Thursday, March 17, 2016

Ini Produk-produk "Made in Israel" Yang Beredar di Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta menghasilkan dua dokumen kesepakatan yaitu Resolusi dan Deklarasi Jakarta.

Resolusi berisi mengenai posisi kemerdekaan Palestina, sedangkan Deklarasi Jakarta berisi adanya langkah-langkah konkret OKI untuk memperjuangkan kebebasan Palestina. Salah satu poin dalam Deklarasi Jakarta adalah mengajak seluruh negara OKI untuk memboikot produk-produk milik Israel.

Walau Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, namun faktanya ternyata Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor produk-produk Israel. Dari pengakuan Kementerian Perdagangan, terdapat label bertuliskan 'made in Israel' di produk yang memang berasal dari negara tersebut dan dijual di pasar Indonesia

Hubungan Rahasia Indonesia-Israel
Ilustrasi: tidak banyak yang tahu bahwa selama ini Indonesia mempunyai hubungan "rahasia" dengan Israel

Hal itu pernah dikemukakan oleh Staf Khusus Kemendag Iman Pambagyo saat masih menjabat sebagai Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI). Iman Pambagyo tidak membantah bahwa barang Made In Israel ada yang beredar di pasar Indonesia. Hal ini tidak melanggar peraturan dan dianggap legal karena tidak ada pembatasan khusus perdagangan antara Indonesia dan Israel.

Data yang cukup mengejutkan didapat dari kementerian Perdagangan. Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Israel cukup positif. Tahun 2007, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai US$ 124.100. Pada tahun 2008 bahkan meningkat menjadi US$ 116,4 juta. Tahun 2009, total perdagangan dua negara sempat menurun menjadi US$ 91.613 juta. Namun pada tahun 2010 kembali meningkat menjadi US$ 117,5 juta .

Pada tahun  2011 kembali menurun menjadi US$ 69,6 juta. Sedangkan hingga pertengahan 2012 sudah mencapai US$ 79 juta.

Data berikutnya didapat dari, Badan Pusat Statistik (BPS) dimana nilai impor dari Israel ke Indonesia pada 2015 hanya tercatat sebesar US$ 77 juta. 

Menurut Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo mengatakan jika Indonesia memboikot masuknya barang produk Israel, maka pemerintah bisa memproduksi sendiri atau bisa mengimpor dari negara lain.


Berikut ini adalah produk yang tercatat berasal dari Israel dan beredar di pasar Indonesia:

1. Kurma
Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat bahwa pada Juni 2012 Indonesia mengimpor kurma dari Israel. Tercatat sebanyak 20,6 ton kurma masuk ke Indonesia. Menurut catatan BPS, nilai perdagangan kurma tersebut mencapai US$ 191.300.

2. Jeruk Shantang
Selain kurma, ternyata Indonesia juga mengimpor buah lain dari Israel yaitu Jeruk Shantang asal Israel yang masuk Indonesia pada April 2012. Tercatat sebanyak 0,666 ton Jeruk Shantang masuk Indonesia. Nilai perdagangan ini mencapai US$ 709.

3. Mainan
Indonesia pun juga mengimpor mainan dari Israel. Impor mainan dari Israel masuk dalam kategori jenis mainan lainnya atau bagian mainan (other toys and parts) dengan kode HS 9503009900.

Sepanjang 2013, Indonesia sudah mengimpor mainan asal Israel dengan total nilai US$ 830 dengan berat 26 Kilogram. Impor mainan ini terus berlanjut pada Januari 2014 dengan nilai US$ 358 dengan berat 14 Kilogram.

4. Logam dan bahan kimia
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo, mengatakan rendahnya nilai impor dari Israel tersebut dikarenakan jenis produk yang bernilai murah, seperti kondensor, turbin kecil, bekas senjata berbahan tembaga dan alumunium, dan bahan-bahan kimia.

"Contohnya besi, di sana (Israel) mengirim kita besi bekas yang nanti kita olah lagi. Kalau kita boikot ya kita bisa produksi besi sendiri atau kita cari di negara lain," imbuhnya.

Banyak yang gagal paham dengan kebijakan Presiden Jokowi

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi meluruskan pernyataan Jokowi mengenai boikot produk Israel yang Presiden ungkapkan pada KTT OKI ini. 

Menurut Johan, boikot produk yang dimaksud bukanlah boikot produk yang berbentuk barang, melainkan, produk yang dimaksud merupakan produk yang diartikan berupa kebijakan.

"Sebenarnya gini, yang dimaksud produk itu bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot kan? Sebenarnya bukan. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan di Palestina," kata Johan.

"Itu bisa bermacam-macam, misalnya larangan apa gitu kan, itu yang harus diboikot. Jadi sekarang melebar ke mana-mana seolah-olah boikot produk bukan bukan itu yang dimaksud oleh presiden," tambahnya.
(Merdeka, BPS, dan sumber-sumber lain)

2 comments: