Tuesday, July 30, 2019

Tips Membuat Password Yang Sangat Aman Namun Mudah Diingat Menurut Pakar Security Dark Web

Di zaman serba online seperti saat ini, penggunaan  password untuk masuk ke akun online merupakan hal yang biasa. Walau nampaknya biasa saja, namun dampaknya sangat krusial. Sayangnya masih banyak orang yang membuat password secara "asal-asalan" tanpa memikirkan dampak keamanan yang ditimbulkan, seperti diretas oleh para peretas.

Password Security


Jadi, seperti apakah password yang paling aman? Etay Maor, Executive Security Adviser di IBM Security, mengungkapkan bahwa kata kunci berisi kombinasi huruf, angka, dan karakter yang rumit sekalipun sebenarnya masih relatif mudah untuk ditembus. "Bahkan kalau panjangnya antara 8-10 karakter dan sangat kompleks, komputer pun masih bisa menebaknya dengan cepat," ujar Maor, pakar sekuriti yang mempelajari taktik kriminal cyber di dark web.

Daripada kata kunci pendek berisi karakter aneh, Maor lebih menyarankan untuk membuat password dalam bentuk "passphrase" alias frasa sandi yang menggabungkan beberapa kata sekaligus ke dalam satu baris. Misalnya "saya ingin sekali berlibur ke maladewa".

Agar lebih aman, pakailah kata-kata yang unik, bukan yang berasal dari kutipan atau lirik lagu populer. Gunakan spasi di antara kata. Passphrase macam demikian, menurut Maor, jauh lebih sulit untuk dipecahkan oleh komputer lewat teknik brute force yang bisa mencoba hingga jutaan password dalam sedetik sampai ditemukan yang cocok.

Kalaupun passphrase akhirnya bisa jebol, waktu yang diperlukan bakal sangat lama sehingga tidak realistis. Cara lainnya untuk meningkatkan keamanan adalah menghindari penggunaan password yang sama untuk akun berbeda. Tujuannya tentu supaya tak semua akun online bisa diakses apabila satu password sudah berhasil ditebak hacker.

Untuk mempermudah hal ini, Maor menyarankan agar memakai aplikasi password manager yang bisa melakukan auto-fill di akun-akun online sekaligus dibekali algoritma untuk menciptakan saran password yang aman.
(Sumber: Business Insider)

No comments:

Post a Comment