Monday, July 22, 2019

Anies Baswedan Ingin Belajar Dari Negara Ini Untuk Kurangi Polusi Udara Jakarta

Sudah bukan rahasia lagi bahwa polusi udara di Jakarta sudah sedemikian parahnya. Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang amat pesat dan tidak terkendali.

Tingkat Polusi Udara Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa akan belajar dari China dalam upayanya mengurangi polusi udara yang amat parah di Jakarta. Anies menyampaikan hal ini setelah menerima kunjungan Direktur Eksekutif C40 Cities Climate Leadership Group, Mark Watts. 

Lembaga tersebut merupakan asosiasi kota-kota di dunia untuk aksi terhadap perubahan iklim. "Contoh paling siap adalah dari China. Nah kami membutuhkan praktik terbaik itu untuk menyusun roadmap," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat 29 Maret 2019.

Anies mengatakan, upaya pengurangan polusi udara bakal dilakukan dengan menguji coba bus listrik. China, lanjut dia, menjadi pionir dalam penggunaan bus listrik. "95 persen dari bus listrik di dunia itu diproduksi di China. Di Eropa pun pakai bus dari China dan saya pun baru tahu Scania dan Volvo yang besar itu ternyata justru tidak memproduksi dengan listrik. Mereka masih memproduksi dengan cara lama," katanya.  Sementara itu, Watts menceritakan, sepuluh kota terkotor di dunia terdapat di China pada sepuluh tahun lalu.

Namun, kini kota-kota tersebut tidak lagi masuk daftar kota terkotor. "Beijing yang dulu kota paling terpolusi udaranya di dunia, kini bahkan tidak ada di peringkat 100. Itu terjadi dalam waktu 10 tahun," ujar Watts. Menurut Watts, kemajuan ini diraih China dengan transformasi besar-besaran di berbagai bidang.

Di China pembangkit listrik batu bara telah diganti dengan energi terbarukan, industri diatur, dan diawasi dengan ketat terkait limbah udaranya, dan pola transportasi masyarakat berubah total. "Sekarang di kota-kota besar China, ratusan ribu orang di mana-mana bersepeda. Padahal dua tahun lalu tidak ada yang bersepeda," ucapnya. 

Sebagian besar bus listrik di dunia berasal dari China. Di Shenzhen saja, 100 persen bus yang beroperasi merupakan bus listrik. Di Nanjing dan Beijing, masing-masing ada 4.000-6.000 bus"Di luar China, kota dengan bus listrik terbanyak ada di Santiago, Chile dengan 200 bus," kata Watts. Menurut rencana, di Jakarta bakal ada sepuluh bus listrik yang diuji coba dalam waktu dekat.

Sumber:Kompas.com

No comments:

Post a Comment