Sebab, putri Proklamator itu memiliki kesibukan yang padat.

"Ibu Mega sangat merakyat kalau mau duduk bareng minta lah duduk bareng. Minta saja duduk bareng kalau Ibu ada waktu. Kita saja sulit untuk duduk bareng sama ibu," tegasnya.

Sebelumnya, Pidato Ketum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab' pada peringatan HUT PDIP ke-44 menuai polemik. Sejumlah pihak menilai Megawati tidak paham agama dan cenderung menistakan rukun iman. Bahkan Ketua ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendesak polri segera memproses hukum pidato Megawati.

Rizieq dan rombongan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyambangi DPR untuk mengadukan sejumlah persoalan penegakan hukum, salah satunya terkait pidato Megawati yang dianggap menista agama. Terkait pidato itu, Rizieq meminta Polri menjembatani Megawati dengan umat Islam melalui upaya mediasi.

"Enggak begitu dong, kalau kami memprotes pernyataan Ibu Megawati, polisi harusnya menjembatani. Apa kami yang salah paham, atau Ibu megawati yang terpeleset, kalau dijembatani enak, dimediasi," kata Rizieq di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 17 Januari 2017.

Rizieq mengklaim siap meminta maaf apabila tuduhannya kepada Megawati itu ternyata salah. Begitu pula, apabila Megawati mengakui dirinya salah ucap maka harus meminta maaf. Pihaknya ingin tudingan penghinaan rukun iman yang diucapkan Megawati bisa diselesaikan secara kekeluargaan.


"Kalau kami yang salah paham kami minta maaf, kalau Megawati yang salah ucap minta maaf diselesaikan secara kekeluargaan selesai," tegasnya.
(Merdeka, Tribun)